Kesan terhadap kelas XI IA-2 tahun 2011

Mengamati

Kesan saya terhadap kelas yang ajaib dan berisi siswa-siswa yang akan berkembang serta berhasil di masa depan.

Buku Berkat

Kelas ini dihuni oleh para siswa yang tidak mudah patah semangat dan selalu berusaha walaupun keadaan tidak memungkinkan untuk terus berusaha, siswa kelas XI IA-2 sepertinya bukan sembarang siswa. Walaupun begitu berat tugas yang mereka dapatkan dan harus diselesaikan, mereka tidak pernah berkeluh kesah bahkan menolak. Serasa berat rasanya memberikan tugas tanpa bimbingan. Itulah sebagian besar kesan saya terhadap keberadaan siswa-siswa kelas XI IA-2 yang sering dipanggil dengan sebutan VolDer😀
Siswa Volder juga siswa yang tahan uji dan bersemangat tinggi. Buktinya saja pada saat hujan beberapa waktu lalu, kelas dengan kekuatan 4 regu ini masih mampu hadir dengan 2/3 jumlahnya. Itupun hujan lebat dari pukul 5 pagi tetap mereka datang tepat waktu di kelasnya. Wow, amazing.

Saat lomba memasak (Nadia, Yanti, Ella)

Yanti, Nadia, Ella

Saya mendapatkan waktu di kelas ini setiap senin dan rabu dan setiap hari itu pula saya jarang mendapati para anggota regunya yang datang terlambat.
Di awal-awal semester saya sudah mempersiapkan pembawaan yang berbeda dibanding kelas-kelas sebelum ini, karena saatnya untuk berubah dan berani mengubah paradigma bahwa mengajar di kelas XI itu bukan karena kewajiban saja tetapi menghibur atau Edutainment. Menghibur sekaligus mengajar, membimbing dan melatih. Berkali-kali guru senior di sekolah saya bercerita, bahwa menjadi seorang guru harus bisa “membelah diri” menjadi sebanyak siswa yang diajar. Bertahun-tahun saya praktikan saran dan nasehat itu dan sepertinya baru tiga tahun terakhir ini yang menimbulkan kesan dan perubahan yang semakin menguatkan. Tetapi yang saya sayangkan, guru senior yang menasehati saya tersebut malah menjauhkan dirinya dari peradaban dan mengubah dirinya sama seperti diri saya sebelum dinasehati dan melakukan reformasi penampilan (performance)😦 sayang sekali.


Back to topic, kelas XI IA-2 adalah kelas yang orisinil. Dengan kekuatan yang luar biasa antara jumlah siswa laki-laki dan siswa perempuan yang berimbang. Ganteng-ganteng dan berwibawa serta cantik-cantik bersahaja, semuanya membaur menjadi sebuah kesatuan diferensial yang terus bergetar dan berputar mencapai keseimbangan. Semua siswa kuatir dengan KKM yang ditentukan sedemikian, tapi saya percaya itu adalah esensi yang dapat mereka raih dengan semestinya dan dapat mereka capai dengan sempurna.
Kadang-kadang kedudukan mereka yang tidak menetap pada hari senin dan rabu juga bisa membingungkan saya sendiri, tetapi karena memiliki bakat alami untuk mengingat nama-nama, kedudukan tersebut tidak terlalu berpengaruh besar dalam disorientasi saya. Entah kalo guru dari matpel lain yang masuk ke dalam kelas ini, saya pun tidak mengerti bagaimana mereka mengelola kelas unik dan potensial ini ?
Siti Norjanah dan Windhy Oktifani selalu berpasangan sama halnya dengan Khairunnisa dan Asih Triandini. Juga seperti Edwin dan Rizky Triwijaya, sama halnya dengan Rizki Dewantara dengan Joan Norris, juga Sandy dan Dino Adisaputra, atau Sulasmi berduet dengan Gabriella, juga duet maut Erisa Yunisari serta Debrila Chriswatina, itu kunci-kunci kedudukan agar saya tidak melupakan nama siswa yang lain.
Yang menonjol dalam kelas ini adalah karena lebih banyak populasi yang “berbobot” seperti Berkat, Dhymas, Dealdo, Rizki Dewantara, Yanti, Nadia Miura Excesia Pretty, Rezki Paska, Nugraha Iwan, Nuramelia Mellong, dan itu yang menimbulkan keseimbangan dalam organisasi.
Juga didukung anggota kelas yang slim serta tangkas, seperti Akses, Indra, Ramdhan, Luthfi, Dewita Fitri, Siska Uche, Bangun Aang Avatar Volder, Dwi Murning, Trithalia, Adithya Nugraha yang seperti kutu loncat dan suka berbicara cepat.
Ada juga pelajar yang tahan tidak pernah berkomentar selama satu semester ini dengan berbagai keluhan, hanya disimpan sebagai senyum seperti Febe Batubara, Agra Nugraha (saya kira sodaraan dengan Adithya Nugraha ternyata sama seperti film Twins itu keberadaan mereka berdua ini), AlFattah Nandayu, Made Katon, Widya Pradana Rahmadani.
Secara keseluruhan saya melihat anggota kelas XI IA-2 ini sehat-sehat dan berbadan atletis serta tidak mudah sakit. Itu yang membuat mereka kuat dan tetap tabah dalam menjalani hari-hari kehidupannya di IA-2.

Maju terus Volder, biarkan badai berlalu dan tetaplah berjaya.