Kesan saya terhadap kelas XI IA-4 2011

Kelas ajaib yang beranggotakan Tianie Olvina Tunie, Lidya Mardiana, Tania Anindhitya atau sering dipanggil Intan, Karenhapuck karena cinta, Khandingasih yang sering menggeliat dan ceria senantiasa, Dio Febrilian, Dewi Nur Anita, Susi Rahmadini, Agus Trianto Pemain Voli, dan Jeffry Julian Uje, Shindy cupa-cupa, Amalia Nindya Putri, Cindy Julita, Agnes Wulandari, Devy Priskila, Nanda Alisha, Deriven dan Timothy (bak sodara kembar dibelah kapak), Firdaus Indie dan Azis Munizar, Reyven Syaloom, Manuel Aldy, Vidya Rahmatika, Evelin dan Febrina Putri, Ferina Sinta dan Eka Putri Pow Pow, Nova Amanda Kwek dan Putri Julianti Kwek, Gita Kharisma Rizky Batugeros, Satria Christian Steven, Bruno Wagetama, Sri Astuti, Alfred Jangkung Kekar, dan siswa mutasi dari Samarinda Riska Apriliani.
Saya mendapatkan jadwal membimbing sodara-sodara ini setiap senin dan selasa, jarang saya temui keterlambatan kecuali satu atau dua orang saja setiap harinya, saya percaya itu karena kebiasaan yang masih belum berhasil di atasi dan juga saya maklumi karena rumah mereka sangat jauh serta kondisi jalanan di kota ini yang mulai macet pada jam-jam 6.15 – 6.25 wib setiap harinya terlebih-lebih hari ramai kerja (senin-jumat).
Kelas ini memiliki wali kelas yang juga kooperatif yaitu Bu Ara selaku konselor mereka yang juga mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan sehingga kelas Elfia de Quatron ini lebih sosialiter atau lebih solid dibandingkan rombongan lainnya. Kebiasaan die hard atau bekerja sampai tuntas merupakan nafas wajib di kelas yang didominasi dengan warna hijau daun ini.
Kelas yang didominasi kaum hawa terasa berbeda dengan kelas yang memiliki proporsi sama, sepertinya ada sentuhan feminin dalam setiap tindakan dan suasana kelasnya di Electron ini.

Di kelas ini pula setiap minggu saya mengumumkan rencana-rencana belajar yang baru setiap minggunya, termasuk tempat saya bercerita logo fisikarudy yang baru dengan gambar dan artinya. Jadi yang paling duluan mendapatkan informasi atau esensi berita (tajuk rencana) fisikarudy selalu kelas Electron ini😀

Termasuk kepada Nandanae alias Nanda Alisha dan Timothy Nataniel Magat yang selalu rajin men-twit saya, juga kepada Febrina PN, Agnes Wulandari, Deriven, Amalia Nindya, Nova Amanda, Putri Ijuls, Tania Intan alias Intantda juga Khandingasih, Karenhapuck alias Keke, Lidya Mardiana, Tianie, Riska Aprilia, Sri Astuti, Eka Putri Powpow yang selalu mengubah statusnya sebagaimana yang saya sebutkan kata-kata keramat, Susi Rahmadini yang senang mereply suitan saya melalui jejaring sosial Twitter sebagaimana sore hari ini sepulang dari MAN Model Palangka Raya yang sampai malam memperbaiki situs sekolah selalu mengingatkan saya akan keberadaan dan kesejatian mereka yang selalu memerlukan bimbingan dan layanan belajar maksimal.

Terima kasih juga kepada yang belum tertuliskan di sini untuk nanti disunting kembali sebagaimana kotak favorit dalam tanda bintang di atas.

 
Bukan berarti yang lain tidak, hanya karena kelas ini yang paling terakhir di awal pekan dan tempat saya bisa menuangkan seluruh ide kreatif sebab ruang yang mereka pakai adalah ruang “keramat” dalam perjalanan karir saya berada di smada. Di kelas ini bertahun-tahun saya mengalami perubahan, perjalanan panjang untuk memodifikasi, merancang, merencanakan, berubah haluan, memperbaiki diri, meningkatkan keluwesan dan segala macam setelah mengalami kemunduran dan perbaikan kepribadian mengajar secara total.
Saya menggunakan ruang ini sejak tahun 2007 hingga sekarang, tidak pernah beranjak sebagai ruang yang paling saya nikmati (selama listriknya masih menyala😀 tentu saja). Ruang yang membawa kesan mendalam dalam perubahan hidup saya sebagai seorang guru di sekolah yang kompetisinya paling ketat dan suasana udara yang tidak terlalu panas serta cenderung sejuk.
Ditambah kipas angin besar yang jika dipandang 2-3 menit dapat menghipnotis anda, menambah “keangkeran” situasinya😆
Beruntung sekali rombongan yang mendapatkan ruang sejati ini, karena di ruang inilah seluruh dimensi pembelajaran, pengajaran, transfer pengetahuan, transfer pengalaman dapat terjadi tanpa interupsi dan berjalan sebagaimana mestinya bak roda pedati yang berputar konstan perlahan tetap konsisten walaupun menghela beban yang berat.
Beruntung pula jika ditetapkan bahwa kelas XI IA-4 yang dulunya sebutannya CS sekarang berubah menjadi EdQ mendapat gelar kelas Feminim. Gerakan feminisme atau kesetaraan gender dilaksanakan dalam kelas ini dengan sempurna.
Dirgahayu Elfia de Quattron😀