Untuk Siswa Dari Siswa

Kelompok 1 XI IA-3

Ruang belajar di Lab Fisika kali ini berubah sebagai ajang diskusi. Di mana para pelajar XI IA tidak hanya membahas dan mendiskusikan bahan-bahan ajar fisika berupa teoretis dan soal-soal penyelesaian namun bisa juga langsung mempraktikkan perangkat soal yang menurut mereka perlu untuk diamati secara praktikum.
Pemilihan kelompok jika semula karena suka hati atau karena pilihan sendiri atas teman-teman yang mereka senangi, kali ini benar-benar acak atau sesuai dengan undian. Mengapa tidak dipilih berdasarkan urutan hasil pelajaran saja? Hal ini untuk menciptakan kelompok yang mereka pilih berdasarkan peluang dan kesempatan (sebagaimana pelajaran matematika, jadi tidak lagi diatur oleh guru berdasarkan peringkat nilai). Setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang bergantung pada undiannya atau bergantung pada jumlah siswa.

Materi yang dibahas para siswa ini dimulai dari percobaan pegas, ayunan pegas sederhana, ayunan bandul, energi elastik (potensial) pegas hingga pada gerak harmonis sederhana dan energi gerak harmonik.
Seusai diskusi ini siswa kemudian diberi tes atau ulangan untuk mengukur daya serap mereka berdasarkan diskusi yang dilakukan. Berdasarkan pengamatan hingga siklus pertama, tampaknya setiap kelas hanya mencapai 7-8 orang yang dapat menjawab soal ulangan dengan memuaskan (nilai di atas 78 hingga 100), sementara yang lain masih harus belajar keras lagi dengan teman-temannya tersebut agar mencapai ketuntasan.
SOAL UNTUK DICOBA DI RUMAH DAN KELOMPOK BELAJAR LATIHAN SOAL BIMBINGAN BELAJAR FISIKA pegas
Berdasarkan perbandingan dari kelas XI IA-1 (39 orang), XI IA-3 (38 orang), dan XI IA-5 (34 orang). Masing-masing kelas dibagi ke dalam 7 kelompok. Kelas XI IA-1 pada siklus pertama mencapai rata-rata nilai 40,97 kemudian diperoleh 7 siswa yang mencapai nilai di atas 78 sehingga diadakan remedial diperoleh rata-rata rata-rata 51,77.
Kelas XI IA-3 diperoleh nilai rata-rata 58,32 dan yang mencapai nilai di atas 78 sebanyak 19 orang.
Pada kelas XI IA-5 yang kebetulan hari belajarnya mendekati akhir pekan dan dekat dengan pelajaran rumit diperoleh hasil rata-rata 54,56.


Analisa (sementara) tampaknya cara seperti ini memberikan dampak yang “sedikit berarti” terlihat dengan adanya kenaikan rata-rata hasil belajar siswa walaupun tidak terlalu mencolok. Karena siswa lebih dapat menerima informasi dari teman-temannya dibandingkan dengan seorang tutor saja yang selalu berada di depan sehingga perlu digali dan divariasikan metode mengajar di depan kelas dengan metode menggunakan tutor sebaya ini. 
Metode berikutnya yang juga tidak kalah menarik atau Team Student Competition (Lomba Kelompok siswa) bisa secara Jigsaw atau STAD (Student Team Achievement Division). Model-model ini untuk mengubah dan meningkatkan pemahaman maupun kerja sama siswa selain memberi kesegaran belajar dalam ruang kelas yang serba monoton. 
Guru berfungsi sebagai fasilitator atau moderator dan kadang kala bertindak sebagai informator.




#2011, #astaga_ia3, #kegiatan, #kelas, #palangkaraya, #smada