Tiga Minggu Pertama di IA-1

Pertemuan saya dengan para siswa baru kelas XI jurusan IA tahun ini dan juga perpisahan dengan siswa kelas XI jurusan IA tahun lalu tak terasa sudah mencapai tiga minggu.

Pendengar setia saya yang setahun lalu belajar fisika tampaknya merasakan perbedaan yang signifikan antara gaya mengajar yang telah mereka nikmati selama setahun terakhir dengan gaya mengajar baru oleh pengajar baru pula di kelas XII. Dilengkapi dengan mimik dan gaya yang lucu saya memahami betapa berat dan tidak mudahnya pendekatan mereka terhadap gaya belajar terbaru di kelas XII. Banyak yang mengeluh, namun saya mengatakan apa pun yang kita hadapi pasti bisa terselesaikan dengan cara dan metode yang berbeda dan tentu saja cocok dengan diri kita😀

Nah, selama tiga minggu pertama saya mengamati dan mempelajari para pelajar baru saya dengan sebutan singkat saja beserta profil sederhana mereka.


Walaupun sederhana tetapi kesan yang saya rasakan saat bertemu mereka dan sudah berminggu-minggu mengenal siswa baru ini semakin lama semakin bertambah akrab. Walau dengan jumlah kekuatan yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bala pelajar XI IA tahun-tahun sebelumnya, tapi saya optimis mereka ini memiliki kesamaan dengan angkatan tahun 2007-2008 hingga 2009 yang penuh vitalitas tinggi dan tidak kenal menyerah. Itu yang tidak saya rasakan di tahun lalu.

Kelas XI IA-1 yang konon namanya disebut Unisence memiliki beberapa pentolan menarik dan sungguh mengesankan. Dengan tampang yang tidak terlalu lugu atau bisa disebut polos, anggota kelas ini adalah siswa-siswa yang simpatik dan tahan terhadap keluhan. Berkali-kali ujian dan diakhiri dengan tes remedial merupakan hal yang sudah biasa mereka lakukan seperti di kelas X. Karena itu saya tidak segan mengulang-ulang pelajaran Fisika Bab I tentang persamaan gerak bidang datar agar semuanya mencapai ketuntasan. Tokoh-tokoh yang saya ingat dan hafalkan antara lain : Fanny yang lucu karena kesan pertamanya imut dan chubby, Riska Maulani dengan mata yang berbinar-binar (apakah iya kalo menatap pelajaran lain), Phiya yang rajin menggambar manga di whiteboard yang suka ke kantin ditemani Andhalia dan kemarin karena terlambat diberi tugas mengerjakan persamaan gerak peluru di depan kelas. Il Divo IA-1 seperti Arief, Dimas, Malvin, dan William semakin cocok dengan kelompok barunya termasuk setiap ulangan fisika juga masih menunjukkan tanda-tanda positif. Kemudian ada Ghifari Upin, Fathony Belinda Winona, Angga Korg, Yudha Ketua kelas, Aldo anak Band, Denis Saputra Ucla yang tekun, Fransisca Putri “Opot” Aden yang serba penuh pertanyaan dan mudah pusing-pusing, Widi dan Widya yang suka mojok di belakang kadang sampai tidak bisa melihat tulisan di Whiteboard, Windasari yang suka menyahutin ditemani Sheren yang imut dan berkacamata, ada Yaumil dan Olfah sebagai gelandang serang kiri depan dekat pintu dan saklar lampu, ada Nadia Marsha yang sempat merasakan kelas Yohanes Surya di Serpong Karawaci serta dikirim bertanding ke Banjar Baru,  Tri Lisani yang bergaya seperti Tina Toon, Tomy Laksono yang cool, Andyno yang dijuluki teman-temannya sebagai penggalau, Noor Fazrur Rahman aka Jujui alias Zolo-zolo kadet kaskuser, Lintang dan Nina dua sekawan kayak Duo penyanyi, Istiqomah dan Azka Mutia yang sepintas kembaran dengan Dewita (IA-2) ternyata adiknya Chopi, Joe and Hasby yang rajin bingung. Marwah alias Alison Pupu yang terlihat meringis tapi senang hati, Wiandhita alias Dhita dengan mata agak sayu tapi nggak bisa ketiduran, Hasrul yang senang berpetualang tanpa meninggalkan jejak. Hmmm siapa lagi ya …. nunggu komen nangis mode on !

Jika ada yang belum saya tuliskan karena saya masih dalam kondisi mengamati. Mohon dikometari.

 

Pemeran tambahan : Trias yang bertampang model sepeda gunung dan Alfred Dorcks mantan surfer😀 … yang sekarang beralih cabang olah raga merayap di atas papan luncur beroda empat.