Momentum

https://i0.wp.com/www.buzzle.com/img/articleImages/406000-35318-45.jpg

http://www.buzzle.com/img/articleImages/406000-35318-45.jpg

Sebagai sebuah besaran fisika, momentum berarti besaran inersia benda yang disertai dengan gerak yang dilakukan benda. Besaran inersia yang dimaksud adalah massa benda. Jumlah kandungan zat yang dikandungan benda yang dikategorikan ke dalam massa. Penggunaan bahasa sehari-hari, massa dibiaskan menjadi “berat”. Sesungguhnya pengertian berat itu sendiri adalah massa yang dipengaruhi oleh kuat medan gravitasi atau percepatan bumi. Berat berubah-ubah bergantung lintang lokasi benda berada di bumi atau di bagian planet manapun atau berubah juga bergantung ketinggiannya terhadap permukaan bumi.

Momentum seringkali digunakan sebagai bagian dari kalimat ajakan atau persuasif guna menggugah orang lain agar turut ambil bagian dalam suatu tindakan atau rencana.  Misalnya dengan momentum bom atom sekutu di Hiroshima dan Nagasaki pada 15 Agustus 1945, Bangsa Indonesia menggerakkan seluruh elemen dan komponen bangsa untuk merebut dan menyatakan kemerdekaannya. Hal itu tercatat secara heroik dan menjadi pelajaran sejarah di kelas-kelas sekolah dasar hingga sekolah menengah.

http://www.flickr.com/photos/erwins_cat/4147926403/in/gallery-physicsclassroom-72157625280491634/

http://www.flickr.com/photos/erwins_cat/4147926403/in/gallery-physicsclassroom-72157625280491634/

Momentum secara masif, skala besar, grand total, menyatakan keikutsertaan pergerakan seluruh kandungan benda (baik suka atau tidak suka) untuk bergerak bersama-sama menuju satu tujuan. Sebenarnya di dalam benda pun ada bagian yang searah dengan gerak benda (vektor kecepatan atau vektor percepatan), tetapi ada juga bagian benda yang bersentuhan dengan medium lain (seperti lantai, jalan, bahkan udara) yang harus bergesekan (mengalami friksi). Untuk memperkecil hambatan tersebut kemudian ada asumsi-asumsi gesekan yang dapat diabaikan, atau medium jalan atau lantai dianggap tidak berpengaruh besar dalam “menghambat” gerak keseluruhan benda. Asumsi ini diperlukan karena teori mekanika mengenai Momentum adalah “akibat” yang dihasilkan benda yang bergerak atau sedang bergerak yang kemudian tiba-tiba dihentikan oleh suatu keadaan atau benda lain (misalnya tumbukan atau tabrakan).
Seringkali momentum fisika hanya dilihat dari dampak atau impact. Saat benda bergerak dengan membawa massa yang besar walaupun bergerak dengan pelan, maka benda itu memiliki momentum yang besar pula. Benda yang massa kecil pun, tetapi jika bergerak dengan kecepatan tinggi juga dapat membawa dampak momentum yang besar.
Bandingkan benda bermassa 50 ton bergerak dengan kecepatan 5 m/s dan benda bermassa 1 mikrogram bergerak dengan laju 0,99 kali laju cahaya (laju cahaya bergerak 300 000 km/s). Manakah yang lebih besar momentumnya?

http://www.flickr.com/photos/9899098@N04/3563853277/in/gallery-physicsclassroom-72157625280491634/

http://www.flickr.com/photos/9899098@N04/3563853277/in/gallery-physicsclassroom-72157625280491634/

#akibat, #akibat-gerak, #benda, #dampak, #fisika, #gerak, #kecepatan, #momentum, #partikel, #tabrakan, #tumbukan