Awalan nama bentuk baku

Penulisan bentuk baku atau sering disebut bentuk saintifik dalam syntax 1 x 10n sering kali hanya terbatas dalam sebutan hingga 109 atau hingga 10-6.
Penamaan tersebut memang kurang lazim, tetapi dipergunakan dalam pemahaman pembelajaran fisika teknik.
Penamaannya ditulis sebagai berikut :

1 x 101 disebut “deka” simbolnya “e”

1 x 102 disebut “hekto” simbolnya “h”

1 x 103 disebut “kilo” simbolnya “k”

1 x 106 disebut “mega” simbolnya “M”

1 x 109 disebut “giga” simbolnya “G”

1 x 1012 disebut “tera” simbolnya “T”

1 x 1015 disebut “peta” simbolnya “P”

1 x 1018 disebut “eksa” simbolnya “E”

Sementara penamaan dengan pangkat negatif atau pangkat menurun adalah sebagai berikut :

1 x 10-1 disebut “desi” simbolnya “d”

1 x 10-2 disebut “senti” simbolnya “c”

1 x 10-3 disebut “mili” simbolnya “m”

1 x 10-6 disebut “mikro” simbolnya “u” atau ” \mu

1 x 10-9 disebut “nano” simbolnya “n”

1 x 10-12 disebut “piko” simbolnya “p”

1 x 10-15 disebut “femto” simbolnya “f”

1 x 10-18 disebut “ato” simbolnya “a”

Demikian tata nama penulisan perpangkatan 10n

Sumber : Excel untuk Insinyur dan Ilmuwan, penulis : S.C. Bloch.

#asia, #bengkulu, #bentuk-baku, #besaran, #besaran-fisika, #bilangan, #colotomy, #dan-rank, #dari, #faqs-help-and-tutorials, #fianna-fail, #fisika, #kami, #orde-pangkat-n, #satuan, #tata-nama, #tatanama