Menghadapi Cemooh

Sebagai seorang guru dalam setiap akhir pelajaran saya menyelipkan kata-kata motivasi untuk selalu bersabar dan tahan menderita, terutama menghadapi cemooh atau menerima kemarahan orang lain entah sadar atau tidak sadar atau karena sesuatu yang disengaja entah pula tidak disengaja.
Seperti misalnya, saat mobil saya harus masuk bengkel dan saya sempat menyerahkan kepada mekanik lain untuk memasang peralatan yang harganya mencapai jutaan rupiah eh ternyata mendapat musibah yaitu kerusakan di tempat yang sejenis. Nah, saya kembali serahkan kepada mekanis abal-abal ternyata dia mendapat job memperbaiki  sebuah terios yang terbalik dan memakan waktu sebulan. Kemudian saya teringat dengan mekanik lain yang pernah memperbaiki mobil saya, belum sampai semenit saya sampai di workshopnya saya sudah kena damprat sama seperti anak kecil.

Malu, marah, jengkel, kesal campur aduk menjadi satu bukan hanya ayam kremes bak nasi rames dan gado-gado tapi sudah melebihi nasi campur pasir dan bubur debu. Ibarat kata sudah makan buah simalaknat yah tepaksa deh harus di bengkel tersebut dengan risiko sering kena marah dan disepelekan bahkan dianggap sangat remeh bukannya remeh temeh. Hati lain saya bilang, siswa saya saja pikir-pikir mau ngata-ngatain, juga ortu atau wali siswa juga tahu pasang badan kalo mendamprat saya, bahkan atasan saya pun tidak semena-mena memberikan pengarahan seperti mekanik ini. Siapa sih lo ?

Kembali akal sehat dan logika saya berpikir, sesuai dengan kepentingan saja bung. Masuk telinga kiri ke luar telinga kanan. Masuk pinggir keluar makan hahaha … ya, dibawa tertawa saja. Walau mobil rusak parah, gear box transmisi-nya disebut mekanik sinis tadi sampai putus atau jebol sehingga harus dibor bubut ngecor kayak Uut Permatasari tetap tidak bisa mengubah kerusakan avanza saya tersebut. Apa boleh buat, Nasir sudah menjadi tukang bubur, apa dikata kenyataan ternyata lebih pahit ! Sehingga saya harus merelakan diri berjalan kaki dan naik sepeda untuk berangkat ke sekolah minggu-minggu depan. Apalagi kabar terbaru dari burung merpati yang dikirim dari Wira Toyota menyebutkan perkakas tersebut seharga 30 jeti sudah termasuk ongkos pasang dan pajaknya wow😦😡 dari mana duite ?

Sukar mengatakan untuk bersabar, jika kita sendiri yang menghadapi masalah pelik di dalam batin. Sukar mengatakan sabar, jika kita sendiri juga kelimpungan mencari jalan keluar. Sukar mengatakan sabar, jika itu hanya dibibir saja wooo uwoo uwoo … woooi

Namun semua tinggal cerita dalam hati yang luka hahahaha …. (mirip lagunya Betharia Sonata yang pernah populer melankolis 80-an). Sekarang menghitung hari, kapan semua ini selesai dan kemudian siap-siap cari pacar lagi heeee … (tentu saja saya tidak mau berlama-lama dalam mobil sekarat yang bawaannya mau mati melulu atau mau masuk bengkel melulu, perlu dicari solusi dan jalan keluarnya).

Cemooh bisa saja datang serial atau paralel, tergantung port mana yang akan dilewati sinyal elektromagnetiknya. Kadang kala impuls cemooh dapat diredam dengan memasang rangkaian filter tapis rendah maupun tapis tinggi RLC seperti tegangan bolak-balik. Momentum dari cemooh dikonversikan sebagai usaha kalor dari tandon tinggi ke tandon rendah menurut Siklus Carnot untuk diolah oleh-oleh Usaha Mesin Kalor kemudian segera dibalik arah arusnya menjadi mesin pendingin sebagaimana pendapat Rudolf Clausius sehingga energi negatif cemooh tidak selamanya berada dalam sistem melainkan segera beredar ke lingkungan sebagaimana jargon “Berat sama dipikul Ringan sama dijinjing kayak laptop”.

Cemooh dari orang yang lebih tua (yang kadang diselewengkan sebagai nasehat) hanya muncul karena mereka tidak kuat (nggak kuat nggak kuat nggak kuat … belagak seperti cewe-cewe 7 icons) sebab yang dicemooh ternyata “sedikit” hebat dan sudah menggeser kepopuleran mereka. Para lansia mental ini nggak level dengan keberadaan yang dicemooh sehingga mereka memerlukan “secuil” aksi tindakan penyergapan atau dadakan yang kalo dilawan disebut dengan “Kualat kowe nanti, berani melawan aku yang tua-tua (keladi) begini!” …

Saya jadi ingat kata Anggun C. Sasmi dengan lagunya Tua-Tua Keladi seperti “kata-katanya Selangit mengandung penuh misteri hingga hati ini deg-degan”😆

Yah, akhirnya .. untuk menghadapi kata-kata cemooh asumsikan saja, anggap saja, bayangkan saja, misalkan saja, sebagai kata-kata penuh misteri. Bisa bermakna pedang bermata dua, menusuk hati yang dicemooh (kita misalnya) atau kepada si pencemooh itu sendiri (jika beliau sudah mencapai ranah kesadarannya yang entah kapan itu terjadi, sutra-lah tidak usah kita perpanjang).

Menulis cerita ini panjang-panjang bisa membuat pembaca terperangah heran, kaget, kesal, bahkan takjub … koq bisa ya penulis blog ini menumpahkan isi gado-gado rawon nasi ramesnya ke dalam blog ini😆 …

Apa saja bisa jadi ide dimulai dari Menghadapi Cemooh.

Masukkan yang berarti sangat diharap dan komen yang menyenangkan akan ditampilkan, sementara komentar-komentar yang melenceng lan tidak jelas serta tidak fokus akan mendapatkan tempat di sisi moderasi oleh Matt Automatic wkwkwkwk😛

#bajol-ijo, #berat, #dan, #dragpack, #duga-duga, #ejek-ejek, #gado-gado, #goda-goda, #godam, #gundala, #jaka-sembung, #kata, #komik, #konyol, #lima-sekawan, #mlar, #nusantara, #olok-olok, #rudolf-clausius, #tulisan