Kelas XI IA-3 Astaga

Astaga di Lab Fisika

Hampir setengah tahun saya mengenal dan bergaul dengan para siswa ini, rombongan yang dikenal dengan wali kelas Rode Niansi adalah termasuk salah satu rombel yang paling seru. Setiap hari selasa dan rabu setiap minggu saya mengajar di kelas ini dalam durasi lima jam.
Mengocol dan mengocok perut mereka dengan banyolan khas yang cenderung banyak tidak masuk akalnya menjadi serenade rutin dan ritual wajib dalam pelajaran fisika saya.
Penonton dari Astaga (nama lain dari rombel ini) merupakan pendengar dan penikmat cerita konyol yang cerdik serta pandai melontarkan joke-joke balik yang bisa juga membuat pikiran saya berkerut atau malah menjadi ide menarik  untuk dibuatkan cerita konyolnya dengan gaya yang lebih konyol pula ala guru fisika. (Konon karena “keseriusan” guru fisika inilah banyak yang ingin merasakan mendengar saya berbacot ria di dalam kelas sambil menghubung-hubungkan permasalahan pelajaran ilmu alam dengan sejarah😆
Saya merasa sudah pernah menuliskan kelas ini sebelumnya, namun sambil menunggu torrent beraksi menyedot beberapa file yang saya perlukan untuk memberikan bimbingan dan bantuan pelajaran, tidak apalah jika kekonyolan tulisan ini menambah perbendaharaan dan aset cerita menarik yang bisa dibaca berulang-ulang dan dikunjungi tiada henti.

Part of Astaga

Part of Astaga

Hahaha Astaga!!!

Hahaha Astaga!!!

Hah

Hah

Gayanya

Gayanya

Duta-Duta SMada

Duta-Duta SMada

Tulisan saya mengenai pelajar ini bukanlah sebagai bahan olok-olok, tetapi sebagai pandangan yang tidak kasat mata karena merekalah yang saya temui 32 jam dalam seminggu. Semoga profil-profil ini bukan diterima sebagai padanan yang mengecewakan tapi sebagai kenangan saya akan kelas yang unik dan atraktif ini.

Persemaian pertama dengan Rezekiana yang lebih afdol disapa Aan. Cewe mungil berjilbab yang duduk di sebelah Jaka Apria Tananku yang rajin, saleh, pintar menabung dan matanya sipit separo. Aan cewek energik,  Aan merupakan sosok gadis yang tidak mudah patah semangat. Pembawaannya ceria dan selalu segar seperti rexona. Keceriaannya membawa nuansa pegunungan dalam kelas ini.

Jaka apria kadang digelar dengan jaka Aprilia (merek ban balap terkenal) adalah pelajar yang hampir sempurna dalam berbagai keterbatasan. Dengan keluguan yang dikemas dalam kesahajaan, Jaka merupakan sosok idaman lawan jenisnya karena kalem (bukan kaya lemur, tetapi karena calm). Jaka teman yang pandai memberi advis gratisan dan bersedia membantu teman dalam berbagai kesempatan (bukan pembantu umum tentunya). Calon kandidat ketua OSIS ini (namun kurang beruntung karena belum mendapat suara mayoritas) akhirnya merelakan pencalonannya dicabut karena belum saat kampanye belum memilih manajer kampanye tulen seperti saya:mrgreen: (*ngarep.com*)

Vivi Monica yang marak disapa Vimon adalah teman sebangku di belakang baris Jaka dan Rezekiaan, duduk di sampign Dewi Nora (dulunya saya mengira adalah penyanyi dangdut) ternyata Dewi pandai mengaji dan pintar bermusyawarah. Vimon adalah sohib sejati bagi rekan-rekan yang mendambakan pertolongan 24 jam, dengan wajah yang selalu tersenyum sampai-sampai matanya terbenam dalam-dalam, Vimon adalah teman dikala suka dan duka (orang lain suka Vimon yang berkesusahan karena harus menanggung beban). tetapi Vimon sosok yang tegar dan pantang menyerah, hujan badai sekalipun dihadapinya untuk mencapai ketuntasan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Sifatnya garang tersimpan dalam kelembutan penuh keibuaan, saya percaya Vimon diberikan jodoh yang sepadan kelak sesuai perbuatannya di masa muda.

Dewi Nora, teman sebangku Vimon juga cewe yang kesan pertamanya pendiam. Dan mereka ini suka tersenyum dikulum-kulum, ternyata Dewi menyimpan bakat terpendam sebagai penyanyi lagu melayu yang dilantunkannya dalam berdehem berirama dengan ketukan empat perempat sebagaimana tari jepin. Dewi juga pelajar yang tidak mudah putus asa dalam menyelesaikan soal terutama saat ulangan sejarah, tipikal pelajar yang tahan banting seperti mercon bantingan, walaupun kecil tetapi suaranya bisa bikin kaget.

Elsa Lidya, cewe yang sedikit berisi dan berkulit sawo matang dengan poni dan rambut diikat horse tail termasuk cewe yang jarang senyum. Di balik kegesitannya dan ketegasan wajahnya, ia merupakan gadis yang lembut dan berbudi pekerti yang luhur. Elsa sangat banyak mengikuti kegiatan sehingga sering kewalahan dalam mengerjakan soal ulangan, karena saking banyaknya kegiatan kesiswaan Elsa seringkali lupa kalo hari mulai senja baru ia beranjak kembali ke peraduannya.

Di samping Elsa Lidya, duduk sosok Deffi Nur Ika, yang tempatnya sangat jauh dan setiap hari harus berkutat dengan lalu lintas padat demi menempuh tujuannya mencapai SMADA. Berbekal tekad baja dan semangat bulat, walaupun postur tubuh dikatakan berada di bawah rata-rata tidak menyurutkan niat dan semangat Deffi untuk menjadi atlet Voli yang menghantarkan kelas Astaga menjuarai kejuaraan Bola Voli antarkelas di HUT SMADA 2011 kemarin. Akhirnya Deffi terpilih sebagai kontingen atlet voli SMada dalam rangka invitasi kejuaran voli antar sekolah yang mulai bertanding sejak 15-11-2011 sampai usainya minggu mendatang. Deffi juga sosok yang tidak pernah mudah menyerah kalah serta memiliki profesi sampingan sebagai penyedia jasa penjualan pulsa elektronik bagi warga Astaga (tanpa diskon tentu saja).

Duduk di belakang Deffi adalah Gusti Sahirul Imam, siswa pindahan dari Kotawaringin Timur. Dengan senyum yang khas  dari keturunan ningrat kutaringin, Imam senantiasa berbahasa banjar yang sangat halus jika bercakap-cakap dengan saya. Itulah yang membedakannya daripada temannya yang lain. Iman piawai juga disebut anak manis, karena senyumnya menyebabkan dirinya dirubung semut.

Kristy Meyga duduk bersebelahan dengan Imam, kadang-kadang bertukar tempat dengan Khandar. Kristy Meyga dikebal sebagai runner up Duta Tambun Bungai 2010 dan memiliki kecantikan lahiriah yang memukau serta iner beauty sebagaimana yang sering diceritakan Tukul Arem-arem di acara Bukan Empat Malam. Kristy Meyga sering disapa Ega, memiliki bakat fotografis dalam menggambar dan melukis. Ega sering menjuarai berbagai perlombaan menggambar dan barangkali selama ia masih kecil sudah sering memenangkan kejuaraan mewarnai. Ega dulu memiliki kakak cewe yang juga pernah saya ajar di kelas XI IA-4 tahun 2007 yang juga piawai menggambar. Walaupun sering ke sekolah dengan dandanan minimalis, tetapi Ega memiliki pesona lain dalam kesederhanaannya.

Terus ke belakang adalah sepasang saudara bukan kembar tapi dari etnis yang sama, William Roland atau sering dipanggil Ming-ming dan saudara sebobot yaitu Khandar. Jika orang lain pada hari jumat memilih senam bersama, mereka berdua ini lebih memilih main pingpong bersama sampai senam usai. Kadang-kadang secara bergantian bermain sepeda bersama-sama di halaman sekolah.  Khandar juga piawai memainkan kalkulator dan berpikir praktis, lebih praktis dari rekan-rekannya yang lain. Mingming semula saya kira berbadan tinggi besar, ternyata hanya lebih berbobot sedikit dibandingkan Delon Idol. Jika Mingming berhasil mencapai sixpack saya yakin Delon pun akan terlewatkan.

Di samping mereka di bagian belakang, duduk Winda Novita dan Yenny Maria Angelina yang penyuka kpopers berat. Winda termasuk jarang diprofil, karena Winda terlihat paling “tertutup” saya berharap Winda nantinya seperti lagu Stinky yaitu “jangan tutup dirimu” karena dengan keterbukaan Winda menjadi berpikiran divergen dan bisa menerima perubahan. Setiap kali ditanya Winda hanya menjawab dengan senyum manis yang memamerkan gigi putih sebening pualam.

Yenny Maria duduk berpasangan dengan Winda, sepertinya mereka berdua ini adalah soulmate. Yenny pun masih memerlukan banyak penyesuaian dengan kelas barunya. Seperti mobil yang masih baru dalam race kali ini, Yenny masih perlu setting ulang seperti Ducatti agar mampu bersaing di tikungan-tikungan tajam serta trek-trek lurus yang memerlukan akselerasi untuk secepatnya mencapai garis finish dan memperoleh predikat dalam klasemen kelas.

Di depan Yenny dan Winda duduk sepasang dua anak muda yang berbobot sama, berbentuk tubuh serupa, yaitu Evan octavaldy dan Riki Yuliandi. Semula saya mengira Riki bisa berbahasa dayak ngaju, setelah berkali-kali saya ajak berbicara baru Riki mengakui jika ia belum bisa berbahasa leluhurnya itu. Walau demikian, Riki bukanlah pelajar kurang akal dalam memaknai keberadaannya di dalam ruang kelas Astaga. Riki senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan dirinya dan mengaktualisasi dirinya dalam berbagai event dan kesempatan.

Evan Octavaldy, sempat sekelompok dengan Windy Hendriaty dan teteh Dhana Rachmatika serta Nola Kristina berhasil membuat peluncur roket angin terbesar dibandingkan peluncur roket yang dibuatkan oleh rekan-rekannya sesama pelajar kelas XI IA dalam kompetisi roket pipa beberapa waktu yang lalu. Evan, cowo yang paling banyak senyum dibalik kacamata minusnya. Sosok cowo ganteng yang bersahaja dan penurut serta setia pada orang tua. Evan adalah anak yang berbakti dan loyal serta berdisiplin tinggi. Selama di kelas saya, Evan tidak pernah terlambat masuk kelas.

Duduk di depan Evan Octavaldy ada Prilly dan Armae. Demikian keduanya disapa, sama-sama menggunakan kacamata, sama-sama berambut panjang, sama-sama perempuan. Bedanya, Prilly berbadan langsing slim jika diibaratkan bak TV LCD 32 inci sementara Armae lebih berisi seperti TV tabung. Armae lebih pendiam dibandingkan Prilly, sementara Prilly juga jarang bicara kalo tidak diajak bercakap-cakap. Perlu kesempatan khusus untuk membuat kedua gadis ini bisa berbicara banyak di dalam kelas saya.

GGB

GGB

Evan Kristanto dan Gerry Giovanni duduk di depan Armae dan Prilly. Kedua cowo ganteng ini merupakan maskot kelas dan maskot sekolah. Evan Kristanto selain piawai membelah pasal-pasal hukum dan legislasi juga lihay berdebat dalam bahasa yang bukan bahasa ibunya. Evan adalah wakil Kalimantan Tengah bersama-sama dengan Amalia Nindya Putri (XI IA-4) mewakili SMADA ke kancah lomba debat Bahasa Inggris. Padahal sehari-harinya Evan pandai menyanyi dan suka bermusyawarah, di luar dugaan saya ternyata ia rajin berdebat !  Gerry (bukan nama teman Spongebob yang berupa siput, juga bukan merek makanan ringan jajanan coklat) adalah cowo ganteng yang berhasil meraih gelar Duta Smada dari urusan kegantengan. Didukung dengan kumis tebal melintang dan bisa memanjang memendek otomatis, Gerry mampu menebarkan pesona tersendiri sebagai seorang yang berwibawa dan mampu mempengaruhi saya menuliskan tentang dirinya dalam blog ini:mrgreen: Gerry termasuk cowo aktif, tetapi bukan hiperaktif. Penyuka kendaraan macho dan berpenampilan trendy-modis-fesyenebel membawa keceriaan bagi warga Astaga di samping memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata dan semangat yang juga dimiliki teman lainnya tidak mudah patah semangat dan tidak mudah menyerah.

Di bagian terdepan dari deretan kedua bangku ini adalah Rabiatul Adawiyah yang sering dipanggil Rabi. Rabi paling suka menggambar dan menulis indah, salah satu tugasnya yang paling menarik dan masih saya simpan sekarang adalah menghias persamaan-persamaan gerak harmonis. Dari sekian banyak posisi tempat duduk strategis yang berdekatan dengan meja guru, posisi Rabi ini paling memungkinkan untuk melihat kunci jawaban yang dipegang guru saat ulangan. Terlebih-lebih saat ulangan fisika, tetapi yang saya herankan, Rabi tidak pernah mau memanfaatkan kesempatan itu bahkan yang mengagumkan ia selalu tahu jawaban yang dituliskannya sebelum soal ulangannya saya bagikan untuk  dijadikan ulangan padahal saya belum memberitau sama sekali … aneh bukan? (saya yakin Rabi memiliki indra lain selain indra ke-enam kalo seperti itu!)

Kemudian ada Helnida yang nggak pernah mau dipanggil Mba Ida. Helnida atau Nida adalah cewe yang superior dan tidak pernah mau kalah dalam setiap kompetisi. Ia segolongan dengan Sumarni. Keduanya juga duduk bersamping-sampingan supaya tahu dan bisa menjajagi kekuatan rivalnya. Termasuk gadis yang kuat komplainnya atas setiap ketidakadilan yang dirasakannya. Orator ulung dan mampu mempengaruhi orang lain dengan tatapan matanya yang sama seperti judul lagu Afgan. Perlu tenaga dalam dan energi ekstra untuk mempersiapkan diri membantu siswa seperti Helnida dan Sumarni.

Sumarni atau biasa dipanggil Arnie. Arnie adalah pelajar ideal yang tergolong cepat tanggap, tanggon, dan trengginas. Sosok tubuhnya yang mungil jangan disalahartikan bahwa Arnie memiliki energi yang minim. Justru dengan bentuk tubuh yang aerodinamis itulah, Arnie memiliki efisiensi dalam gerak dan berpikir yang membuat Arnie piawai berdebat dan berpresentasi. Arnie juga menjadi juara dalam lomba presentasi yang diadakan oleh Balai Pertanian dan Arnie yang bercita-cita menjadi peneliti, selalu sangat bersemangat dalam pelajaran saya sehingga seringkali lupa jika pertanyaan yang dilontarkannya sudah saya jawab sebelum Arnie bertanya.

Karisma, cewe berdarah tapanuli ini adalah siswa yang ceria. Termasuk aktif dalam berbagai kegiatan religi dan duduk berdampingan dengan Sumarni. Karisma adalah sosok pelajar telaten yang taat dan tabah hingga akhir. Sudah jarang ditemui tipikal pelajar seperti beliau ini.

Fitrotin, salah satu dari sekian banyak cewe berjilbab di kelas saya. Jika salah diduga, Fitrotin mirip seperti turunan India dan Pakistani dari salah satu film Shahrukh Khan. Penyuka warna putih dan abu-abu ini berteman akrab dengan Mitha yang atlit bola lempar. Fitrotin sering terkaget-kaget kalo diberi tugas menjawab pertanyaan, tetapi syukurlah itu itu tidak terjadi selama pelajaran saya berlangsung.

Mitha

Mitha

Trimitha Livenia disingkat Mitha, atlit basket yang sedang menjalani masa reses. Saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi Kompetisi basket pelajar antar provinsi 2011. Mitha tergolong cewe atletis dan masih dalam tahap perkembangan fisik menuju cewe yang berbadan berotot😀 tetapi Mitha lebih banyak memilih mode “keep silent please” kalo disinggung hal tersebut.

DR

DR

Dhana Rachmatika atau sering dipanggil teteh oleh teman-temannya. Walau berbadan mungil tetapi memiliki kekuatan counter dan spike yang dashyat sehingga diambil teman-temannya untuk bermain bola voli. Walau jatuh bangun, tetapi teteh dhana tidak pernah mengalami mik ap luntur walau diguyur keringat yang deras karena tetesan  itu meluncur bebas hambatan di penampangnya yang tiada bergesekan alias licin seperti pualam. Dhana termasuk siswi yang berdisiplin tinggi, yang mungkin pula karena didikan kedua orangtuanya yang mengutamakan kedisiplinan.

Ai

Aining

Ainingtyas yang penyuka boneka Piggy, berambut ikal keriwil dan berbekal postur yang mendukung lenggang lenggok di catwalk. Aining juga pelajar yang disiplin, tertib, rapi, tidak tergesa-gesa, dan juga seperti yang lain tidak mudah putus asa. Jika putus asa, paling-paling ia memutar rambutnya dengan ujung pulpen sehingga semua rambutnya tetap keriting dan ikal alami tidak perlu ke salon.

Asti

Asti

Asti puspita nicknamenya di FB atau twit muncul sebagai asti pusil ataukah sudah ganti? Asti Puspita termasuk pelajar yang tidak cerewet tetapi selalu tuntas mengerjakan tugasnya dan dalam setiap tes yang saya berikan jarang mendapatkan nilai yang kurang memuaskan kecuali karena beban pekerjaan lain. Asti termasuk siswa yang tabah dan penuh semangat dalam mencata pengarahan dan pelajaran.

Elsa Wirakaryanti cewe berjilbab yang satu ini tergolong tidak menyukai pekerjaan yang bertele-tele atau yang memang tidak dikenalnya dengan akrab. Seandainya internet itu tidak ada, hal itulah yang lebih membahagiakan dirinya karena gurunya tidak akan pernah menugasinya mencari bahan dari internet. Bukan berarti Elsa anti internet, tetapi ia lebih perfeksionis dan proporsionalis. Artinya guru-guru semacam saya ini harus pandai-pandai memberikan tugas yang tidak njlimet dan rumit seperti penugasan Electrocity atau penugasan melalui media semacam blog.    

Arin

Arin

Siti Rachmatiara yang lebih dikenal dengan nama Arin. Arin yang kalo tersenyum selalu menyediakan ruang lesung di pipinya adalah pelajar yang juga saya kenal tahan bantingan. Namun hati-hati membanting Arin, karena ia akan membentak dan bentakannya mengalahkan auman raja singa:mrgreen: Arin juga dikenal sebagai pengguna payung fantasi sehingga ia pantas digelar Gadis Payung di kala hujan mendung.

Pria pojokan dan sering jalan bareng dengan Meytri, Ebing Winaldo. Ebing juga termasuk atlet voli handal dengan kegantengannya yang khas orang dayak. Karena kelebihannya itu banyak lawan jenis yang terkapar hatinya karena hatinya telah tertambat (sementara) di pelabuhan ekspor impor yang lain. Ebing tergolong cowo pendiam kalo ada saya dalam kelas, dan cowo yang rame jika diajak ngocol sambil nyanyi karaoke. Cowo berkulit putih ini bercita-cita hendak menjadi abdi negara, kalo tidak jadi polis, jadi tentara, jadi jaksa, jadi hakim, jika tidak semua yah akhirnya jadi pendeta saja.

Egar

Egar

Pemain Voli bertubuh jangkung ceking dan berkaki seperti belalang  adalah profesi cowo yang sering dikiau “Egar!” Egar berarti singkatan dari tegar. Tegar berarti tahan godaan, tahan benturan, tahan deburan, tahan segala-galanya. Hanya saja Egar tidak tahan sakit kepala. Kalo sakit kepala berlanjut diPromag saja ya Egar !

Windy

Windy

Windy Hendriaty, cewe hitam manis turunan jawa yang semula saya kira blasteran India Bangladesh. Windy termasuk gadis yang sudah mempersiapkan diri sebagai ibu yang baik bagi anak-anak. Sifatnya yang memimpin dan penyayang di antara rekan-rekannya Dhana, Nola, Aining, menghantarkan sosok Windy sebagai sosok yang matang dan dewasa. Apalagi ditambah kacamata berframe tebal yang sering dipakainya setiap pagi saat menaiki kendaraan bermotor membawa makna berbeda jika ia dipandang bukan dengan seragam SMA.

Nola dan Windy

Nola Windy

Nola Kristina yang kadang kala saya panggil nama belakangnya seperti merk parfum ternama Hugo Boss. Teman akrab Windy, termasuk single fighter. Cewe tangguh di segala medan, sama seperti mobil Toyota Hardtop dan Landcruiserr. Sifatnya yang suka menjelajah membawanya ke kebiasan saklek atau suka to de poin aja. Nola juga memiliki semangat yang tinggi, pantang menyerah, dan kreatif.

Di urutan berikutnya adalah sosok Adien Farhany yang namanya berada di urutan pertama buku dafta hadir dan sempat saya kira artis film ternyata seorang cowo tulen. Adhien lebih mirip ke postur bangsa Mongolia yang selalu membawa ternaknya di sekitar gurun Gobi. Dengan wajah yang keras dan berkumis tebal, membawa nuansa bahwa Adien adalah aktor-aktor  film tahun 70-an yang salah satu judulnya “Bernafas dalam keresek” walau demikian Adien keliatannya sangar tetapi hatinya selembut salju.

Andy Farras Pujangga yang lebih keren dengan nama Mang Ujang. Pemain paling jangkung dari tim voli smada ini, termasuk cowo manis yang tidak pernah meringis dan tidak mau mengemis. Nggak pake nangis, walau Ujang adalah cowo melankolis. Di balik kesahajaan sosoknya, Ujang adalah pemimpin bagi Hijaz Smada yang telah sukses melaksanakan ibadah Potong Qurban pada dua minggu yang lalu. Ujang adalah pemimpin masa depan, karena itu jangan lupa untuk mencolok nomor dua. !!!

Cowo yang satu ini sering dipanggil Mazhar Satriyo, seorang cowo ganteng tapi  pendiam,  kalo sudah tersenyum semut pun akan terpeleset karena deretan giginya yang berbehel transparan. Mahzar sering sekali saya lihat berdoa dalam mengerjakan soal ulangan fisika, saya suka pelajar religius seperti beliau. Postur tubuhnya tidak kalah jangkung dibandingkan Mang Ujang, terus menjulang bak menara kembar Petronas Malaysia. Sepintas Mazhar memiliki kontruksi wajah orang melayu, ternyata ia orang jawa juga.

Cewe yang satu ini berjenenge :  Jenuarani Artha yang aktivis OSIS penyuka acara tulis-menulis, cewe berkacamata tebal yang selalu tampak serius di setiap kesempatan dan tempat. Sering diminta membacakan acara dan doa setiap kali upacara bendera. Semula saya kira satu daerah dengan Karisma, sama-sama dari Sumatera Utara, ternyata Artha orang Jawa tulen. Logatnya tidak terlalu medok, menyiratkan telah terjadi akulturasi logat dalam dialek sehari-harinya sebagai besutan nasionalisme kedua orang tuanya. Artha juga siswa yang disiplin dan teguh dengan pendirian, dewasa dalam bertindak dan berpikir, selalu mempertimbangkan matang-matang apa yang hendak dikerjakannya, sosok yang selalu penuh perhitungan. Kelebihannya inilah yang menghantarkannya menjadi jajaran pengurus OSIS Smada yang disegani.

Louise Emy atau sering dipanggil Euis atau Uis .. wis .. dan segala macamlah wis. Cewe intelek ini memendam berbagai macam kelebihan di balik senyum misteriusnya yang pernah digambarkan oleh Leonardo Wanipiro dalam lukisan Monaluisa. Uis selalu tampil berhasil dalam setiap ulangan, karena kedisiplinannya selain karena sering berlatih yang menyebabkan daya pikir dan imajinasinya terlatih dan siap dipertajam. Minggu-minggu ini Uis sibuk mempersiapkan karya tulis untuk dilombakan di event antar sekolah, mudah-mudahan berbuah manis sebagaimana hasil-hasil tesnya yang selalu memuaskan.

Thea Desideria

Thea Desideria

Yang terakhir Last but not least yaitu Thea Desideria,  siswi mungil dan duduk pojok depan dekat pintu ini terkenal supel, fleksibel, pandai bergaul dan terkenal. Jauh sebelum saya ketahui, ternyata Thea sudah sering muncul di perhelatan resmi dalam dunia mengencangkan urat suara. Hobinya mengolah nada dalam pita tenggorokan ini menghantarkannya direkam dalam album kompilasi gospel yang kebetulan diberikan Thea kepada saya seusai menampilkan penampilan terbaiknya saat kebaktian di residensial lingkungan kami. Walau demikian Thea termasuk remaja yang tidak sombong, tampil apa adanya, memiliki kepandaian dan kecerdasan membawa diri. Konon, saat Thea masih SMP, ia memiliki keinginan yang begitu kuat untuk masuk SMADA semata-mata karena salah satu keingintahuannya dan rasa penasarannya, yaitu ingin bertemu dengan Guru Fisika yang lebih dikenal sebagai penulis blog ini wkwkwk😆:mrgreen: (*maksa.com*).
Karena kesahajaan dan keceriaannya ini, Thea terpilih sebagai runner up Duta Smada menemani Monalouisa yang juga runner up pertama Duta Smada dan ketiga duta smada (termasuk Gerry Giovanni Benson atau GGB)  ini semuanya dari XI IA-3 Astaga.

Salah satu yang menarik hati saya untuk menulis hingga tengah malam Sabtu menuju dinihari Minggu ini karena kelas XI IA-3 ini yang memiliki kelebihan kaos berwarna merah hati bermerek Satuhati yang diberikan sehari sebelum kelas mereka tampil pada tanggal 24 Oktober 2011. Saya masih menyimpan kenangan dengan kaos Satuhati tersebut.

Semoga cerita ini tidak menjadi hal sandungan bagi kita sekalian, melainkan sebagai celotek di pagi buta karena saya mesti begadang soalnya kalo bedagang pagi seperti ini paling-paling maling saja yang mau membeli itupun tidak bayar tetapi ambil lalu pergi😛

Sebenarnya ada juga kelas lain yang memberi saya pakaian berlengan panjang berwarna putih kebiru-biruan yaitu kelas XI IA-1 alias Unisence. 

Komentar dari Astaga saya tunggu sebagai penutup cerita di akhir semester pertama. Jika banyak kekurangan dimaklumi jika banyak kelebihan jangan dibuang tapi dibagi-bagi😀

Salam Damai Selalu Bersamamu atau disingkat SDSB !

Dibuang sayang :

#astaga, #class, #divisa-ipa-3, #fisika, #kelas, #physics, #sma, #smada