Isen Mulang

Suku Dayak sebagai salah satu etnis yang ada di muka bumi ini kian hari semakin menunjukkan eksistensi entitasnya. Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan atau Borneo salah satunya mendiami bagian Kalimantan yang berada di tengah-tengah atau lebih dikenal dengan sebutan Kalimantan Tengah. Salah satu manifestasi dari keinginan tersebut dilakukan dengan Festival Budaya Isen Mulang. Jika di Kalimantan Selatan dikenal sebutan Aruh Ganal atau di Kalimantan Timur disebut dengan Festival Erau dan juga sama dengan festival-festival budaya bersifat lokal kedaerahan di daerah-daerah lain di Indonesia.

Sejak tahun 2005 atau sebelumnya, festival semacam ini semakin menguatkan identitas dan inovasi yang dilakukan dalam menemukan akar dari manusia Dayak atau suku pribumi asli Kalimantan Tengah hingga menampilkan segala macam hal atau komoditas yang bisa dijual serta dipromosikan kepada para pengunjung bahkan kepada turis mancanegara yang berakar dari kearifan lokal atau budaya-budaya leluhur adiluhung orang Dayak yang memiliki keunikan tersendiri.

Isen Mulang sendiri berarti pantang menyerah yang berasal dari Bahasa Sangen atau Bahasa Sangiang. Jika di daerah seberang dikenal dengan Bahasa halus atau “inggil”, maka bahasa yang tertinggi atau halus di daerah Dayak Kalimantan Tengah adalah Bahasa Sangen. Bahasa yang biasa digunakan dalam melantunkan tandak atau puji-pujian atau syair atau puisi. Dalam bentuk yang lebih sederhana dilantunkan dalam karungut (nyanyian atau syair berirama). Secara khusus Tandak diperlombakan pada perayaan keagamaan, yaitu Festival Tandak Intan yang dilaksanakan oleh Majelis Besar Kaharingan Kalimantan Tengah. Berikut link contoh bahasa Sangiang ini

Festival Budaya Isen Mulang Kalimantan Tengah ini juga disinergikan sebagai wahana transaksi dan promosi daerah-daerah di Kalimantan Tengah yang terdiri dari 13 kabupaten dan 1 kota melalui Kalteng Expo. Semua elemen pemerintah daerah se-Kalimantan Tengah berkompetisi menunjukkan prestasi terbaik mereka dan kekhasan yang hanya terdapat dalam wilayah mereka untuk dikomersialkan dan syukur-syukur bisa menarik investor dari daerah lain untuk menanamkan modal mereka di wilayah kabupaten atau kota ini.

Melaksanakan festival yang berarti “kemeriahan” menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah yang dulunya adem ayem benyem bewei, sekarang sudah menyulap dirinya bak gadis yang semakin matang untuk dipinang dan selektif dalam memilih pelamarnya. Kalimantan Tengah diharapkan memiliki potensi dan peranan strategis dalam percaturan kehidupan berbangsa, bernegara, dan juga bermasyarakat sebagai bagian terintegrasi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

#asia, #borneo, #departments-and-agencies, #government, #indonesia, #kalimantan