Bulan Madu sudah Usai

Pertengahan akhir oktober 2011 berbagai kegiatan memeriahkan peringatan HUT sekolah kami berlangsung meriah dan seru dalam kesederhanaan. Selama itu pula para siswa berjibaku dan “habis-habisan” dalam usaha menunjukkan kepiawaian dan kekompakan kelas mereka. Seperti biasanya acara ini merupakan acara tahunan dan ditutup dengan aneka pesta musik, musikalisasi serta pemilihan putra-putri model sekolah yang akan menjadi duta dalam setiap acara sekolah juga ada lomba bazaar dan acara seru-seruan sederhana lainnya.

Selama kegiatan itu pula otomatis seluruh kegiatan belajar diarahkan ke lapangan dan observasi dalam bentuk kompetisi atau lomba-lomba. Selain olah raga, ajang kreativitas, olah presentasi, olah pidato, olah ketangkasan menjawab pertanyaan dalam bentuk lomba tanya jawab hingga menampilkan bakat alami peserta didik dalam ajang model sekolah menyita perhatian seluruh warga SMada.

Pada tanggal 31 oktober 2011, kami seluruh guru dan warga sekolah dikumpulkan dan kebetulan karena hari itu setelah hujan lebat yang mengguyur kota kecil kami mengakibatkan lapangan atau halaman sekolah terendam air sehingga upacara dipindahkan ke hari berikutnya yaitu hari Selasa, 1 November 2011.

Suasana berbeda sudah terpancar semenjak bangku-bangku kelas hingga meja masih berserakan di lapangan upacara seusai kegiatan bazaar yang enggan dibersihkan oleh peserta lomba. Bahkan ada meja dan kursi yang terpisah-pisah memasuki ruang lain sehingga terdapat kelebihan meja dan kursi. Pak Sudiro selaku kepala bagian sarana perkursian dan permejaan kalang kabut mengatur perihal anak-anak ini sampai turun tangan mengatur kembali peletakan dan penempatan sarana prasarana tersebut. Sementara para siswa diminta merapikan dan mengatur ulang kelasnya masing-masing, kami para guru dikumpulkan dalam rapat kendali pagi hari sebagai pengganti upacara.

Selama rapat dinas berlangsung yang tidak terlalu lama, saya merasa cukup berkesan karena baru kali ini rapat benar-benar menyerap seluruh aspirasi warga dalam kaitan peningkatan pelaksanaan dan proses organisasi sekolah. Ditambah isu-isu dan agenda nasional yang semakin dipertajam dan tantangan-tantangan yang tidak semakin mudah, maka Kepala Sekolah menetapkan akan ada ikrar serta tanda tangan pakta integritas bagi seluruh guru dan staf  SMada lengkap tanda tangan dan foto resminya masing-masing. Gebrakan ikrar ini dimulai dengan penerapan Disiplin Waktu, Disiplin Mendengar dan Disiplin terhadap Peraturan Perundang-undangan, Hukum, dan HAM.

Hari senin itu dengan berbagai pikiran dan opini menantang, setiap guru mengomentari rencana aksi kepala sekolah kami. Saya pribadi sangat menunggu-nunggu apa yang akan dilakukan oleh rekan-rekan lainnya jika agenda  itu benar-benar terencana dan terlaksana. Tanpa menunggu lama, hari itu juga (31-10-2011) pelaksanaan PBM berlangsung berbeda dari hari-hari sebelumnya, bel dibunyikan lebih lambat 10 menit dari biasanya (yang berarti sudah sesuai dengan jam nasional yang biasa diperdengarkan TVRI atau RRI, tidak seperti sebelumnya yang selalu maju 10 menit). Pembelajaran kelas benar-benar bisa dimaksimalkan, tingkat keluyuran atau kelas kosong bahkan drastis sekali bisa ditekan ! Memang tidak salah agenda Kepala Sekolah kami kali ini benar-benar INSPIRATIF dan MENANTANG !

Keesokan harinya, Selasa, 1 November 2011 diadakanlah upacara dan sebagian besar guru dan warga sekolah lainnya hadir, ada pula sebagian yang tidak hadir pada hari Senin, 31-10-2011 terbengong-bengong dengan kegiatan upacara yang justru dilakukan pada hari Selasa😀 .. tapi karena ini merupakan kesepakatan dan sebagai tolok ukur perubahan kami para guru menyambut baik dan gembira atas perubahan tersebut. Biasanya upacara itu sangat molor dengan acara yang diisi sambutan panjang dan tidak menentu arahnya, tapi kali ini Sang pembina upacara yang tidak lain Ibu Kepala Sekolah sangat piawai menyisipkan amanat dan sambutan dengan melihat situasi dan kondisi, Beliau dengan tepat mengatur dan menghentikan amanatnya jika sudah tidak kondusif dan beralih pada real action yaitu tindakan nyata.

Upacara dilakukan dalam waktu 1,5 jam yang ditutup dengan tanda tangan seluruh guru SMada dalam pakta integritas kami. Namun, memang sungguh disayangkan ada saja beberapa rekan yang entah sengaja atau karena kealpaannya tidak hadir dan tidak menandatangani pakta dimaksud. Lain halnya dengan beberapa rekan kami yang memang mendapatkan penugasan untuk mengikuti pelatihan dan workshop, tentu saja mendapat dispensasi karena mengantungi surat tugas dinas. Setelah upacara tersebut, saya pribadi tidak mengikuti langkah-langkah penegakan integritas dan peningkatan disiplin rekan-rekan.

Hingga pada hari Sabtu, 5-11-2011 saya terkejut dan terkaget setelah beberapa rekan-rekan senior saya menceritakan sudah dikirimkan beberapa “surat cinta” yang ditujukan ke rekan-rekan kami yang “belum melaksanakan” tugasnya sebagaimana isian pakta yang ditandatangani dan tentu saja pergesekan atau ketidaknyamanan muncul di antara rekan-rekan. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Menurut pengamatan saya hal itu wajar saja terjadi karena perbedaan visi dan pemahaman, terlebih lagi jika hal ini akan dibudayakan tentu saja akan mendapat tentangan dari berbagai pihak. Entah dari dalam atau dari luar, tergantung bagaimana pimpinan beserta dewan manajemen lainnya mengelola dan menghadapinya.

Saya bersyukur setelah peringatan HUT sekolah dilanjutkan dengan tindak perubahan drastis dari pimpinan sekolah kami, telah membawa dampak positif terhadap perilaku peserta didik. Sekarang mereka mendapatkan peningkatan disiplin, yang walaupun jika dibandingkan dengan sebelumnya masih belum kembali ke tingkat disiplin sepenuhnya. Keterlambatan masih didapat dan masih dicari solusi yang bersifat win-win solution. Tingkat kekosongan kelas dapat ditekan dengan aktivasi tim guru piket, dan terutama ada kesadaran siswa untuk belajar mandiri juga semakin tumbuh.

Semoga ini bukan berarti Bulan Madu yang Usai, karena berhari-hari menikmati kebebasan tetapi lalu ditutup dengan kebosanan.