Aturan di Jalan Raya

Sejak hari Selasa kemarin hingga hari ini, setiap kali saya berkendaraan selalu saja diejek oleh teman perjalanan saya setiap pagi. Siapa dia? Tidak lain dan tidak bukan adalah istri saya. Pagi hari ini contohnya di perempatan jalan menuju Bundaran Kecil antara G. Obos dan M.H. Thamrin yang terdapat lampu lalin (bangnijo = abang kuning ijo) saya diejek,

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=34918228

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=34918228

“koq nggak melesat langsung ke kiri, mas?”

“Itukan boleh jika tidak ada kendaraan dari arah depan yang berbelok, beb”

Koq, waktu itu bisa nekad belok kiri padahal lampu masih merah ?”

“kan, waktu itu sudah sore dekat senja .. jadi nggak keliatan!” tegas saya sambil memaksa dan membenarkan tindakan saya berhenti walau hanya karena ingin belok ke kiri.
Istri saya tertawa terbahak-bahak melihat saya harus menuruti lampu lalin, lagian alasannya karena walaupun hari Sabtu, tentu saja akan banyak lewat penegak disiplin berlalin berpatroli di jalan. Sampai kami tiba di keramaian pasar hingga pulang ke rumah, tidak ada yang terlihat melanggar ketertiban lalu lintas terutama lampu bangnijo.

Kebetulan siang harinya saya menjemput putri saya yang di SD dan melewati jalan yang sama, saat saya berhenti di lampu lalu lintas terlihat dua buah mobil Toyota Innova tengah berhenti dan berurusan dengan Pak Polantas di sisi kiri jalan. Ternyata saat itu, kedua mobil ini berbelok kiri tanpa mengindahkan lampu merah yang sedang menyala. Sementara di UU Lalu Lintas yang diterapkan sejak Januari 2010 sudah menyatakan pada salah satu pasal adalah tidak boleh berbelok ke kiri langsung saat lampu merah menyala terutama pada pertigaan atau perempatan jalan umum.

Entah berapa yang dibayarkan sebagai denda atas pelanggaran tersebut dan sepintas saya melihat seorang bapak dengan putrinya beradu pendapat ngotot karena beralasan hal tersebut tidak terpasang di tiang rambu bangnijo tersebut.

Karena itu setiap lampu lalu lintas sambil melihat aliran lalu lintas lain. Apakah kendaraan lain boleh belok kiri langsung atau tidak walaupun terpasang atau tidak terpasang papan peringatan sebagaimana gambar di atas.

contoh lain di Kota Banjarmasin di sekitar jalan Perintis Kemerdekaan yang dari arah Jalan Jawa atau Jl. DI Pandjaitan di sekitar Pasar Lama, di sana ada rambu lalu lintas yang tidak ada larangan belok kiri langsung, namun jika anda berhenti karena ingin belok ke kiri sudah tentu akan mendapatkan hujan klakson dan teriakan dari kendaraan yang berderet di belakang anda yang bisa mencapai panjang puluhan meter.  Demikian pula di Kota Banjarmasin belokan yang ada rambu lalu lintas samping Mesjid Raya Kota Banjarmasin menuju arah veteran, banyak kendaraan bisa belok kiri langsung walaupun lampu lalu lintas berwarna merah. Karena jarak yang sama ke arah Jl. Veteran bisa dihambat dengan jarak yang sangat panjang dari arah sebelah Telkom Banjarmasin.

Lain halnya di Palangka Raya yang jalan rayanya sempit dan kecil serta jika langsung belok kiri, maka pengguna jalan yang lain akan berpotensi mendapat kecelakaan karena keteledoran pemakai jalan yang berbelok kiri langsung tanpa tengak-tengok.

Maka dari itu ingin aman, maka ikutilah aturan lalu lintas di jalan raya. Walaupun setiap kota akan berbeda-beda penerapannya, tetapi umumnya di Kalimantan Tengah sudah diterapkan “Belok kiri ikuti lampu” karena tingkat kecelakan lalin di kota kecil ini cukup tinggi dan pengguna jalan utamanya adalah pelajar dan kaum muda yang masih perlu ditanya apakah sudah memiliki SIM atau belum? Jikapun ada apakah sudah berusia 17 tahun (sebagaimana persyaratan boleh memiliki SIM ataukah memiliki usia yang masih belum mencapai 17 tahun?).

Semuanya dikembalikan kepada para pengguna jalan, walaupun kita sudah berupaya berhati-hati tetapi pengguna jalan lainnya teledor dan sembarangan, maka tetap saja kita juga memiliki potensi untuk mendapatkan ancaman di jalan raya. Karena itu waspadalah waspadalah !!!

#chania, #dan-rank, #duduk, #languages, #palangkaraya, #programming, #seoul, #toyota-innova