Satuan Tekanan

gauge
Show Spelled [geyj] Show IPA verb, gauged, gaug·ing, noun
–verb (used with object)
1. to determine the exact dimensions, capacity, quantity, or force of; measure.
2. to appraise, estimate, or judge.
3. to make conformable to a standard.
4. to mark or measure off; delineate.
5. to prepare or mix (plaster) with a definite proportion of plaster of Paris and mortar.
6. to chip or rub (bricks or stones) to a uniform size or shape. –noun
7. a standard of measure or measurement.
8. a standard dimension, size, or quantity.
9. any device or instrument for measuring, registering measurements, or testing something, especially for measuring a dimension, quantity, or mechanical accuracy: pressure gauge; marking gauge.
10. a means of estimating or judging; criterion; test.
11. extent; scope; capacity: trying to determine the gauge of his own strength.
12. Ordnance . a unit of measure of the internal diameter of a shotgun barrel, determined by the number of spherical lead bullets of a diameter equal to that of the bore that are required to make one pound: a twelve-gauge shotgun.
13. Railroads . the distance between the inner edges of the heads of the rails in a track, usually 4 feet 8.5 inches (1.4 meters) (standard gauge), but sometimes more (broad gauge) and sometimes less (narrow gauge).
14. the distance between a pair of wheels on an axle.
15. the thickness or diameter of various, usually thin, objects, as the thickness of sheet metal or the diameter of a wire or screw.
16. the fineness of a knitted fabric as expressed in loops per every 1.5 inches (3.8 cm): 15 denier, 60 gauge stockings.
17. Nautical . the position of one vessel as being to the windward (weather gauge) or to the leeward (lee gauge) of another vessel on an approximately parallel course.
18. Building Trades . the portion of the length of a slate, tile, etc., left exposed when laid in place.
19. the amount of plaster of Paris mixed with mortar or common plaster to hasten the set.

Also, especially in technical use , gage.

source : http://dictionary.reference.com/browse/gauge

Tegangan Permukaan (Surface Tension)

Surface tension is a property of the surface of a liquid that allows it to resist an external force. It is revealed, for example, in floating of some objects on the surface of water, even though they are denser than water, and in the ability of some insects (e.g. water striders) and even reptiles (basilisk) to run on the water surface. This property is caused by cohesion of like molecules, and is responsible for many of the behaviors of liquids.

Surface tension has the dimension of force per unit length, or of energy per unit area. The two are equivalent—but when referring to energy per unit of area, people use the term surface energy—which is a more general term in the sense that it applies also to solids and not just liquids.

The cohesive forces among the liquid molecules are responsible for this phenomenon of surface tension. In the bulk of the liquid, each molecule is pulled equally in every direction by neighboring liquid molecules, resulting in a net force of zero. The molecules at the surface do not have other molecules on all sides of them and therefore are pulled inwards. This creates some internal pressure and forces liquid surfaces to contract to the minimal area.

Surface tension is responsible for the shape of liquid droplets. Although easily deformed, droplets of water tend to be pulled into a spherical shape by the cohesive forces of the surface layer. In the absence of other forces, including gravity, drops of virtually all liquids would be perfectly spherical. The spherical shape minimizes the necessary “wall tension” of the surface layer according to Laplace’s law.

Another way to view it is in terms of energy. A molecule in contact with a neighbor is in a lower state of energy than if it were alone (not in contact with a neighbor). The interior molecules have as many neighbors as they can possibly have, but the boundary molecules are missing neighbors (compared to interior molecules) and therefore have a higher energy. For the liquid to minimize its energy state, the number of higher energy boundary molecules must be minimized. The minimized quantity of boundary molecules results in a minimized surface area.
As a result of surface area minimization, a surface will assume the smoothest shape it can (mathematical proof that “smooth” shapes minimize surface area relies on use of the Euler–Lagrange equation). Since any curvature in the surface shape results in greater area, a higher energy will also result. Consequently the surface will push back against any curvature in much the same way as a ball pushed uphill will push back to minimize its gravitational potential energy.

Bilangan Reynolds

Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gaya inersia vs\rho terhadap gaya viskos \frac{\mu}{L} yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar dan turbulen. Namanya diambil dari Osborne Reynolds (1842–1912) yang mengusulkannya pada tahun 1883.

Bilangan Reynold merupakan salah satu bilangan tak berdimensi yang paling penting dalam mekanika fluida dan digunakan, seperti halnya dengan bilangan tak berdimensi lain, untuk memberikan kriteria untuk menentukan dynamic similitude. Jika dua pola aliran yang mirip secara geometris, mungkin pada fluida yang berbeda dan laju alir yang berbeda pula, memiliki nilai bilangan tak berdimensi yang relevan, keduanya disebut memiliki kemiripan dinamis.

Viskositas

Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluid terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear. Biasanya diterima sebagai “kekentalan”, atau penolakan terhadap penuangan. Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluid kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluid. Air memiliki viskositas rendah, sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi. Viskositas disebut juga sebagai kekentalan fluida.

Bilangan Reynolds

Syarat Fluida Ideal

Seperti halnya model matematika pada umumnya, mekanika fluida membuat beberapa asumsi dasar berkaitan dengan studi yang dilakukan. Asumsi-asumsi ini kemudian diterjemahkan ke dalam persamaan-persamaan matematis yang harus dipenuhi bila asumsi-asumsi yang telah dibuat berlaku.

Mekanika fluida mengasumsikan bahwa semua fluida mengikuti:

  • Hukum kekekalan massa
  • Hukum kekekalan momentum
  • Hipotesis kontinum, yang dijelaskan di bagian selanjutnya.

Kadang, akan lebih bermanfaat (dan realistis) bila diasumsikan suatu fluida bersifat inkompresibel. Maksudnya adalah densitas dari fluida tidak berubah ketika diberi tekanan. Cairan kadang-kadang dapat dimodelkan sebagai fluida inkompresibel sementara semua gas tidak bisa.

Selain itu, kadang-kadang viskositas dari suatu fluida dapat diasumsikan bernilai nol (fluida tidak viskos). Terkadang gas juga dapat diasumsikan bersifat tidak viskos. Jika suatu fluida bersifat viskos dan alirannya ditampung dalam suatu cara (seperti dalam pipa), maka aliran pada batas sistemnya mempunyai kecepatan nol. Untuk fluida yang viskos, jika batas sistemnya tidak berpori, maka gaya geser antara fluida dengan batas sistem akan memberikan resultan kecepatan nol pada batas fluida.

Fluida disusun oleh molekul-molekul yang bertabrakan satu sama lain. Namun demikian, asumsi kontinum menganggap fluida bersifat kontinu. Dengan kata lain, properti seperti densitas, tekanan, temperatur, dan kecepatan dianggap terdefinisi pada titik-titik yang sangat kecil yang mendefinisikan REV (‘’Reference Element of Volume’’) pada orde geometris jarak antara molekul-molekul yang berlawanan di fluida. Properti tiap titik diasumsikan berbeda dan dirata-ratakan dalam REV. Dengan cara ini, kenyataan bahwa fluida terdiri dari molekul diskrit diabaikan.
Hipotesis kontinum pada dasarnya hanyalah pendekatan. Sebagai akibatnya, asumsi hipotesis kontinum dapat memberikan hasil dengan tingkat akurasi yang tidak diinginkan. Namun demikian, bila kondisi benar, hipotesis kontinum menghasilkan hasil yang sangat akurat.

Masalah akurasi ini biasa dipecahkan menggunakan mekanika statistik. Untuk menentukan perlu menggunakan dinamika fluida konvensial atau mekanika statistik, angka Knudsen permasalahan harus dievaluasi. Angka Knudsen didefinisikan sebagai rasio dari rata-rata panjang jalur bebas molekular terhadap suatu skala panjang fisik representatif tertentu. Skala panjang ini dapat berupa radius suatu benda dalam suatu fluida. Secara sederhana, angka Knudsen adalah berapa kali panjang diameter suatu partikel akan bergerak sebelum menabrak partikel lain.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_fluida