Ulangan Koq masih Nggak Serius ?

Zaman sekarang sudah susah rasanya menemukan keseriusan di kala melaksanakan evaluasi. Tidak usah jauh-jauh, cukup dengan memandang dan mengamati pola tingkah para pengawas ulangan yang umumnya suka di luar dan membiarkan para siswa yang diawasi melakukan apa yang menurut teori evaluasi pendidikan itu dilarang, tetap saja dilakukan dan sulit dihilangkan.

Karena hal demikian maka segala macam bentuk kecurangan-kecurangan selama UN atau apa pun itu sebutannya juga tidak pernah tuntas. Karena segala proses yang menyangkut evaluasi selalu saja dibanding-bandingkan dengan daerah yang berkembangan terhadap daerah yang maju atau daerah yang tidak terisolasi dengan daerah pedalaman. Ya tentu saja parameter pembedanya sangat jauh.

Kembali pada tingkah para pengawas yang sesungguhnya tidak benar-benar melaksanakan tugasnya walaupun dibayar dengan insentif yang sangat memadai misalnya 25 ribu per jam (sekali duduk atau mengawasi ujian biasanya untuk mata pelajaran IPA bisa sampai dua jam pelajaran), tapi yang didapat bisa saja antar pengawas yang satu dengan yang lain (maksudnya yang ruang berbeda) bisa berbincang-bincang di depan pintu ujian atau pengawasnya yang menyeberang mencari teman bicara dan meninggalkan ruang tempatnya bertugas tanpa diawasi (yang mana ini adalah kebahagiaan yang dicari-cari para peserta ulangan selama musim ujian).

Pertanyaannya : untuk apa diadakan ulangan umum jika hal seperti ini masih dibiarkan bahkan dilestarikan ? Sudah sejauh mana evaluasi dalam kelas sehari-hari untuk menggantikan ulangan umum ? Coba ulangan umum tidak usah dilakukan daripada memberikan beban setiap semester kepada anggaran sekolah. Apakah kita sudah serius melaksanakan sesungguhnya evaluasi akhir semester yang disebut ulangan umum ?

Perubahan paradigma disertai tindakan dan aksi nyata adalah jawabannya. Jika masih ditemukan satu atau dua pengawas seperti itu, maka satu atau dua pengawas tersebut ditegur atau bahkan tidak usah dipergunakan dan selalu berasumsi bahwa evaluasi bersama adalah pola serius untuk membina, mendidik, dan melatih para peserta didik agar bekerja secara mandiri, jujur, sportif, dan terbiasa dengan hal-hal yang serius … masalahnya apakah hal itu tidak disenangi siswa lalu kemudian guru merasa dijauhi oleh siswanya, ya gunakan pendekatan yang manusiawi tanpa mempermalukan mereka saat mendapati hal-hal yang mengarah pada kecurangan dan jangan seolah-olah guru adalah hakim bagi siswa, beri kesempatan kepada mereka untuk berlatih menghadapi ulangan dengan sungguh dan seriueus dong !

 

#internal, #serius-dong, #sports, #super-junior, #ulangan-umum