Berani Konyol

Ungkapan ini pas disebutkan untuk Tukul Arwana, tapi rasanya tidak adil jika kita juga tidak berani seperti Tukul.
Mengapa berani konyol ?
Berani melemparkan lelucon terhadap diri sendiri atau membuat diri terlihat konyol juga tidak mesti harus merasa kehilangan kewibawaan di depan para peserta didik. Kekonyolan seorang guru sebagai sebuah identitas juga menunjukkan bahwa guru juga manusia.
Tidak percaya ? silakan mencari komik-komik yang menggambarkan bahwa guru juga sering dijadikan bahan sindiran kadang keras dan juga satir.
Jadi, untuk apa takut ditertawakan ? Jika kita (guru) berani menatap dan menghadapi masalah (dengan cara konyol) asal jangan MATI KONYOL SAJA ! suatu kelebihan yang membuat (guru) semakin disegani dan tidak disembarangi
Semoga …

#fun, #funny, #konyol