Bazaar Kelas 2011

Setiap tahun melaksanakan peringatan HUT sekolah, lomba ini tidak pernah ketinggalan sejak dimulai dari tahun 2004 hingga sekarang. Sampai dengan tahun ini yang dijajakan dan gaya penyelenggaraannya tidak jauh berbeda bahkan sudah semakin terorganisir peletakan stand atau booth penjualan. Yang dijual sepertinya monoton yaitu tidak jauh dari makanan cepat saji serta minuman ringan bersoda. Mulai dari gorengan, jajanan kantin sekolahan hingga Paman tukang es pun nongol di halaman sekolah ini.
Bazaar diselenggarakan dengan alasan membangun semangat wirausaha dan kemandirian dalam diri warga SMADA, mulai dari membangun stand, menyewa tenda hingga mempersiapkan dan membersihkannya kembali tidak hanya mempercayakan kepada cleaning service, sebab pada hari pelaksanaannya Bapak dan Ibu cleaning service tidak ada terlihat satu pun batang hidungnya.
Diikuti oleh 18 kelas yakni seluruh kelas XI dan kelas XII, masing-masing sebagaimana gambar di kanan, semua kelas menyediakan tendanya masing-masing secara swadaya. Kelas yang tampak pada gambar seluruhnya menggunakan modal hibah atau modal makanan karena bantuan masing-masing warga kelas dan sedikit saja bahan untuk dijual yang dibeliu menggunakan uang kas. Karena hibah tersebut dengan modal yang sangat sedikit omzet yang dicapai pada hari pertama saja mencapai Rp 1.475.000.

Secara rata-rata dari 18 kelas ini modal yang digunakan di luar tenda adalah Rp 380.000 dan omzet total dari kegiatan ini pada hari pertama saja sudah mencapai 12 juta lebih. Omzet pada hari kedua belum dimasukkan ke dalam data karena digunakan untuk penjurian kemarin sore (kebetulan penulis sudah hengkang duluan dari arena bazaar sehingga tidak mengikuti sampai habis).

Stand XII IA-1 Mamoru Iaichi

Kelas XII Bahasa 2011

Sebagian besar peserta bazaar dapat membukukan keuntungan lebih dari 200 ribu rupiah per hari. Jika saja bazaar ini bisa diperpanjang sama seperti pameran hingga 5 hari maka dapat diperkirakan omzet yang terjadi sekitar 60-an juta rupiah jika tidak hanya makanan ringan yang dipajang dan diperjualbelikan. Tapi sebagai wahana belajar berusaha, lumayan cukup untuk menambah kegairahan sekolah dan merasa bahwa menjadi bagian dari sebuah organisasi persekolahan itu benar-benar menyenangkan.  Namun, bagaimana yang tidak bisa merasakan dunia sekolah? Sudah sepantasnya di tahun mendatang agar panitia mengajak ana-anak panti asuhan atau yang lain untuk berbagi kebahagiaan seiring dengan pertambahan usia institusi pendidikan ini. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan pada wali kelas dan dewan guru SMAN-2 Palangka Rayayang terus mmotivasi dan mendorong para peserta didik untuk berinovasi dan terus berkreasi. Majulah SMADA Palangka Raya, Happy 28th anniversary.

Stand Astaga XI IA-3 2011

XI IA-5

Keadaan sekolah pukul 13.39 WIB

XI IA-1 Unisence


Sebagai Perbandingan perhatikan foto Bazaar tahun 2010 yang dirangkai dengan jalan santai berikut :

#bapak, #bazaar, #bazar, #bukan, #dan-rank, #duduk, #hut, #hut-sekolah, #indonesia, #kalimantan, #kalimantan-tengah, #kalteng, #kami, #kelas, #keren, #languages, #palangka, #palangkaraya, #paman-languages, #programming, #raya, #sekolah, #smada, #tengah