Resep Saya Menulis


Untuk dapat lancar menulis, saya mesti membaca buku. Kebiasan membaca buku apa saja yang saya sukai semakin memperkaya gaya dan motivasi untuk menulis.

Membaca buku berarti menyerap ide orang lain yang selanjutnya diendapkan dalam pikiran dan dipadupadankan dengan ide yang sudah ada dalam benak saya, selanjutnya ide tersebut dituangkan dalam kertas atau media tulis. Dalam hal ini saya lebih menyukai menggunakan aplikasi notepad di komputer berbasis windows. Atau jika saya dalam perjalanan saya lebih menyukai menulis dalam notes atau catatan dalam perangkat seluler.

Tulisan yang tersimpan tadi dikelompokkan dalam satu folder “Khusus Menulis” — kemudian dipilah-pilah dan diedit sehingga layak (menurut pribadi saya) untuk dirilis. Di mana merilisnya? Tidak usah jauh-jauh, bisa melalui blog yang sedang anda baca ini atau blog komunitas atau blog lain yang saya kelola sendiri.

Bagaimana jika tulisan untuk dikonsumsi melewati Media Massa ? Untuk tulisan yang seperti ini, sebaiknya didasarkan dengan riset terlebih dahulu (walaupun menulis di blog pun mesti ada risetnya), agar isi tulisan benar-benar sesuai dengan tema dari koran yang dituju. Biasanya saya menulis fitur untuk berita-berita kecil tentang prestasi sekolah atau wawancara jarak jauh yang risetnya tentang pencapaian diri sendiri :D

Resep lain yang saya pelajari dari Omjay Wijaya Kusumah, yakni menuliskan Apa yang ingin anda tulis dan anda senangi saja! Atau tulisan yang anda sukai, menulislah setiap hari dan perhatikan apa yang terjadi. Pesan Omjay ini sungguh-sungguh mengena, walaupun tidak disadari sebab akhirnya yang terjadi adalah blog ini mulai banyak dikunjungi pembaca dan banyak yang mampir walaupun tanpa berkomentar atau memberikan tanda centang “suka”. Yang penting saya telah memiliki media untuk menyalurkan ide dan tulisan saya.

Pada masa lalu, tidak hanya tulisan yang saya sematkan dalam blog ini. Bisa tautan video, foto-foto atau gambar-gambar tentang kegiatan yang saya lakukan di luar kelas atau dalam kelas, hasil pemindaian tulisan saya di kertas, tulisan-tulisan saya di whiteboard yang kemudian saya foto — macam-macam deh yang penting tujuan untuk menulis atau memperkaya blog terus dilakukan.

Walaupun harapan untuk dikunjungi tidak banyak atau tidak terlalu dikomentari, hal itu tidak masalah besar atau berarti banyak. Bisa saja karena situs yang kita bangun terlalu banyak pernak-pernik sehingga banyak error dalam sintaksis atau aturan W3 html-nya. Saya sih tidak terlalu peduli, yang penting hepi deh. (meminjam ungkapan senangnya Pak Dedi Dwitagama, Motivator)

Bagaimana dengan Anda? Mari kita mulai dari yang sederhana dan terus melakukannya.

Mengapa Guru tidak suka Menulis?


Alasannya karena malas, tidak ada ide, membuang-buang waktu tidak berguna dan lain sebagainya. Alasan-alasan tersebut sah dan wajar, anggaplah semacam denial atau penyangkalan. Karena menulis pun memiliki ragam makna, bisa menulis dalam jurnal penelitian, jurnal ilmiah, koran atau media massa, menulis buku, bahkan yang paling sederhana yaitu menulis buku harian (diary).

Apakah saat di dalam kelas, Guru tidak menulis?
Tentu saja, guru semacam ini masih ada karena sudah tergantikan dengan media bahan ajar, melalui buku kerja siswa, lembaran kerja siswa, lembaran tugas, lembar presentasi, modul ajar dan banyak macam media tuangan tulisan. Mungkin juga masih ada guru yang terus menulis saat mengajar, menulis di whiteboard atau papan tulis atau menggunakan papan tulis elektronik, plastik transparan terutama untuk menjelaskan suatu topik atau langkah penyelesaian suatu masalah.

Nah, bukankah dengan tulisan-tulisan dari dalam kelas tadi, bisa dikumpulkan dan dikompilasi melalui foto atau gambar atau ditulis ulang dalam buku atau ditulis ulang dalam kertas lain kemudian disebarluaskan, bisa dicetak hingga diterbitkan?

Yah, sekali lagi, itu bergantung dengan kepentingan sang guru tersebut. Terutama jika tugas-tugas menulis ini berkaitan dengan kenaikan pangkat, kenaikan tunjangan pendapatan, yang berkaitan dengan daftar kekayaan (isian SPT tahunan), dan banyak macam lagi tuntutan-tuntutan kepada guru untuk menulis.

Sebagai contoh nyata, seorang guru di SMAN-2 Kapuas Murung, Hendra Gunawan, yang lulusan S1 Pendidikan Fisika Universitas Palangka Raya, karena pertemanannya dengan dunia komputer dan pembelajaran menggunakan media elektronik tersebut telah berhasil mendaftarkan tulisannya menjadi sebuah buku dan mendapat ISBN dari Perpustakaan Republik Indonesia. Jika tidak salah judul tulisannya adalah Aku (bukan) Guru Jadul (dengan TIK)– Nah, itu menandakan bahwa guru sebenarnya punya bekal untuk menjadi penulis handal dari pertemanan dan pergaulannya dengan bidang yang dikuasai dan disenanginya setiap hari.

Jadi guru perlu sering-sering mempertanyakan dirinya atau orang lain (yang juga guru), Mengapa tidak suka menulis? Ayo tunggu apa lagi?

Kritik Pedas


Suatu Pemerintahan ketat di salah satu negara yang seyogianya dilalui jalur udara Pesawat MH370 Malaysia Airlines tujuan Beijing, yang menjadi kepala berita terus dua pekan terakhir ini, baru-baru saja telah menjatuhkan hukuman penjara kurungan 15 bulan kepada seorang penulis blog atau yang biasa disebut blogger.

Alasan penjatuhan hukuman tersebut, karena terdakwa telah membuat kondisi kehidupan demokratis di negara tetangga Negeri Gajah Putih ini terganggu dengan kritik-kritiknya yang anti pemerintah. Sebelumnya juga sudah didakwa penulis blog dan jurnalis dengan hukuman kurungan selama dua tahun di negeri tersebut. Negeri ini salah satu pengekspor beras ke negara kita, padahal Indonesia sudah mampu ber-swasembada beras kan? Karena beras impor memiliki kualitas yang bagus dan di samping itu harganya murah !

Entahlah mengapa beras luar negeri lebih “bagus” ketimbang dalam negeri. Juga gula rafinasi pun diimpor dari negeri ini. Jangan-jangan kebutuhan sembako lainnya pun diimpor dari negeri yang sama. Kita patut lega karena kritikus-kritikus terhadap kebijakan pemerintah masih bisa melancarkan pandangan dan opininya melalui berbagai media, tanpa perlu takut di-bredel atau ditangkap sebab dipandang membahayakan bagi demokrasi. Justru pemerintah semakin dewasa dan semakin hati-hati bersikap dengan landasan UU ITE dalam mengemukakan pendapat melalui jejaring sosial dan media internet lainnya.

Sebenarnya memberi kritik pun sama seperti menampar wajah sendiri, sebab kritikus juga tidak mampu berbuat banyak selain menuliskan atau melemparkan kritiknya. Alasan klasik karena mereka bukan pelaku atau pembuat kebijakan dan pengambil keputusan.

Bukankah daripada sama-sama tidak nyaman dengan kritik, kita lebih baik memakan kripik pedas bersama-sama. Sebungkus seharga lima ribuan dengan sebuah teh kotak sudah lumayan !  Anggaplah kritik itu sama seperti makanan ringan, dihabiskan saat senja hari menemani secangkir teh atau kopi sambil menonton televisi.

Berselancar dengan wifi Android


Padahal saya sudah cukup lama mengetahui bahwa sistem operasi Android yang di perangkat seluler bisa membagikan sambungan internetnya secara wireless, namun entah mengapa baru hari ini saya benar-benar sreg menggunakannya.

Diawali dengan cerita dari rekan guru TIK saya, yakni Pak Ade Dwiputra yang berhasil membeli paket perdana sebuah kartu seluler dalam bentuk angka 3, yang saat itu ia beli seharga Rp 180 ribu dan mendapatkan kuota 20 GB untuk setahun, saya baru tersadar sekarang sudah sekitar empat bulan berlalu dari masa promo operator yang telah menancapkan antena BTS-nya di sekitar halaman rumah saya :sad:

Kemudian bergegaslah kami menuju sebuah toko ponsel yang berhadap-hadapan dengan bagian depan Bandar Udara dan saya mendapatkan paket perdana sebesar 15 GB seharga 175 rebu. Syukur puji Tuhan, setelah saya suntik ke dalam telepon, tanpa harus diregistrasi karena sudah dilakukan oleh penyedia kartu — hape saya sudah lancar bergerak dengan cepat mengunduh informasi yang saya cari.

Sepulang anak saya dari sekolah dan biasanya ia berinternet sampai larut malam, saya cobakan kartu tersebut pada hape-nya yang berfungsi sebagai access point dan terbilang lumayan cepat gebrakan tampilan youtube di komputer tablet miliknya. Saya pun kepincut memasang kartu tersebut dalam tablet yang sudah setahun lalu saya miliki.

Kemudian di saat mempersiapkan pelatihan olimpiade sains di sekolah, beberapa pesan singkat dari beberapa siswa kelas 12 via twitter dolorosa meminta pertolongan untuk memeriksa password pendaftaran mereka pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi — yang berarti tanggung jawab saya menggunakan internet. Sementara hujan disertai petir terus menggantung di langit-langit kelam kota ini – dan kartu telepon resmi saya tertinggal karena sedang di-charge akhirnya saya nekat memasang Akses poin menggunakan tablet yang sama sekali belum pernah saya sentuh!

Berbekal nol putul dan perasaan tak menentu karena takut gagal, perlahan dan pasti saya memasang thetering android melalui tablet – mulanya agak sulit karena saya terlanjur mengatur hanya perangkat tertentu yang terpasang, eh ternyata harus dipancing dulu melalui segala macam perangkat boleh terhubung dahulu dengan perangkat tablet ini, nanti setelah terdaftar karena akan diregistrasi alamat MAC dari perangkat yang terpasang pada akses poin android ini, baru ditambahkan perangkat tersebut dalam daftar perangkat yang diizinkan — barulah kemudian bisa diubah lagi pengaturan sambungan peralatan lain (regulasi pengaturan perangkat yang terpasang dengan android AP komputer tablet).

Hasil pengujian menggunakan kartu 3 warna yang saya suntikkan sempat menyentuh angka 4 mbps yang kemudian menurun secara signifikan dan bertahan pada angka 1,5 mbps untuk perangkat kartu seluler dan tentunya tidak sekonsisten sambungan ADSL rumahan atau laboratorium yang berdedikasi pada angka 2 – 3 mbps. Itu semua tergantung pengguna lainnya operator seluler yang dipakai.

Tentu saja untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi dan berdedikasi, pemakaian kartu seluler di kota berada pada jam-jam di atas pukul 23 wib dan terus berlaku sampai pukul 5 pagi. Walau menurut promosi kartu ini berlaku dari pukul 0.00 hingga 6.00 tapi promosi kan bergantung dengan lokasi dan banyak atau sedikitnya pemakai.

Masih menurut pengalaman Guru TIK saya tadi, jika di daerah Jawa Barat atau Jakarta arah ke selatan dan Timur sebaiknya menggunakan kartu Indosat atau Smartfren yang termasuk akses cepat dan super. Untuk berselancar dan juga untuk mengunduh informasi.

Selamat Mencoba (walau sudah tertinggal) – saya lho yang ketinggalan zaman :P

Semangat Inovatif


Innovate – inovasi secara bebas diterjemahkan menjadi terus melakukan pembaharuan  atau terus berubah dari keadaan yang ada menjadi suatu keadaan yang dianggap ideal. Atau pengenalan terhadap suatu keadaan yang baru yang diharapkan mampu mempercepat terwujudnya suatu keadaan yang ideal atau stabil. Ideal atau stabil sepenuhnya belum tentu bisa dikatakan mapan, mapan belum tentu berarti kesuksesan. Bisa saja kemapanan atas suatu keadaan yang ideal adalah bentuk dari kesuksesan yang hampa. Mengapa hampa? Karena kesuksesan itu menjadi tidak bernilai atau tidak bermakna, terlebih-lebih tidak berasa.

Berasa apanya? berasa membahagiakan atau berasa menyenangkan (diri sendiri atau kelompok) atau berasa berarti bagi orang lain (berbagi dengan anggota komunitas atau anggota kelompok). Berarti yang seperti apa? Berarti bisa mengajak orang lain untuk berubah menjadi lebih baik dan lebih efisien, lebih hebat, lebih maju, lebih modern. Apakah berarti bagi orang lain juga dapat diterima atau dimengerti oleh anggota kelompok atau anggota komunitas?

Apakah selama ini kita tidak berinovasi? Inovasi atau perubahan terus terjadi baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Secara perlahan juga secara cepat, ada yang terasa tapi ada pula yang tidak terasa. Ada yang terukur adapula yang tidak diukur, karena perubahannya biasa-biasa saja sama seperti orang lain yang terus berubah juga.

Inovasi bermakna menampilkan yang baru, lain daripada yang lain. Menjadi guru inovatif — menjadi guru yang menampilkan cara sebagai guru yang lain daripada yang lain, menjadi guru dengan cara yang baru, menjadi guru dengan memperkenalkan cara belajar baru,  guru yang memperkenalkan metode mengajar baru, pendekatan belajar maupun pendekatan mengajar yang baru. Bisa ada kemungkinan yang baru sekarang sebenarnya telah lama dijalankan oleh orang lain di tempat lain, negara lain, kawasan lain dan baru boom atau tren di tempat kita saat ini.

Inovasi terlahir karena ada masalah, masalah muncul karena pertentangan antara kepentingan tertentu dengan sumberdaya yang ada. Salah satu contoh mata pelajaran TIK yang dulu menjadi ikon dari KTSP dan namun kurikulum 2013 tidak muncul lagi, padahal betapa pentingnya mata pelajaran itu. Terlepas dari kekurangan sumberdaya di beberapa sekolah maupun wilayah dalam melaksanakan pelajaran ini yang kemudian tergerus dan digantikan sebagai kursus komputer.  Akhirnya peserta didik yang memiliki uang cukup yang bisa menikmati dan menggunakan peralatan tersebut selain menggunakan jasa warung internet atau warung game online selain perangkat seluler.

Yang sedang hangat melanda komunitas guru yang saya jembatani adalah seru-serunya Omjay Panggilan Bapak Wijaya Kusumah, guru TIK di SMP Lab School Jakarta untuk memunculkan kembali mata pelajaran TIK dan KKPI di SMK. Karena pelajaran ini begitu penting dan tidak bisa terjadi begitu saja tanpa ada yang membimbing dan mengawasi keutuhan pemahaman mengenai pelajaran teknologi ini.

Semula saya mengira TIK ditiadakan dalam kurikulum 2013 karena beralih wajah menjadi Prakarya atau keterampilan, ternyata dugaan itu tidak tepat. Karena akhirnya prakarya di sekolah saya adalah mengubah suatu peralatan atau barang usang menjadi peralatan atau barang yang bisa dipergunakan kembali dalam fungsi yang berbeda. Misal tas dari bungkus sabun cuci, dompet dari bungkus odol, bunga dari plastik kresek. Yang sesungguhnya mata pelajaran ini “merampok” hakikat topik-topik pelajaran seni budaya.  Ataukah memang sengaja dibuat begitu atau memang karena tidak ada alasan lain?

Saya kagum membaca perjuangan Bu Amiroh dari SMKN Jombang bersama rekan-rekan guru SMK lainnya yang mengajukan kajian akademik perubahan mata pelajaran KKPI menjadi mata pelajaran Sistem Digital.  Perlu sekali pengenalan baru mengenai keberadaan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ini juga termasuk KKPI di tingkat SMK.

Itulah semangat inovasi — mengenalkan sesuatu yang baru setelah terbungkus dari merek yang lama dan sebenarnya termasuk di dalam Teknologi Informasi Komunikasi.

Karir Tamat !


Akhir dari semua pengabdian para aparatur sipil atau pegawai negeri adalah masa pensiun. Banyak rekan-rekan saya, yang guru maupun non-guru telah memasuki masa tersebut. Ada yang memasukinya dengan penuh senyum kegemilangan sebab telah cukup memiliki tabungan yang akan dihabiskan di masa tuanya, ada juga yang penuh harapan cemas saat memasuki gerbang purnatugas tersebut. Bahkan ada yang tidak tahu menahu bahkan merasa, jika dirinya telah dipensiunkan!

Sepertinya memasuki masa penghentian sebagai pegawai negeri atau aparatur sipil negara bagi sebagian orang adalah normal dan wajar, tetapi bagi sebagian lagi yang “haus” akan kekuasaan, ketenaran dan manis madu memerintah adalah hal yang sulit untuk dilepaskan. Maka berbondong-bondonglah pensiunan-pensiunan baru ini berkiprah dalam komunitas lain yang diharapkan dapat memberikan mereka “jalur lain” untuk kembali mereguk madu memerintah yang netebene adalah keinginan berkuasa atas orang lain.

Rekan-rekan kami yang tugas sehari-harinya berbicara di depan kelas pun, tidak luput dari post power syndrome tersebut. Mungkin pula termasuk saya sendiri! Walau masa kerja saya masih cukup lama di dimensi yang berkaitan dengan pemerintah, namun lambat laun masa itupun akan saya masuki dan saya tempuh. Sama seperti giliran anak-anak mulai dari bayi hingga akhirnya menjadi mahasiswa. Hal itu merupakan proses panjang yang tanpa disadari tapi terus dijalani hingga mencapai tepian harapan.

Sepanjang jalanan lurus di daerah G. Obos Road yang panjangnya mencapai 20an kilometer dari ujung hutan hingga ujung bundaran kecil, ada dua stasiun perhentian sementara karena dipasang lampu lalu lintas. Motor-motor kecil dan besar yang masih kencang dan baru, pun yang sudah berusia dan cenderung menuju tua berlomba-lomba memacu kecepatan menyempatkan diri “lolos” dari jebakan lampu merah. Sama seperti itupula para aparatur sipil yang masa-masa ini pun masa mendatang perlahan-lahan memasuki masa pensiun mereka.

Perlombaan tadi belum usai selama nafas masih dikandung badan.

I Know What You Did Yesterday !


Sepenggal judul ini mengingatkan saya akan felem horor yang menceritakan sekumpulan anak muda yang karena dugem dan kongkow-kongkow mabuk-mabuk miras kemudian bermabuk narkoba akhirnya menabrak sesuatu entah seseorang atau sebuah alien. Yang akhirnya ketidakpedulian mereka ini berbuah kematian satu-persatu kepada anggota kelompok tersebut dan jeng jeng jeng aktris yang saya kagumi Jeniffer Love Hewitt selamat dari pembantaian dan melanjutkan serial tersebut di televisi.

Ujung-ujung felem tadi juga mirip dengan Final Destination mulai dari seri pertama hingga seri ke-4 yang diberikan para siswa saya, terima kasih kepada Achrizal Haq kelas XII IPA-2 yang telah membagikan salah satu dari judul tersebut ke memori penyimpanan pada hari Kamis yang lalu :D .. ending dari film tersebut memang mengerikan walau disamarkan dalam bentuk kartun yang kesemua pemainnya diceritakan terkena kutuk kematian disambar sebuah truk.

Ada apa dengan judul ini?
Sama seperti perjalanan para kelompok anak muda yang asyik masyuk dengan masa mudanya, melupakan apa yang dilalui dan dilewati serta membiarkan sebuah kewajiban atau kehati-hatian, main tabrak serta selonong doang yang kemudian mereka buang perasaan untuk menaati kewajiban tadi dengan berkilah “ah tidak tau” atau “ah masa bodoh”, “ah EGP (emang gue pikiran)”, dan semacamnya. Namun dari ketidak hati-hatian tadi, ketidakpedulian tersebut akan berbuah “sesuatu” yang bisa merugikan masa depannya (hal ini pun sebenarnya masih asumsi dan duga-duga yang tidak berdasar) atau bahkan untuk meraih keberhasilannya mereka harus berjuang jauh lebih keraass dari biasanya dibandingkan mengikuti tips yang diberikan secara sukarela dan gratis dari pembimbing kelasnya.

Tapi saya sendiri tidak juga membenarkan, bahwa yang dikatakan oleh para guru semuanya benar dan mutlak! Sebab setiap peserta didik akan menghadapi inkubator atau arenanya masing-masing, arena pertandingan yang mereka hadapi akan terus berganti dan tidak sama dengan yang kami sudah lalui. Kadang kala guru juga terlalu absurd menafsirkan serta memberi informasi yang cenderung menakutkan walau semua perkataan itu tidak tepat adanya pada saatnya nanti.

Hanya saja yang dapat dijadikan pedoman adalah berjalan peliharalah kaki dan berbicara  peliharalah mulut,  kalo makan peliharalah lidah –  menulis blog seperti ini? Menulis peliharalah kalimat tulisannya. walau aturan penulisan tinggal sebuah aturan, sebaiknya mengikuti aturan penulisan yang sudah disampaikan para penulis hebat-hebat sebelum saya ini,   selebihnya yang penting isi makna tersampaikan menurut si penulis (entah menurut si pembaca).

Kadang-kadang namun sering saya berpikir, bahwa yang terdampar di blog ini sebenarnya selain karena sengaja juga karena penasaran dan ketidaksengajaan. Makanya tulisan-tulisan yang sudah hadir maupun yang akan hadir — semoga mendapat tempat yang layak kalo tidak layak menurut Pembaca maka langsung saja arahkan ujung kursor ke tanda silang dalam kotak merah di pojok kanan atas kemudian di-klik dan woala … selamat menikmati tampilan wallpaper komputer anda.

And I (Still do not) Know What You Did Yesterday !

 

 

 

 

 

Gerak Lurus, Vertikal, dan Peluru (Fisika SMA dan SMP)


Sebagai kelanjutan dari pembahasan dan telaah soal-soal untuk mempersiapkan ujian bagi para siswa SMP dan SMA, berikut saya lampirkan hasil pemindaian catatan-catatan yang saya buat sebagai bahan ajar khusus untuk dipelajari.

Topik yang dibahas kali ini tentang Gerak Lurus, Gerak jatuh bebas (vertikal ke bawah), Gerak dilempar ke atas (Vertikal ke Atas), dan Gerak Peluru (atau gerak parabola)

Selamat mengunduh.

IMG_0002 IMG_0001 IMG_0003 IMG_0004 IMG_0005 IMG_0006 IMG_0007 IMG_0008 IMG_0009 IMG_0010 IMG_0011

 

 

 

Penuntun Fisika SMP (1)


Menjelang ulangan umum atau ujian nasional, kali ini saya menampilkan seri-seri penyelesaian singkat soal-soal Fisika untuk para siswa sekolah menengah pertama atau yang setingkat dalam bentuk foto-foto hasil scan, silakan diunduh untuk dipelajari atau jika bisa dikumpulkan sebanyak mungkin bisa dikliping bahkan mungkin dapat dibukukan :D

Penuntun penyelesaian ini saya ambil dari kelas 7 sampai kelas 9 berdasarkan buku paket Fisika SMP yang berlaku mengikuti Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Sebenarnya apapun kurikulumnya, soal-soal sebagai bahan ujian tidak begitu terpengaruh karena berbagai kemampuan yang diharapkan dapat dikerjakan oleh siswa hanya sebagai salah satu ujian atas pemahaman atau kemampuan para siswa menyelesaikan soal-soal. Toh, soal-soal inipun sebuah permainan dan siswa diajak untuk mengenal jenis permainan tersebut untuk dapat menentukan aturan main berikutnya.

Harapan saya tidak hanya berguna bagi bapak/ibu guru IPA SMP atau Fisika SMP, SMA, SMK saja pembahasan dan penuntun sederhana ini, tetapi juga semoga dapat dimanfaatkan oleh para orang tua siswa atau pengajar lainnya dalam mempersiapkan para peserta didik menghadapi ujian-ujian.

Selamat Mempelajari dan semoga berkenan.

IMG_0001 IMG_0002 IMG_0003 IMG_0004 IMG_0005 IMG_0006 IMG_0007 IMG_0008 IMG_0009 IMG_0010 IMG_0011 IMG_0012

Gegas Pagi


Sekalipun mata berat tak kuasa menahan lemahnya engsel mata, namun pagi ini saya terpaksa harus bangun lebih awal untuk menyiapkan instrumen penilaian ujian praktik. Tak terasa jauh lebih berguna bangun pagi dini hari karena badan menjadi lebih bersemangat dan nafas yang ditarik tidak menerima aroma yang kurang sedap sebab kalah bersaing dengan mahluk hidup lainnya.

Karena hari ini masih hari aktif ke kantor dan ke sekolah, seusai gerakan mencetak dan perkantoran bergegaslah para anggota rumah tangga yang masih bersekolah untuk membasuh diri, menyiapkan minyak wangi sembari pergi menuju sasana penggemblengan.

Ada yang menaiki angkutan umum, angkutan pribadi hingga berjalan kaki. Tak jarang masih tampak lengang jalan-jalan utama, karena kebiasaan terlambat berangkat rupanya merupakan warisan orang tua sebab kantor-kantor baru buka pukul 7.00 itu pun sering terlewatkan karena baru ramai aktivitasnya setelah pukul 08.00 wib.

Sayang sekali jika kebiasaan bangun pagi untuk memperkuat jiwa bangsa akhirnya perlahan rapuh dan luluh karena kebiasaan orang dewasa yang ke kantor saja suka kesiangan. Apalagi hanya lima hari kerja. Memang kota kecil ini belum terbiasa dengan kemacetan sebab jalan sepanjang 10 kilometer bisa dikebut tiba di tempat dalam waktu 10 menit kurang (termasuk melintas dengan sengaja saat rambu-rambu lampu lalulintas menunjukkan warna merah!)

Gegas pagi di saat hari baru menunjukkan pukul enam, memang menyenangkan karena jalanan masih sepi, para tukang sapu jalanan masih beraksi dan masih sedikit kendaraan yang berseliweran tidak kebut-kebutan dikejar deadline.

Laboratorium Fisika


Beberapa saat setelah dikejutkan dengan simulasi Crocodile Physics 605 yang telah saya peroleh, saya penasaran dengan mencari simulasi untuk mekanika atau kesetimbangan benda tegar. Rupanya hasil pencarian tersebut masih belum berjodoh namun saya menemukan cara penyelesaian soal fisika lain beserta solusi (jawabannya).

Soal-soal yang dikumpulkan oleh Physics Lab ini merupakan arsip-arsip soal ujian sejak tahun 1970an yang ternyata masih bermakna dan sering dilatihkan dalam soal-soal buku paket fisika SMA maupun SMP. Diberikan dalam bahasa yang sederhana juga ada penyelesaian yang sederhana pula. Sekilas mirip sekali dengan Buku Fisika seri Schaum untuk fisika dasar. Juga cocok untuk para mahasiswa dan pembelajar fisika pada tingkat dasar dan menengah termasuk untuk menambah pemahaman tentang kemampuan dasar fisika.
Semoga tautan berikut bermanfaat bagi para pelajar Fisika yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian sekolah setingkat SMA atau Perguruan Tinggi atau siswa-siswa yang tengah mengasah pengetahuannya menghadapi olimpiade sains.
Sebagai informasi di Kalimantan Tengah akan diadakan seleksi Olimpiade Sains tingkat kabupaten kota pada awal April 2014.
Maka halaman-halaman berikut semoga berguna :

Daftar isi laman :
Pengantar Matematika dalam Fisika,
Pengetahuan dasar tentang Vektor dalam Fisika,
Grafik-grafik gerak lurus,
Persamaan Gerak Lurus,
Gerak Peluru (Gerak Parabola),
Dinamika Gerak Lurus (Hukum Newton dan Gesekan),
Usaha dan energi (Hukum Kekekalan Energi),
Momentum dan Tumbukan,
Gravitasi Umum,
Gerak Melingkar Beraturan,
Gerak Vertikal Beraturan,
Pegas, Dinamika Gerak Rotasi (Torsi),
Gelombang dan Bunyi,
Lensa dan Pembiasan,
Cermin dan Pemantulan,
Interferensi dan Difraksi
,
Fisika Modern,
Suhu dan Pemuaian Fisika,
Teori Gas Ideal,
Termodinamika,
Fluida Zat Alir,
Elektrostatik,
Rangkaian Arus Searah,
Kemagnetan, dan
Induksi Magnetik.

Soal-Soal Latihan antara lain : Panas (Kalor), Gravitasi, Dinamika Newton (Dinamika Gerak Lurus), Kinematika Gerak Lurus, Penyelesaian Soal Grafik Kinematika Gerak Lurus, Optika Geometri, Optik Fisik, Resonansi, Gelombang Bunyi, Pegas, Gerak Harmonis Sederhana, Gerak Rotasi, Masalah-masalah Vektor, Efek Doppler, Gelombang Mekanik

Soal-Soal Ujian Fisika di New York : arsip tahunan 1996 – 2005

Untuk Mekanika :
Hukum Kekekalan Tumbukan pada Rakit
Gerak Peluru Bola Golf
Percepatan Antelope

Fluida :
Ujung Gunung Es
Berat Jangkar

Optik Fisis :
Soal Tentang Santa Clauss (Kisi Difraksi)

Untuk Astronomi :
Periode Orbit Satelit
Periode Orbit Planet menggunakan Hukum III Keppler

Waktu Paruh Nuklir :
Science Fair
NuclearFlu

Tingkat Energi Atomik :
Energi Elektronik Air Raksa
Energi Dalam Bohr

Beberapa Permainan dan Olah Raga yang dibahas dalam Fisika
Antara lain : Bisbol,

Soal-Soal Uraian Fisika beserta Penyelesaiannya (silakan masukkan topik pada alamat yang dituju)

Soal-soal Menarik beserta Penyelesaiannya

Daftar Isi Persamaan Matematika yang dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan Fisika
Animasi Fisika dalam Java

Bulan Madu Sudah Usai


Hari ini adalah hari terakhir manis madu itu direguk oleh para siswa kelas XII yang terjun bareng mengikuti ujicoba Ujian Nasional. Di antara kontroversi dan sering dipertentangkan mengenai ujian nasional ini yang konon berbiaya mahal, bahkan digambarkan pada film Revolusi Tiongkok, para pemikir-pemikir masa depan Cina yang pulang dari Luar Negeri dan kemudian mengajar di Universitas-Universitas terkemuka Tiongkok saat itupun tidak menganjurkan adanya Ujian Nasional yang bersifat tradisional, kolot, feodal, tidak lagi berpikir maju.
Namun kita sudah cukup latah mengikuti arus utama ini dan tidak bisa lagi mundur, menolak bahkan menentang karena semua sudah digariskan melalui kebijakan pemerintah. Sekarang sisanya adalah bersiap-siap menghadapi ujian akbar tersebut sebenar-benarnya.
Masa-masa uji coba atau try out masih dianggap sebagian besar siswa sebagai masa mereguk manisnya madu karena masih bisa bermanja-manja dan bersenang-senang sekalipun dibalut dengan cicipan rasa ujian yang akan mereka hadapi. Regukan manis latihan belum tentu setara kehebohannya dengan ritual yang sebenarnya. Karena masa itu akan segera tiba dan tidak ada lagi rengekan serta manisnya.
Mungkin akan jauh lebih manis — hasilnya atau mungkin pula bisa pahit.

Visualisasi Pembelajaran


Salah satu topik ini dibicarakan oleh Dosen kami dulu saat masih S1 Pendidikan Fisika di Universitas Palangka Raya ini. Beliau berhasil membawakannya pada seminar pendidikan di Makassar beberapa waktu lalu.
Benar sekali, visualisasi memudahkan para pembelajar untuk mengabstraksikan atau membayangkan topik yang sedang dibahas apalagi topik-topik pelajaran fisika itu terkenal rumit dan susah dibayangkan.
Jika anda berpikir bahwa penggambaran pembelajaran Fisika menggunakan animasi atau simulasi atau film, sepertinya gambaran tentang video dari youtube, animasi flash, rentang stop motion, presentasi dengan ODP atau powerpoint agak sedikit meleset.
Karena visualisasi fisika yang digunakan ini bukan hal-hal tersebut, melainkan menggunakan MatLab. Sebuah program aplikasi saintifik yang cukup terkenal.

Apa itu MatLab? silakan kunjungi website produsennya

Secara umum MatLab digunakan pada bidang sains dan keteknikan. Lebih jauh perkembangannya ada di website produsennya

Visualisasi MatLab untuk Pelajaran Fisika Di sini tersedia beberapa bab contoh dan program MatLab untuk pembelajaran Fisika dalam html

Pada alamat http://www.mathworks.com/discovery/teaching-physics.html juga diberikan seminar melalui cast tentang pemanfaatan MatLab dalam Pengajaran Fisika serta contoh simulasinya dalam bentuk video agar dikenal lebih ringkas.

Aplikasi MatLab ini pula yang digunakan dalam mengerti tentang Fisika Komputasi.

Kamu pilih yang mana?


Tiga pekan lagi, pertemuan dengan siswa kelas XII akan mencapai puncaknya. Ritual yang itu-itu saja akan mereka lalui dan akhirnya bulan Mei 2014 kelak akan diumumkan bahwa para siswa ini mungkin semuanya lulus dan pasti menempuh jalan kehidupan yang baru.
Menjadi mahasiswa adalah impian nyata walau bagi sebagian kecil siswa ini hal itu merupakan hal berat dikarenakan biaya. Namun, jangan kuatir. Untuk anda yang berlangganan koran JawaPos atau berkait dengan jejaring JP-Net, sekarang ada beasiswa dari salah satu capres yang bekerja sama dengan Universitas Surya untuk memberikan beasiswa.
Tentu saja jalan tersebut harus dilalui dengan berbagai tes, salah satunya nilai rata-rata rapot dari semester 1 hingga semester 5 SMA/SMK/MA minimalnya rata-rata 8,0 (delapan).

Nah, sekarang tinggal pilih jalan mana yang akan anda tempuh?

Psy War


Istilah ini saya tarik setelah beberapa saat lalu di Blog Keroyokan untuk Guru yang saya ikuti hadir seorang member atau lebih tepatnya akun Anonim (akun tak bernama jelas — terselubung) yang menggedor suasana, memecahkan kebekuan mental dan bagi saya pribadi cenderung menebarkan fitnah, kebencian, kesal, teror.
Akun anonim sesuai dengan maksudnya, dibuat dengan tujuan mengubah sebuah “kemapanan” sebuah gaya yang cenderung menjadi ritual menjadi sebuah gaya yang spontan, apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, suka-suka hingga tidak perlu mengerti dan memahami perasaan anggota lain dalam menanggapi atau mengomentari.
Pesan khusus dari Akun Anonim Pertama ini adalah Psy WarPsychology War. Perang Psikologis. Sebuah perang yang dirancang untuk menyerang benak (pikiran, mind) pihak lawan, menebarkan teror mental, menebarkan intrik dan konspirasi. Perang psikologis konon digunakan memecahkan keberanian yang berapi-api menjadi ciut nyali hanya dengan propaganda, provokasi tertulis atau sebaran berita Hoax (Palsu) atau bahkan dengan perang kata-kata, perang polemik, perang media, perang informasi, saling mematahkan klaim antarpihak, menurunkan moral bertempur, moral untuk bertahan, moral untuk berjuang, membuyarkan konsentrasi, menghilangkan semangat juang dengan satu tekad memenangkan sebuah tujuan besar, Untuk Menang!
Perang bisa berarti sebuah kegiatan menggunakan segala sumberdaya kekuatan menyerang pihak lain, yang tidak tahu, tidak siap, pura-pura tidak tau, tidak mau tau, tidak berdaya, lemah, tidak menyangka diserang atau pihak lain yang tidak waspada, kurang awas, lumpuh.
Perang membutuhkan taktik, perencanaan penyerangan, menggunakan segala informasi tentang kelemahan atau bahkan kelengahan lawan. Menguasai pikiran lawan dan kekuatannya sehingga lawan tidak bisa melakukan serangan balik atau mematahkan serbuan.
Perang Psikologis seolah tidak berhenti dalam waktu satu dua hari, seminggu dua minggu, bulanan bahkan tahunan. Ketersediaan sumber daya pelaksana peperangan kadang menjadi masalah selama perang dilaksanakan atau saat kampanye (perang) berlangsung. Selain sumber daya, yang menjadi daya juang dalam perang adalah Tekad, Semangat, Spirit. Juga Anggaran, Biaya menjadi faktor tersendiri.

Salah satu dalam Perang Psikologis tadi terjadi dalam Blog Keroyokan yang saya ikuti seperti pengantar di atas.
Baca lebih lanjut

Faktor U


Keikutsertaan saya pada suatu blog keroyokan yang dianggotai para guru telah mencapai suatu titik. Ketika beberapa kali rekan-rekan mengirimkan pesan baik melalui sms ataupun pesan jejaring sosial, bahwa betapa cepatnya tulisan mereka “tenggelam” dalam blog keroyokan tersebut.

Hal ini memang suatu resiko dari sebuah blog yang diisi secara beramai-ramai karena para anggotanya sangat terstimulasi atau bahasa gaulnya “terangsang” untuk terus menulis dan memenuhi website tersebut. Sampai-sampai ada usulan untuk mengadopsi format blog keroyokan ala guru ini dengan blog keroyokan yang sudah sangat terkenal seperti Kompasiana.

Jika dibandingkan dengan website tersebut, jurnalisme warga Kompas, memang blog keroyokan ini tidak sebanding malah seperti pengisi tulisannya hanya berkisar dari anggota yang sama. Sementara di Kompasiana, semua anggota terus bertambah setiap saat bahkan setiap detiknya. Mengapa demikian? Sebuah fenomena yang hanya Kompasiana saja yang memilikinya :D

Kembali pada topik blog keroyokan para guru yang digelari Guru Era Baru, kehadiran anggota-anggota baru (atau anggota baru yang baru benar-benar menulis tetapi sebenarnya sudah lama menjadi pembaca semata bahwasanya disebut “silent reader” masih merasa bahwa dirinya sama seperti menulis blog menulis blog pribadi padahal sebenarnya menulis di blog keroyokan. Ada yang membawa dampak yang baik, namun lama-kelamaan kebiasaan  egois tersebut menyimpang menjadi kebiasaan monopolistik semakin menyemarakkan suasana (mengeruhkan cenderung menjenuhkan).
Seperti Biasa Buat yang Mau Membaca Artikel terusannya

Ulangan Semester Genap 2014 Kelas XI


Sebelum ulangan akhir semester genap tahun 2014 berlangsung, sebaiknya saya berikan dahulu pokok-pokok ujinya sehingga semua siswa yang berada di kelas XI dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya :

  1. Momentum dan Impuls
  2. Hukum Kekekalan Momentum
  3. Tumbukan
  4. Dinamika Gerak Rotasi Torsi dan Momen Inersia
  5. Momen Inersia Benda Tegar
  6. Hubungan Translasi dengan Gerak Rotasi
  7. Menggelinding dan energi kinetik
  8. Kesetimbangan tali
  9. Kesetimbangan batang
  10. Kesetimbangan papan
  11. Kesetimbangan jembatan
  12. Titik berat (satu dimensi, dua dimensi, dan tiga dimensi)
  13. Fluida Statis (Hukum Hidrostatis, Hukum Pascal, Hukum Archimedes, Tegangan Permukaan)
  14. Fluida Dinamis (Hukum Bernoulli, Penerapan Hukum Bernoulli, Aerodinamika, Roket)
  15. Teori Kinetik Gas
  16. Kecepatan rata-rata kuadrat partikel gas dan Energi Kinetik
  17. Teori Ekipartisi Partikel Gas
  18. Derajat bebas dan Energi Dalam
  19. Hukum 1 Termodinamika
  20. Hukum 2 Termodinamika
  21. Mesin Carnot
  22. Hukum 3 Termodinamika
  23. Mesin Pendingin
  24. Entropi

Sepertinya “hanya” 24 topik uji di semester genap ini sebelum berakhir.

 

Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2014


Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tahun 2014 (Nomor 5 tahun 2013, Nomor 335 tahun 2013, Nomor 05/SKB/MENPAN-RB/08/2013 maka ditetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2014 sebagai berikut :

libur nasional

cuti-bersama-2014

Kecuali untuk penetapan tanggal 1 Ramadhan 1435 H, Hari Raya Iedul Fitri 1435 H, Iedul Adha 1435 H menurut kalender umum ditentukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Ritual Akbar


Diselenggarakan sebagai persiapan sejak akhir Februari 2014 dilanjutkan pertengahan Maret 2014 dan berpuncak pada 14-17 April 2014. Terlepas dari pro dan kontra, sebagai garda terdepan di sekolah milik Pemerintah Daerah kami tidak mau gegabah dengan melepaskan amunisi penolakan. Maaf, tugas kami selaku aparatur sipil negara yang diperintahkan mengawal mutu pendidikan di Kalimantan Tengah terutama di Palangka Raya adalah tetap dengan cara yang elegan dan egaliter serta tidak keluar dari tataran kewajaran edukator memberikan asupan dan pelatihan kepada para siswa kelas 12.

Terutama yang menjadi wilayah kewenangan pengajaran kami di sekolah ini, mungkin pula berbagi pengalaman kepada siswa pada level yang sama di sekolah lain di seluruh pelosok dan penjuru negeri tercinta, Indonesia.

Menerawang ke hari-hari pengujian tersebut, perlu diamati dan dipersiapkan catatan-catatan atau suplemen induksi berupa topik-topik khusus :

  1. Vektor dan arah penggambaran resultannya
  2. Kinematika Gerak Lurus
  3. Gerak Rotasi Gaya Sentripetal
  4. Suhu dan Pemuaian Benda
  5. Energi Kalor
  6. Radiasi Kalor
  7. Rangkaian Listrik Arus Searah
  8. Optik Geometri
  9. Alat-alat optika
  10. Gelombang Elektromagnet
  11. Persamaan gerak bidang datar
  12. Persamaan gerak melingkar
  13. Gravitasi
  14. Hukum Keppler orbital Planet
  15. Elastisitas
  16. Gerak Harmonis
  17. Energi Gerak Harmonis
  18. Usaha dan Energi
  19. Impuls dan Momentum
  20. Hukum Kekekalan Tumbukan
  21. Dinamika Gerak Rotasi
  22. Menggelinding dan Kekekalan Mekanika Benda Putar
  23. Kesetimbangan Tali atau tangga
  24. Kesetimbangan batang satu dimensi
  25. Titik berat
  26. Fluida Statik Utama
  27. Fluida Dinamis
  28. Penerapan Hukum Bernoulli
  29. Teori Kinetik Gas (Konsep Mol)
  30. Energi Dalam dan Derajat Bebas
  31. Termodinamika
  32. Gelombang Mekanik dan Bunyi
  33. Interferensi Cahaya
  34. Relativitas
  35. Arus dan Tegangan Bolak Balik
  36. Listrik Statik
  37. Teori Atom
  38. Spektrum Atom Hidrogen
  39. Inti Atom, Radioaktivitas, Energi Ikat Inti, Isotop
  40. Energi Nuklir

Konsep-konsep ini merupakan konsep esensial, jika ada konsep esensial lainnya yang belum termaktub berarti menyesuaikan dengan paket soal-soal yang telah didapat sebelumnya. Sebagai arsip silakan mengunduh arsip soalnya di urip.wordpress.com

Try Out Fisika 2014


Silakan diunduh soal kompilasi try out atau ujicoba Fisika yang saya kumpulkan bersama Rasyid Ridho tahun 2008 untuk tahun 2009/2010 :D

soal-kompilasi-ke-21 (tipe soal dokumen silakan klik kanan lalu “save as” atau open in a new tab dengan Mozilla Firefox)

Selamat Mengerjakan (mohon maaf belum diberikan kunci jawabannya)

Digital Natives yang Teledor


Saya sangat menyadari tentang kecepatan tanggapan dan responsivitas anak-anak di masa kini yang sangat fasih dan mumpuni menguasai bahasa gadget dibanding bahasa ibunya bahkan bahasa asing. Bermodalkan gocekan dan pencetan pada alat-alat telekomunikasi seluler, gadget, tablet hingga pil dan sirup. Para Anak-anak kecil di masa kini yang kita sebut sebagai Penduduk Digital atau Digital Natives benar-benar memiliki supremasi untuk menguasai teknologi komunikasi dan berbahasa digital.

Tapi sayangnya, saat mereka berada di jalan raya entah untuk bermain-main atau bersenda gurau dengan rekan sebaya. Keawasan dan kemumpunian mereka tentang kerja berlapis (multi-tasking) menggunakan gadget seakan sirna dan tergantikan dengan celaka.

Bayangkan saja, anak-anak seusia sekolah dasar bahkan hingga Sekolah Menengah Pertama yang populasinya mencapai 30% dari seluruh penduduk Indonesia – seakan tidak waspada dan tidak mengerti bahaya yang mengintai dari setiap bilik kendaraan bermotor mulai dari yang kecil hingga yang berkekuatan megaton.

Di jalan-jalan lingkungan dan cenderung sepi, para digital natives ini seakan menantang bahaya dengan berjalan kaki biasa, menyeberang tanpa melihat sisi kiri dan kanan untuk menjaga kewaspadaan atau bersepeda berhenti ke pinggir yang tidak terkena lintasan kendaraan bermotor. TIDAK !

Justru mereka menantang bahaya tersebut sama seperti sebuah game atau permainan uji nyali.
“Pokoknya akulah penguasa jalanan dan trek ini, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi “

Seorang anak kecil sekitar 10 tahunan dengan asyik dan langkah gontai menyeberang jalanan ramai yang sesak kendaraan, beralaskan terompah yang lebih besar dari ukuran kakinya tanpa menyadari sebuah Mobil yang bermassa besar dan berbobot maksi yang tengah berjalan pelan (rupanya sang Driver telah menyadari keteledoran anak ini). Tiba-tiba melintas tanpa melihat kiri dan kanannya langsung menuju ke rumah orang tuanya.

Untunglah sang Driver sempat menghentikan kendaraan tepat beberapa centimeter dari badan si gadis kecil Digital Natives ini yang dengan spontan dan bersukaria tidak menyadari Pencabut Nyawa hanya beberapa jengkal dari raganya !

Sayang sekali, para digital natives yang notabene masih sangat belia. Belum memiliki responsi terhadap faktorisasi di sekelilingnya !

 

 

Merangkaikan kata dengan akhiran “-si”


Abolisi – Aborsi – Abrasi – Absorbsi – Adiksi – Administrasi – Afeksi – Agensi – Agitasi – Agresi – Aliansi
Akademisi – Akomodasi – Aksentuasi – Aktivasi – Aktualisasi – Akuntansi – Amplifikasi – Amputasi
Anestesi – Animasi – Arogansi – Apersepsi – Aplikasi – Argumentasi – Asimilisasi – Asosiasi
Asumsi – Asuransi – Birokrasi – Definisi – Degradasi – Dehidrasi – Dekadensi – Deklarasi
Demarkasi – Demiliterisasi – Demokrasi – Degenerasi – Demonstrasi – Depresi – Desentralisasi
Deskripsi – Deteksi – Difusi – Digitalisasi – Dilatasi – Dimensi – Diseminasi – Disfungsi
Disipasi – Disjungsi – Diskusi -Dispersi – Disposisi – Distorsi – Distribusi – Edisi – Edukasi
Efisiensi – Ejakulasi – Eksekusi – Ekskresi – Eksepsi – Ekspansi – Ekspektasi – Ekipartisi – Ekspresi
Emosi – Emulsi – Ereksi – Erosi – Erupsi – Esensi – Evaluasi – Evolusi – Fantasi – Fasilitasi – Federasi – Fermentasi – Fiksi – Filterisasi – Finalisasi – Fisikalisasi – Fluktuasi – Formasi – Frekuensi – Friksi – Frustrasi – Garansi – Generalisasi – Generasi – Globalisasi – Gombalisasi
Gradasi – Gratifikasi – Gravitasi – Halusinasi – Harmonisasi – Hibernasi – Humanisasi – Identifikasi
Imigrasi – Imperialisasi – Implikasi – Improvisasi – Imunisasi – Indikasi – Induksi – Induksi
Induktansi – Industrialisasi – Infeksi – Infiltrasi – Inflamasi – Informasi – Inovasi – Inseminasi
Inspirasi – Instansi – Instruksi -Integrasi – Intelejensi – Interaksi – Interferensi – Internasionalisasi – Internitasasi – Interupsi – Intuisi – Inversi – Investasi – Independensi -
Investigasi – Interdependensi – Isolasi – Justifikasi – Kaderisasi – Kanalisasi – Kapasitansi – Klarifikasi – Koalisi – Kombinasi – Komisi – Komparasi – Kompetensi – Kompetisi – Komposisi
Kompresi – Komputerisasi – Komputasi – Komunikasi – Kondisi – Konduksi – Konfederasi – Konferensi
Konjungsi – koherensi – Konklusi – Konsiderasi – Konsistensi – Konstruksi – Konsumsi – Konspirasi
Kontemplasi – Kontingensi – Kontradiksi – Kontraksi – Konveksi – Konvergensi – Konversi – Koordinasi
Koperasi – Kopulasi – Koreksi – Korelasi – Korupsi – Kreasi – Kualifikasi – Legitimasi – Liberisasi
Literasi – Manipulasi – Mediasi – Mekanisasi – Migrasi – Militerisasi – Misi – Mobilisasi – Modernisasi – Motivasi – Musikalisasi – Narasi – Nasionalisasi – Naturalisasi – Navigasi
Negasi – Negosiasi – Numerasi – Observasi – Operasi – Optimalisasi – Organisasi – Orientasi – Otentifikasi – Otokrasi – Otomatisasi – Partisi – Partisipasi – Penetrasi – Periodesasi – Persepsi
Personalisasi – Personifikasi – Persuasi – Polarisasi – Politisasi – Populasi – Potensi
Praktisi – Premanisasi – Presentasi – Prestasi – Produksi – Profesi – Proklamasi – Promosi – Proporsi
Prosesi – Proteksi – Provokasi – Proyeksi – Publikasi – Radiasi – Radikalisasi – Deradikalisasi
Rasionalisasi – Reaksi – Referensi – Refleksi – Reformasi – Regenerasi – Regresi – Regulasi
Rekomendasi – Relaksasi – Relasi – Relevansi – Remisi – Renumerasi – Representasi – Reputasi
Resensi – Resepsi – Resesi – Resonansi – Responsi – Restorasi – Restrukturisasi – Revolusi – Rotasi
Sanitasi – Saturasi – Sedimentasi – Segmentasi – Seleksi – Sensasi – Sentralisasi – Sertifikasi
Signifikansi – Simplifikasi – Simulasi – Sirkulasi – Situasi – Skripsi – Solusi – Somasi
Sosialisasi – Spesialisasi – Spesifikasi – Stabilisasi – Standarisasi – Stimulasi – Substansi
Subtraksi – Suksesi – Supervisi – Teknisi – Telekomunikasi – Televisi – Toleransi – Tradisi- Transaksi – Transduksi – Transformasi – Transfusi – Transisi – Translasi – Transmigrasi – Transmisi
Transportasi – Unifikasi – Urbanisasi – Validasi – Variasi – Ventilasi – Verbalisasi – Verifikasi
Vibrasi – Visi – Visitasi- Visualisasi – Zonifikasi – Elevasi – Inklinasi – Sublimasi – Kristalisasi – Adhesi – Kohesi – Konotasi – Kuantifikasi – Inklusi – Inkubasi – Restitusi – Substitusi – Eliminasi – Ekuivalensi – Eksklusi – Divergensi – Tendensi – Dokumentasi – Deportasi – Teleportasi – Fabrikasi – Lubrikasi – Respirasi – Sekresi – Aspirasi – Internalisasi – Masturbasi – Difraksi – Fraksi – Ovulasi – Kolonisasi –

Bangun Lebih Pagi


Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku

Apakah memang benar seperti itu realitanya anak zaman sekarang? Bayi zaman sekarang? Balita zaman sekarang?
Jangan-jangan sewaktu lagu ini diciptakan, para balitanya sudah bisa merapikan tempat tidur sendiri (mungkin tidak tidur di kamarnya sendiri seperti sekarang) – apalagi waktu itu ngga terlalu banyak keluarga yang memiliki asisten alias pembantu.

Kenyataan yang terjadi, setelah bangun pagi trus mandi trus kabur ke sekolahan :P

Kenapa tidak membersihkan tempat tidur, karena tempat tidurnya hanya tikar doang bukan tilam apalagi ranjang pegas. Sebab siswanya kost. Merapikannya pun cukup dilipat kemudian ditendang masuk kolong lemari di pojokan. Sedikit sepak pojok di pagi hari sebagai kegiatan olah raga anti telat.

Bagaimana dengan lari pagi? Cukup bersemangat dan bertenaga karena mengejar angkot atau bis kota, berlari-larian berpeluhan termasuk setelah terlambat di halaman sekolah langsung melakukan ritual squat jump atas perintah penegak kedisiplinan.

Pesan sponsor hanya satu, besok terlambat lagi ya. Agar sehat !

 

 

 

Momen Inersia


Momen Inersia merupakan istilah yang menyatakan kecenderungan benda untuk dapat melakukan gerak rotasi. Mengingat kata kelembaman atau inersia, sama maksudnya dengan kecenderungan benda untuk mempertahankan kedudukannya (kemalasannya). Dalam istilah gaya anak muda zaman sekarang yakni PW atau posisi pualing wuenak !

Tentulah, benda berusaha mempertahankan kedudukannya karena berkaitan dengan kestabilan atau kesetimbangan dirinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kelembaman benda merupakan syarat agar sebuah benda dapat setimbang, berdiri kokoh, berdiri tegak, tegak menatap langit bak gedung pencakar bahkan menara sekalian.

Momen inersia merupakan faktor ikutan dari dinamika gerak rotasi yang disebabkan oleh Momen Gaya.
Momen Gaya yang sering terbaca sebagai huruf yunani “tau” bukannya gorengan sehari-hari “tau isi” adalah hubungan timbal balik yang saling tegak lurus (membentuk sudut 90 derajat) antara Gaya dan lengan kuasa yang menghubungkan ekor gaya terhadap poros benda.

Poros benda sering disebut sebagai pangkal atau titik awal gerakan.

Benda yang berputar pun bisa sinjal atau mengalami putaran yang tidak berimbang. Hal ini disebabkan letak porosnya yang tidak simetris atau tidak proporsional. Letak poros sebagai letak titik beban berperan penting dalam menentukan kestabilan putaran benda.

Misalkan sebuah batang besi yang berputar (berotasi) dengan poros pada salah satu ujung akan memiliki momen inersia yang memenuhi formulasi : 1.1Berikut adalah kiriman para pelajar mengenai perhitungan mereka terhadap posisi poros yang tidak proporsional atau tidak simetris terhadap kecenderungan geraknya melakukan rotasi.

Rr DienaRismilaDio Saskia Sri YantiVhirna 15KHexasMelina PutriDieny LuckyRr Diena Lagi

Kiriman Tanti Dwi Putri - Nun Jauh di Mato

Kiriman Tanti Dwi Putri – Nun Jauh di Mato

Pelajaran Relativitas


Relativitas berasal dari kata relatif atau perbandingan. Perbandingan berarti menghubungkan antara nilai sesaat terhadap nilai acuan.

Nilai acuan adalah kerangka dasar yang menjadi pedoman utama atau tolok hitung dalam teori fisika yang cukup rumit ini.

Ada empat unsur yang dibicarakan dalam relativitas yaitu : ruang (space), waktu (time), materi (matter), dan energi (energy). Keempat hal ini terkait menjadi satu kesatuan yang dipostulatkan oleh Einstein pada tahun 1904 dan dibuktikan dengan penghargaan Nobel yang diterimanya pada tahun 1915 untuk karya jeniusnya menerangkan ketidakjelasan teori Fisika Klasik dari Mekanika Galileo hingga Mekanika Newton untuk menjelaskan mengapa Cahaya tidak terpengaruh dalam geraknya.

Atas percobaan Michelson dan Morley, dunia terkejut karena ketiadaan zat eter sebagai zat subtantif penghantar cahaya. Einstein tampil menggedor keraguan para fisikawan yang mendasarkan asas mekanika biasa dan membentuk mahzab baru yakni Fisika Modern.

Penemuan-penemuan lain bermunculan, seperti teori kuantum Planck, Efek Hamburan Compton, Momentum deBroglie, hingga pada teori atom Modern dan akhirnya fenomena Dark Matter.

Pesanan Tetapan Relativistik

Ditemui Gita Wiryawan


Sekitar pukul 19 wib di saat komplek rumah kediaman saya sedang sepi, kala itu saya tengah mempersiapkan kertas kerja atau lebih tepat resep masakan untuk dikerjakan para siswa kelas XI IA-6 yang akan mendapatkan pelajaran Fisika pada pukul 7.15 WIB seusai upacara bendera setiap senin. Tiba-tiba pagar rumah dan pintu rumah saya dihentak desingan halus telapak tangan, tidak terlalu bertenaga tetapi cukup menggetarkan relung rumah kami yang baru saja direnovasi.
Dari dalam jendela, para pengintai melaporkan berita
“Om, sepertinya ada siswa anda, tapi orangnya besar-besar!”
“Oh, siapa ya kira-kira malam begini dan mengejutkan” timpal saya sambil membuka jendela
Tampak tiga pria muda perkasa kebetulan semuanya berbobot berlebihan dari orang-orang kebanyakan, segera saya kenali salah satunya adalah alumni tempat saya mengajar dan kebetulan putra rekan istri saya yang seorang guru dan letak rumahnya pun tidak jauh dari komplek kami tinggal.

“Maaf, ada apa ya?” ujarku setengah menekan kekagetan dan keheranan dengan kedatangan ketiga jaka ini

“Begini pak, besok ada yang mau berkunjung menemui bapak. Sama seperti yang di Katingan itu” ujar salah seorang pemuda berambut cepak tipis dengan senyum manis penuh simpatik berusaha menurunkan tensi keterkejutan saya.

“Jika demikian, mari kita berbicara di kamar tamu” ajak saya sambil mempersilakan duduk dan ingin mengetahui kedatangan ketiga orang utusan ini lebih jauh

Setelah melewati melewati percakapan yang sepertinya dirahasiakan itu. Di penghujung pertemuan, Wawan salah seorang anggota berbaju ormas putih kerah biru mengatakan bahwa akan ada deklarasi di Hotel Berbintang dekat rumah saya yang dihadiri seseorang sangat penting sekali.
Kegalauan meliputi yang sebenarnya tidak perlu

Mengolah Kelas


Selama ini menjadi guru notabene adalah menjadi seseorang pemain tunggal di kelas, dia berbicara sendiri, ngomong sendiri dan bertanya sendiri. Siswa atau peserta didik akhirnya menjadi pasif dan menjadi pendengar saja.
Jika pun diberi kesempatan bercakap-cakap di depan, seringkali siswa ini menjadi grogi dan akhirnya tujuan pelajaran menjadi tidak benar-benar tercapai. Ada yang melihat tujuan pelajaran dibuktikan dengan hasil nilai ulangan atau tes yang meningkat atau tinggi. Apakah memang benar begitu? Mungkin saja siswanya mencontek atau soalnya terlalu mudah! Atau mungkin soalnya bocor atau mungkin pula karena guru yang memberi les, lewat les itu latihan soalnya menjadi soal ulangan?
Semua kemungkinan bisa terjadi, sejauh mana itu adil atau tidak hanya para guru yang memiliki hati nuranilah yang bisa menjawabnya. Lalu yang tidak memiliki itu?
Paling jawabannya EGP = emang gue pikirin ?

Tulisan Galau tanda Kacau


Terngiang-ngiang tulisan tersebut saat saya baca di suatu web tempat berkumpulnya komunitas orang-orang yang mengaku dirinya sebagai guru. Sayang sekali komentar-komentar yang disebut pedas, anti mainstream dan seterusnya disebut sebagai bukan Bully.

Kenapa harus bukan bully? Karena anggota situs tersebut bukan orang lemah, semuanya orang kuat. Hal ini untuk menguji kebenaran katanya. Apakah dengan kata-kata seperti itu untuk menguji kebenaran? Keberadaannya pun masih simpang siur dan kelabu? Kebenaran diuji melewati eksperimen dan eksperience, jika menulis di web forum bukan berbentuk tulisan pribadi. Lalu tulisan kepunyaan orang lain?

Melawan penindas atau apapun bentuknya, yang katanya lagi orang-orang alim kelihatan aslinya. Lha memang begitu! Aslinya adem ayem, datang tanpa babibu – pertanda bahwa tulisan ini menandakan dirinya sendiri yang kacau.

Baiklah sesuai saran dari konsultan, bahwa penindas tidak usah ditanggapi karena akan menghabiskan banyak energi, perasaan jengkel ingin menimpali komentar akhirnya akan berbuah seperti tulisan pada paragraf ketiga.

Kubangan Kemiskinan


Seminggu yang lalu kami dihadiahi sebakul cempedak (antara nyata dan ngawur) karena mau disebut bakul terlalu kecil, saya sebut keresek pun masih kalah besar dengan bakul aslinya. Ya sudah, terima saja … Bakul karena terbuat dari pandan! Ngga terima awas !

Bakul ini berisi sekitar 3 biji buah cempedak, lonjong panjang besar dan bersisik persis nangka. Buahnya manis sangat dan empuk terutama kulit buahnya kuning kepucatan menarik selera untuk membetot dengan lidah dengan sedikit takik dari gigi kapak depan. Bedanya dengan nangka karena tidak licin mengkilap, buah cempedak cenderung kuning krem agak berpori.

Meskipun begitu biji cempedak sama lezatnya dengan biji nangka jika direbus dalam air panas selama 20 – 25 menit, selain bisa ditembak menjadi pelor saat perang-perangan atau dilempar dalam keadaan bulat, inti biji cempedak berasa seperti kuaci dalam ukuran maksi.

Karena kemiskinan yang demikian panjang, disebabkan penjajahan bangsa asing. Konon keluarga kakek saya dari garis ayah memiliki resep jitu serasa makan semur. Bijimana bro?
Keluarga kakek ini terdesak garis kemiskinan sampai celana komprang dan kain sarung pun harus terganti dengan kain goni yang gatal-gatal serta menimbulkan sensasi tak berkesudahan dengan meninggalkan garis-garis parit bekas tancapan kuku sisa garukan, datuk kami (sebutan dari ayah dari kakek atau kakek dari kakek) memiliki kebun buah bermacam ragam yang salah satunya cempedak ini. Kebun beliau tentu saja berada di belantara jauh dari pemukiman penduduk, hunian penduduk pun saat era akhir 1890an sangat jarang sama seperti kedudukan kacang goreng dalam genggaman rempeyek.
Setiap akhir desember sampai februari, buah cempedak berjatuhan layaknya hujan lebat di tengah tanah kerontang atau seperti bintang berkejaran menjelang pancaroba terang benderang di langit selatan. Cempedak yang berjatuhan ini begitu banyak kadang kala tidak termakan sehingga untuk mengawetkan dan memanfaatkan daging kulitnya yang empuk biasanya disayat tipis dengan membuang kulit ari yang busuk atau kehitaman kemudian diiris-iris seperti dadu besar ukuran 3 cm x 3 cm lalu dilumuri garam dan direndam dalam air selama seminggu. Jika bau yang dihasilkan dalam guci (“belanai” sebutannya di daerah kami) hasil rendaman itu berbau wangi keasin-asinan, maka “dami” pun siap disantap dengan digoreng atau dibuatkan sup berkuah.
Kenapa diberi nama dami, dami tidak lain dari daging miskin.
Walaupun berkubang dalam kemiskinan, keluarga datuk tetap bisa makan daging. :D

Sampai sekarang kami sering menyebutkan kulit buah cempedak yang direndam dalam garam cair dengan panggilan sayang “dami”

You Raise Me Up


Membangun kecerdasan berarti membuat sambungan antar sel-sel otak atau sinapsis. Teori mengenai kecerdasan yang terbaru menyatakan semakin banyak sambungan antar neuron-neuron dalam otak, menyebabkan kemampuan seseorang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mentalnya semakin meningkat. Bagaimana caranya?
Menggunakan tahapan Siler, yaitu CREATE : C = connect, R = related, E = explore, A = analyze, T = transform, E = experience (Metaphorming, 2013)

Membuat hubungan tersebut kemudian merelasikannya, meninjau cakupan dengan luas, menganalisis dan menilai hasil pengamatan cakupan, kemudian mengubah hingga mendapatkan pengalaman. Demikian kira-kira terjemahan bebas dari kredo tentang CREATE tersebut.

Sebelum belajar untuk membiasakan siswa menerima “pengosongan” atau “manajemen otak” saya membiasakan berdoa yang khusyuk dan dalam, kali ini sambil diperdengarkan alunan instrumen lagu You’re Raise Me Up (dipopulerkan oleh Josh Groban). Saya beri kesempatan siswa menyerap seluruh daya upaya kedalaman sanubarinya sembari nada-nada pelan mengalun dari pengeras suara bertenaga USB yang saya bawa khusus dari rumah.
Perlahan dan pasti seringkali saya pun meneteskan airmata sambil mendengarkan alunan lagu ini mengingat seluruh flashback pengalaman yang saya tempuh hingga berada dalam ruang mengajar kembali. Waktu lima menit bisa terasa sangat kurang untuk merenung dan membuka pelajaran serta menutup pelajaran sebagai klimaks “pertunjukan mengajar”.
Awalnya siswa-siswa saya heran dan masih terdengar cekakak-cekikik walau dengan suara yang rinai samar-samar, namun dalam keheningan dan antara instrumentalia saya mampu mengidentifikasi siapa saja yang bersuara. Perlahan dan pasti memasuki hari ketiga mengawali belajar dengan pendekatan ini, membuat siswa lebih “siap” menerima kegiatan belajar yang akan mereka tempuh.
Selanjutnya sang guru tinggal memicu dan memantik atensi dan fokus siswa pada pelajar yang dibawakan pada hari itu. Sepanjang hari dalam waktu 2 x 45 menit saya sanggup membuat para siswa ini tidak beranjak bahkan tidak berkedip dengan apa yang saya sampaikan, atensi penuh saya dapatkan dan yang terakhir adalah ultimate focus dari siswa yang menjadi tujuan.
Karena masih terus berlanjut dan terus berkembang, besar kemungkinan model seperti ini akan mengalami perbaikan dan revisi disamping penilaian rekan-rekan guru terutama wali kelas dan konsuler sekolah dalam hal keberhasilan belajar para siswa saya.

Kartu Merah Muda


Besok di kelas XII akan ada pembicaraan mengenai Listrik Bolak-Balik, rasanya jika hanya menayangkan presentasi dengan powerpoint atau tayangan video serta ceramah depan kelas, bakal deh kelasnya membosankan dan siswanya mengantuk.

Nah, biar semuanya ngga mengantuk bahkan badan cenderung pegel, saya mengganjar suatu permainan dengan sebutan Kartu Pink karena memang kartunya berwarna merah muda. Setiap kartu terkandung unsur huruf, simbol, ikon, tanda-tanda yang berkaitan dengan besaran fisika dan formula yang tengah kita bicarakan, yakni Listrik Bolak-Balik. Selain itu setiap kartu memiliki poin yang dinyatakan dengan noktah masing-masing. Ada satu, dua, tiga noktah tergantung rare atau kelangkaan simbol tersebut saat dimainkan.

Aturan mainnya adalah :

  • Siswa diberikan kartu ini secara acak untuk mengidentifikasi simbol dalam kartu yang diterimanya.
  • Siswa menyatakan hasil identifikasinya di depan kelas dengan berbagai informasi yang bisa ia utarakan.
  • Guru menyebutkan suatu istilah dalam topik tersebut dan siswa maju satu-persatu mengambil jejeran kartu di atas meja serta mengaitkan simbol yang diterimanya berkaitan dengan istilah yang disebutkan oleh guru.
  • Keberhasilan siswa menjawab diberi markah sesuai noktah yang terdapat dalam kartu dimaksud.
  • Jika siswa tidak berhasil menjawab kaitan makna simbol dalam kartu maka siswa yang berikutnya akan mengambil kesempatan sambil meraih kartu berikutnya dan menjawab pertanyaan guru.
  • Guru menyebutkan suatu formula dan siswa yang sederet atau ditentukan oleh guru berdasarkan kartu yang diambilnya maju bersama-sama membentuk formasi rumus fisika dimaksud
  • Jika ternyata kartu pink ini tidak menggambarkan kelengkapan formula dimaksud maka poin yang diterima setiap regu yang maju tidak mencapai nilai maksimal (sesuai jumlah noktah yang ada)
  • Guru menyiapkan daftar nama siswa dalam kelas yang diajar untuk memudahkan pemberian markah atau nilai

Karena permainan ini masih baru, masih dimungkinkan terjadi kesalahan dan akan terus diperbaiki sebagaimana mestinya hehehe .. (jika sempat dan sudah mendapat validasi kelas)

Selamat Mencoba : Foto dokumentasi kegiatan menyusul !

Permainan ini disematkan pula pada blog baru

Tumbukan (collision)


20140117-093713.jpg20140117-093232.jpg
3
4
5678

Pagi yang sepi memungkinkan waktu untuk bermain-main membuat catatan warna-warni kepada para siswa kelas XI yang sedang mempelajari impuls dan momentum.
Catatan foto ini merupakan presentasi formula yang esensial dalam topik dimaksud, terutama mengenai tumbukan dan penerapannya dalam menyelesaikan masalah.
Jika tumbukan penting sempurna maka e=1 sementara jika tumbukan tidak linting sama sekali atau completely inelastic dinyatakan e=0.
Pengandaian massa benda pertama dan benda kedua adalah setara atau m1=m2=m.

Besok itu …


Kepada pengunjung, pembaca blog terutama rekan-rekan siswa kelas XI dan XII besok itu seakan rasa kepayahan saya berada dalam ruang kelas. Rupanya masa liburan sehari ini terasa kurang dan menambah penat, selain seringnya padam kelistrikan yang menyebabkan jebret jebret namun tidak membawa gol ke gawang Indonesia :P (maaf ini karena pengaruh menulis sambil menonton Indonesia Muda Vs Iran Muda di layar beling)

Besok ini topik yang ingin saya diskusikan mengenai listrik bolak-balik (harapan Bapak, anda sudah memiliki petunjuk mengenai bahan-bahan krusial dan penting esensial untuk dibicarakan dan diomongkan secara riang gembira). Topik ini diberikan kepada kelas XII yang nanti mulai tanggal 20 Januari 2014 akan bersama saya lagi mengocol bersama hingga petang hari di kelasnya masing-masing.

Sementara untuk kelas XI saya masih menekankan konsep impuls dan momentum sebagaimana kejadian sehari-hari yang kita temui dan hari kamis nanti akan dicampur-campur joget untuk hitungan-hitungan impuls dan momentumnya. Terutama yang berkaitan dengan impuls dan momentum jenis-jenis mobil mulai dari mobil sport, SUV, truck, mini truk, pikep, dump truck, tanker truck, bahkan jenis-jenis kendaraan berat lainnya (yang penting ketahui massa atau bobot masing-masing kendaraan tersebut ya) eh jangan lupa saya akan mengumumkan lima orang pemenang tulisan terkonyol (jika sebelumnya saya memberi sinyal tujuh orang, namun setelah saya baca-baca ulang akhirnya terpilih lima orang pemenang tambahan — siapakah mereka jeng jeng jeng — silakan tunggu hari Kamis nanti pengumumannya)

Selamat Malam dahulu, Ciaoo lebih lanjut !

Love Never End


Semalam-malaman listrik dipadamkan di kota kecil kami, kota yang dikelilingi beranda hutan lebat
perlahan-lahan hutan itu mulai sirna semakin terbuka dan melebar digantikan dengan bangunan-bangunan, mulai dari bangunan untuk manusia hingga bangunan samaran untuk burung berlidah emas.

Bangunan yang akan tampak semarak jika dilihat dari udara saat pesawat mendarat, terutama dari Jakarta atau Surabaya. Tak terasa tepian sungai yang biasanya memanggil untuk dikunjungi tak lagi mentereng dan merona dibanding deretan rumah toko hingga pusat perbelanjaan yang masih jauh dari sebutan komplit.

Pusat keramaian pun dapat dihitung dengan jemari, mulai dari pasar tradisional, pasar kaget-kagetan hingga pengunjungnya harus empet-empetan dan bersenggolan, tak jarang pasar debutan bukan cinta semalam pun bisa digelar dengan alasan diperlukan dan ancah adu ketebalan tameng hidup yang kadang berakhir dengan ceceran saos tomat dan kecap, bahkan ada pasar semi modern hingga pasar hiper.

Secara kausalitas, pasar tumbuh karena bertambahnya penduduk. Meningkatnya penduduk menandai adanya momentum perubahan dari sedikit menjadi banyak dari sempit menjadi luas. Yang semula cinta damai dan cukup bunyi jangkrik dan rekan-rekannya seperti kodok di waktu musim penghujan atau lolongan anjing di tengah malam, serta decak ribut ayam-ayam kampungan telah tergantikan dengan suara digital dari kaset-kaset hingga cakram plastikan yang isinya panggilan berahi kaum bersayap hitam dan liurnya menghasilkan intan berlian.

Cinta akan lingkungan berubah menjadi cinta akan bangunan, karena dibangun kubus-kubus hingga balok-balok menjulang layaknya menara di setiap sudut dan pojokan wilayah. Di tempat yang lumrah hingga ke tempat yang tidak biasa, dapat dijumpai hasil kesetimbangan dan kepandaian umat manusia itu.
Namun yang pasti, kota ini telah memberikan rasa damai dan kekeluargaan juga ikatan pertemanan dan persahabatan yang tiada akhir. Walau kami pada masanya dipisahkan karena waktu dan direnggangkan karena kesempatan, tetap saja Cinta tak pernah berkesudahan.

GGL Induksi dan Bolak-Balik


Sabtu ceria hari ini dibuka dengan mengajar di kelas XII IA-1 alias Disco Smada.
Saya sendiri sampai hari ini masih bertanya-tanya, mengapa namanya Disco? Apakah karena orang-orang di dalamnya doyan disko atau ajojing atau dansa-dansi ala eropa 60-70an begitu? Nah, mungkin itu sekedar nama dan belum ditujukan sepenuhnya seperti tautan istilah tadi

Menariknya hari ini karena kelas Disco di tempat saya telah dipasang proyektor di langit-langit, dengan segala keterbatasan kabel yang masih melekat serta posisi yang statis dari papan terawangan. Jadinya masih tak elok dipandang dari kejauhan apa saja yang ditayangkan di sana.

Penampakannya :
xii-ia52

xii-ia5

xii-ia56

xii-ia55

xii-ia54

xii-ia53

tiga

satu

duaempat

Tayangan ini saya buat dengan OneNote karena aplikasi open sankore yang biasa saya gunakan menjadi tidak bisa diaplikasi karena sesuatu gangguan teknis. Ini adalah bahan ajar mengenai GGl Induksi dan Listrik Bolak-Balik sampai dengan reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif

Topik hangat lainnya tentang : nilai rata-rata, nilai maksimum dan nilai efektif, impedansi, rangkaian RL seri, RC Seri, RLC Seri, Resonansi, dan Faktor Daya

Silakan diunduh masing-masing tayangan sebagai bahan belajar.

Selamat Belajar

Juga ditayangkan pada rudyhilkya.com

Impuls dan Momentum


http://static1.wikia.nocookie.net/__cb20060612022902/schools/images/0/06/Impulse2.gif

Topik yang dibahas :

  • Momentum
    Perkalian antara massa dengan kecepatan

  • Impuls
    Perkalian antara Gaya dengan Selang waktu

  • Hukum Kekekalan Momentum
    Momentum sebelum dan setelah tumbukan adalah kekal

  • Koefisien Kelentingan (Elastisitas)
    Konstanta yang menyatakan jenis kelentingan setelah dua buah benda bertumbukan

  • Tumbukan
    Benturan yang melibatkan lebih dari satu benda atau Collision (tabrakan)

  • Hukum Kekekalan Tumbukan
    sebelum dan setelah tubrukan sama seperti tumbukan (momentumnya kekal)

  • Tumbukan Lenting (sempurna, sebagian, dan tidak lenting)
    jenis-jenis tumbukan

Bahan Penting lainnya :

http://fisikarudy.wordpress.com/2011/12/30/benturan-fisika-momentum/

http://fisikarudy.wordpress.com/2011/12/17/momentum-2/

Simulasinya :
http://www.physicssource.ca/applets/ActivePhysics/pt1a/Media/Momentum/MomentumEnergyChange/Main.html

Baca lengkap di http://fisikarudy.wordpress.com/2012/11/18/impuls-dan-momentum/

Percobaan Sederhana Impuls dan Momentum :

http://fisikarudy.wordpress.com/2010/11/09/momentum-dan-impuls/

Soal Latihan Momentum dan Impuls :

http://fisikarudy.wordpress.com/2012/01/21/latihan-soal-tentang-momentum-impuls-dan-tumbukan/

Soal Evaluasi :

http://fisikarudy.wordpress.com/pelajaran/soal-evaluasi/

Kumpulan Bahan Ajar Fisika :

http://fisikarudy.wordpress.com/pelajaran/