Bersepeda

Yang paling menarik saat bersepeda adalah merasakan terpaan angin tanpa mencium bau asap pembakaran atau mendengar suara bising motor😀 …

https://i2.wp.com/users.rcn.com/hwbingham/lexbike/bike.gifAngin yang terasa saat bersepeda merupakan interaksi aerodinamika (Robert Hunt dalam Tipler, 2007:412). Faktor lain menurut Hunt adalah mudahnya sebuah sepeda bergerak atau meluncur tanpa usaha yang melelahkan untuk jarak-jarak jauh dengan tingkat gesekan mekanis yang rendah. Padahal, aerodinamika membatasi laju gerak benda karena pengaruh gesekan udara.

Suatu pernyataan yang agak sukar diterima untuk masa sekarang, di mana jarak-jarak yang jauh ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan alasan efektivitas dan efisiensi. Apanya yang efektif dan efisien ?

Pada saat kita bersepeda, kita memberikan gaya pada pedal-pedal dengan menginjak dan mengikuti siklus melingkar kontinum dengan memberikan gaya tangensial yang terikat pada poros gir besar yang kemudian menggerakkan rantai penggerak ke gir belakang yang lebih kecil untuk mendorong sepeda. Arah maju sepeda memberikan percepatan.

Jika kita memulai sepeda pada daratan yang permukaannya rata, maka gaya yang diberikan pada pedal sepeda relatif besar bahkan mungkin kita harus berdiri untuk mengayuh sepeda agar mendapatkan percepatan.

Pada suatu tingkatan kenyamanan tertentu, akhirnya pengendara sepeda cukup mengayuh satu putaran pedal setiap detiknya. Kelajuan sepeda pada tahap ini mencapai 4 m/s hingga 7 m/s (?).