Refleksi Mengajar

Mengajar ? Pekerjaan yang membingungkan bagi sebagian besar orang. Profesi ini malah banyak diminati pada saat ini terutama dengan iming-iming penghasilan yang wow … tapi itu masih belum terealisasi. Guru adalah profesi yang paling banyak diminati dari kalangan menengah ke bawah. Walau tidak dipungkiri agak susah menilai secara kualitatif seberapa besar signifikansi hipotesa ini.

Tugas guru ya tentu saja mengajar. Namun, ada beberapa hal yang harus selalu diingat bahwa mengajar itu pun harus dikerjakan dengan banyak jurus agar yang diajar menjadi bisa, mengerti, paham, dan akhirnya dapat melakukan bahkan hasil yang bisa dilakukan oleh orang yang diajar (jika memungkinkan) dapat melebihi dari gurunya. (what!) ah alay sekali idenya …

Bukan masalah alay, tetapi mengajar pun memiliki filsafat. Filsafat itu dinamakan cara pandang manusia terhadap suatu topik atau masalah yang dinyatakan secara kritis kemudian dijabarkan dalam konsep yang paling mendasar. Artinya filosofi merupakan pandangan yang mendasar mengenai suatu masalah setelah dipikirkan benar-benar (atau benar-benar dipikir) oleh manusia (tentunya).  Berdasarkan perkuliahan yang sudah saya terima kemarin pagi hingga pagi lagi, mengajar memerlukan tiga landasan filsafat yakni : ontologi, aksiologi, dan epistemologi.

Ontologi berarti “memandang” mengajar dengan kajian “untuk apa” mengajar itu dilakukan. Yang menurut wikipedia adalah “mempertanyakan kenyataan mengajar”.

Aksiologi berarti “memandang” mengajar akan atau dapat memberikan nilai serta makna apa bagi kehidupan manusia.

Epistemologi berarti “memandang” mengajar sebagai sebuah hakikat atau pengetahuan tentang mengajar.

Dalam hal ini mengajar merupakan cara pandang, paradigma hingga kegiatan pengetahuan yang bagi guru merupakan langkahnya dalam memecahkan masalah kehidupan secara kritis. Kritis berarti tidak mudah menerima pendapat orang lain mentah-mentah tetapi dikaji terus sampai mendalam agar ditemukan kebenarannya. 

Sebagaimana hakikat pendidikan nasional kepada para peserta didik yaitu :

  1. Menjadi siswa yang berpikir inovatif (mampu mengembangkan hal yang sudah ada).
  2. Menjadi siswa yang mampu berpikir kreatif.
  3. Menjadi siswa yang mampu menyelesaikan masalah.
  4. Menjadi siswa yang mampu berpikir kritis (tidak mudah menerima pendapat orang lain begitu saja)
  5. Menjadi siswa yang bernaluri dan berjiwa wirausaha.

Terima kasih kepada :

Cynthia Karrisa, Novia Fajarwati, Ni Ketut Adhi, Nita Saraswati, Siswa-Siswa Kelas X-2, X-3, XI IA-1, XI IA-2, XI IA-3, dan XI IA-4 yang telah berpartisipasi menyediakan dirinya dan kameranya untuk mengabadikan momen-momen bersejarah di atas. Kenangan di atas sulit dibuang apalagi dihilangkan, karena ANDA-lah inspirasi bagi saya.

Kenang-kenangan dari saya pada Pokok Bahasa Fluida. soal fluida-konversi dasar FLUIDA SAJA 2011-03-31

EXCEL FLUIDA

berkas mekanika fluida_0001

#agar, #aksiologi, #dan-rank, #dari-persian, #epistemologi, #filsafat, #guru, #internal, #kung-fu, #martial-arts, #ontologi, #oppas, #programming, #pun, #sports, #super-junior, #tai-chi