Renungan

Sebagai bagian bahan renungan bagi kaum Nasrani, terutama mengenai kisah Yesus memberi makan 5000 orang dan memberi makan 4000 orang. Di mana cerita ini merupakan rangkaian dari Khotbah di Bukit atau setelah Yesus sebagaimana diceritakan oleh Matius, melakukan berbagai mujizat.

Yang menarik dari bahan bacaan telaah Alkitab ini, sebagai bagian diskusi akhir dari setiap kebaktian rumah tangga adalah kalimat …. setelah perjamuan tersebut (untuk menjamu 5000 orang dan 4000 orang tersebut) selalu tersisa bahan makanan yang ada. Yang terhitung sejumlah itu adalah kaum pria-nya belum lagi kaum wanita dan anak-anak yang turut serta. Ya, anggaplah ada 5000 kepala keluarga yang ikut mengiringi perjalanan Yesus dan murid-muridNya.

Berbagai pendapat muncul mengalir begitu saja dan belum ada yang memastikan bahwa jawaban atas pertanyaan tadi merupakan kesimpulan tepat dan jawaban akhir.

Yang saya ingat dengan jelas adalah mengapa setelah menjamu beribu-ribu orang tersebut selalu ada sisa karena :

  • Kaum pengikut Yesus tidak suka membungkus makanan untuk dibawa kembali sehingga sisa makanan ditinggalkan begitu saja.
  • Itu adalah mujizat yang diadakan Yesus yang mampu mengubah 5 roti dan 2 ikan menjadi berlipat-lipat banyaknya.
  • Jumlah itu sama seperti banyaknya suku-suku Israel (?)
  • Tidak perlu dipertanyakan, karena keterangan tersebut sudah cukup meyakinkan bahwa Yesus mengadakan mujizat yang mampu mencukupi kebutuhan para pengikutnya.
  • Hal ini lumrah, karena setiap pengikut Yesus saat mendengar khotbah di bukit, sudah membawa bekal dan tentu saja ada kebersamaan saat mereka menikmati bekal dengan saling berbagi sehingga dapat diperoleh sisa menjadi 12 keranjang roti.

Nah, pertanyaan menarik dilontarkan oleh seorang guru yang mengajar mata pelajaran berhitung, begini ceritanya.

“Ambil penggalan kisah, Yesus mengambil 5 roti dan 2 ikan lalu berdoa dan kemudian memecah-mecahkan roti tersebut dan akhirnya dibagi-bagikan kepada jemaat yang mengikutiNya. Setelah selesai perjamuan tersisa 12 keranjang. (dalam percakapan sehari-hari, keranjang juga disebut bakul). Namun yang dinyatakan adalah 12 keranjang “saja”. Nah, coba hitung berapa banyak keranjang roti dan berapa banyak keranjang ikan.
Padahal dalam tulisan Matius tersebut ada kata-kata tersirat yaitu 12 keranjang berisi roti dan ikan (?)

Menurut saya dengan perbandingan 5 roti dan 2 ikan, maka perkiraan jumlah keranjang roti dan keranjang ikan adalah (5 : 7) x 12 keranjang hasilnya sekitar 8 keranjang dan (2:7) x 12 hasilnya sekitar 4 keranjang. Saya tuliskan sekitar sebab angka pastinya menggunakan desimal.

Semoga renungan ini bisa membawa pikiran yang lebih cerah dalam telaah nast alkitab tentang cerita mujizat yang dilakukan Yesus.