Cara Rekrut Siswa Baru


Kota Palangka Raya bulan ini memulai ritual tahunan pelajaran baru dengan menerima calon siswa baru. Program penerimaan pun menggunakan sistem online.  Sebagai salah satu cara merekrut siswa baru, tentu saja PPDB online merupakan alternatif baru menggunakan kemajuan teknologi informasi. Kemudahan lain adalah sistem PPDB yang dilakukan di Kota Palangka Raya kepada para siswa diberikan empat pilihan sekolah yang nantinya nilai tersebut menyesuaikan dengan rata-rata nilai akhir calon terhadap batas rata-rata nilai akhir minimal yang diterima oleh sekolah pilihan (sesuai urutan prioritas). Diharapkan melalui PPDB Online tingkat akuntabilitas dan transparansi penerimaan siswa baru yang ditengarai dengan pungli dan lain-lain dapat ditekan (juga berkat kontrol masyarakat namun jangan pula masyarakat memancing-mancing agar sekolah melaksanakan pungli itu dengan menawarkan jalan belakang). 

 

Sebagai alternatif tentu saja ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dari sistem tersebut adalah :

  1. Kemudahan pendaftaran calon siswa tanpa harus mem-verifikasi lagi pendaftarannya secara mandiri.
  2. Kemudahan pendaftaran calon siswa asal luar kota tanpa harus dengan rekomendasi yang seperti dipontang-panting karena para orang tua juga mengalami kerepotan (terutama mencari alamat instansi yang terkait).
  3. Kemudahan koreksi dan perbaikan data calon siswa yang harus “terlempar” dari sekolah yang diinginkan sehubungan dengan rata-rata nilai akhirnya menyesuaikan dengan daya tampung dan peminat calon siswa terhadap sekolah tersebut semakin dipermudah dan efisien.
  4. Ada beberapa sekolah yang mengikuti sistem ini tidak menempelkan pengumuman setiap hari di akhir entry data memasukkan calon siswa (padahal sistem ini sudah 2 tahun ini dijalankan tetapi tetap tidak dilakukan sekolah penyelenggara) walaupun dengan alasan orang tua dan siswa dapat memantaunya melalui internet.
  5. Juga ada nomor premium yang dapat dihubungi untuk memantau posisi calon siswa sampai dengan hari ini tidak berjalan dan sms yang dikirimkan tidak dibalas oleh operator.

Alasan-alasan ini muncul karena akhirnya orang tua juga yang harus pontang-panting bolak-balik dari sekolah yang satu ke sekolah yang lain dan juga harus mengurus surat rekomendasi verifikasi dari administrator dinas yang sangat penting untuk melakukan koreksi terhadap pilihan sekolah (terutama di hari terakhir).

Solusi yang kami tawarkan :

  1. Berikan hak kepada administrator sekolah dan operator sekolah untuk memberikan koreksi sehingga orang tua tidak harus merasa dipontang-panting. (karena hal ini akhirnya pihak sekolah yang ujung-ujungnya memberikan penjelasan dan memperlambat proses PPDB termasuk operator juga kadang kala harus bersitegang dengan orang tua yang tidak mudah menerima aturan main dalam sistem PPDB online ini saat anaknya “terlempar” dari sistem seleksi online).
  2. Kenapa tidak membuat seleksi online mandiri yang hasilnya selalu di-update melalui website sekolah, yang mana website sekolah ini sudah disiapkan oleh BTKIP Kalimantan Tengah?
  3. Sistem seleksi online dapat menggunakan program PHP yang dikembangkan oleh rekan kami Syamsul Rizal, S.Pd dengan program yang sederhana dan akuntabilitas serta kustomisasinya sangat efisien.
  4. Administrator langsung dapat melihat rekapitulasi calon siswa baru dan membuat pengumuman hingga seleksi berkas non akademis dengan kustomisasi yang sesuai dengan karakter sekolah masing-masing tanpa harus terhubung dengan internet setiap saat (dapat dilakukan secara localhost dan hasil dapat dipantau dari website sekolah).
  5. Hak kepada setiap calon siswa tidak dibatasi berdasarkan seleksi tes nilai akademik saja tetapi nilai hasil prestasi akademik (yang dapat dipertanggungjawabkan melalui piagam dan sertifikat yang dilegalisir) pun dapat dinilai oleh sistem seleksi online mandiri sekolah.
  6. Yang sudah diseleksi online melalui nilai akademik dan non-akademik tidak perlu lagi dites oleh sekolah masing-masing, karena tampaknya pihak sekolah tidak mempercayai nilai UN dan US yang sudah diperoleh calon siswa tersebut.
  7. Mengenai minat siswa yang bersangkutan apakah yang bersangkutan nanti mendaftar ulang atau tidak itu adalah hak asasi peserta didik yang pengambil kebijakan pun tidak berhak mengebiri hak tersebut.
  8. Jika ada siswa yang diterima pada semua sekolah sehingga menutup kesempatan siswa lainnya itu adalah kebijakan sekolah sendiri yang memberi jalan keluar kepada orang tua, karena bersekolah adalah hubungan sosial antara orang tua siswa, sekolah, dengan putra-putri yang bersekolah di sana.

Demikian catatan pelaksanaan PPDB Online Kota Palangka Raya yang telah dijalankan sejak tahun 2011 – 2012 ini. Semoga para pengembang dan pengambil kebijakan dapat memperbaiki sistem rekrut Online untuk MEMPERMUDAH proses rekrut atau penerimaan peserta didik baru. Mengenai ada hal-hal lain yang sensitif dan di luar konteks dari pembahasan PPDB online itu merupakan ranah atau domain keputusan Stakeholder sekolah masing-masing dalam hal ini adalah HAK KEPALA SEKOLAH untuk menjawabnya.

About these ads

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s