Survei Kepuasan Belajar Siswa kelas XI IA 2011

Penelitian ini berupa survei dengan pertanyaan-pertanyaan yang dipilih untuk mengetahui motivasi diri siswa, motivasi berprestasi dalam penugasan maupun ulangan, citra diri siswa terhadap keberadaannya dalam kelompok atau melaksanakan kerja kelompok, disiplin diri dan motivasi mengikuti belajar dengan guru lain atau mengikuti pelajaran tambahan bahkan hingga di luar jadwal belajar sekolah, relevansi citra diri terhadap pelajaran fisika dalam kerangka memastikan diri memilih jurusan ilmu alam, paradigma siswa terhadap model dan gaya mengajar guru fisika, kemampuan siswa menggunakan dan memanfaatkan alat bantu komputer maupun teknologi informasi dalam belajar maupun mengerjakan tugas serta menerima penugasan dari guru fis8ka, dan kepuasan siswa terhadap sarana prasarana belajar fisika serta ruang kelas yang dipergunakan.
Penelitian dilakukan selama satu minggu dengan sampel sebanyak 110 siswa (59,5% populasi) yang dipilih secara random dari 185 siswa kelas XI jurusan ilmu alam. Instrumen survei diadopsi dari instrumen motivasi belajar dan kepuasan belajar siswa yang dipergunakan peneliti lain yang disadur dan disesuaikan dengan kriteria yang diteliti.

Diperoleh hasil sebagai berikut :

Pada indikator motivasi diri (intrinsik) mempelajari fisika sebanyak 23 orang (21%) memiliki motivasi rendah dan mengikuti pola belajar lama yang hanya diselesaikan pada jam-jam belajar saja, 53 orang (48%) memiliki motivasi sedang namun dalam mengerjakan tugas atau mengikuti belajar dengan guru lain kadang kala tidak tepat sesuai jadwal atau boleh dikatakan tidak rajin (kurang disiplin), dan 34 orang (31%) memiliki motivasi diri yang tinggi (tekun, sadar manfaat belajar tambahan hingga mengikuti berbagai pelajaran tambahan di luar jam belajar sekolah).

Motivasi berprestasi merupakan motivasi untuk mendapatkan nilai yang baik (mencapai KKM atau memperoleh ketuntasan setiap kali tes fisika diadakan, antusiasme mengerjakan tugas yang diberikan guru, serta penerimaan diri terhadap nilai yang diberikan. Termasuk usaha untuk meningkatkan kemampuan atau keinginan menguasai pelajaran fisika di kelas XI secara mandiri.
Motivasi berprestasi dalam pelajaran fisika sebanyak 18 orang (16%) memiliki motivasi berprestasi yang rendah, 68 orang (62%) memiliki motivasi berprestasi sedang, dan 24 orang (22%) memiliki motivasi berprestasi tinggi dan antusias.

Cara pandang diri sendiri terhadap keberadaan dalam kelompok, dinamika kelompok, diakui dan dihargai oleh kelompok diperoleh 14 orang (13%) menyatakan sulit menerima dan merasa tidak dibantu atau tidak diakui keberadaannya dalam kelompok. 77 orang (70%) menyatakan bisa menerima dan diakui keberadaannya dalam kelompok, 19 orang (17%) menyatakan diakui dan diterima serta diperlukan oleh kelompoknya masing-masing.

Pandangan para siswa tentang gaya mengajar yang diberikan oleh guru melalui selingan humor, model belajar yang digunakan, pemanfaatan media maupun penugasan dalam cara mutakhir (internet atau TIK) diperoleh 12 orang (11%) belum dapat menerima perubahan gaya mengajar yang variatif serta penugasan yang diberikan kurang menarik minat mereka, sebanyak 54 orang (49%) menyatakan senang dengan model mengajar yang variatif dan penugasan melalui internet, sebanyak 44 orang (40%) menyenangi gaya belajar atau gaya mengajar yang digunakan guru fisika saat ini dengan menerapkan model mengajar yang variatif dan penugasan secara internet.

Sementara dilihat dari kemampuan diri ternyata didapat 39 orang (35%) menyatakan memiliki kemampuan komputer dan internet yang rendah, 40 orang (36%) dapat menggunakan komputer dan internet tetapi tidak dipergunakan untuk menyelesaikan tugas, dan 31 orang (28%) terampil menggunakan komputer dan internet dan dipergunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah.

Relevansi pelajaran fisika dengan konsekuensi yang diterima 34 orang (31%) menyatakan terkejut dan tidak menyenangi belajar fisika dengan banyak rumus atau perhitungan, 39 orang (35%) menyatakan senang belajar fisika dan mengetahui konsekuensi belajar fisika sekaligus belajar matematika sebagai alat bantu, dan 37 orang (34%) benar-benar menyadari manfaat dan kegunaan matematika dalam pelajaran fisika.

Kepuasan siswa terhadap sarana prasarana belajar fisika, laboratorium, peralatan laboratorium, kelas diperoleh 2 orang (2%) tidak puas, 73 orang (66%) memiliki kepuasan yang cukup atau tingkat sedang, dan 35 orang (32%) menyatakan mendapatkan kepuasan atas sarana dan prasarana belajar, laboratorium dan peralatan laboratorium serta kelas yang dipergunakan untuk belajar fisika.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan keadaan pelajar kelas XI tahun ini dalam mengikuti pelajaran fisika serta mendeskripsikan motivasi para pelajar serta kemampuan dan relevansinya mengambil jurusan ilmu alam yang salah satunya tentu saja akan belajar fisika.
Semoga menjadi inspirasi bagi penelitian lain di tempat yang lain.