Momentum (2)

  • Sering kali kita mendengar kata-kata berikut :

Mari kita gunakan momentum pergerakan ini untuk meningkatkan ….

Mari kita gunakan semangat perayaan Kemerdekaan sebagai momentum untuk ….

Kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum . . . .

Momen-momen bersejarah ini adalah . . . .

Di samping mendengar kata-kata itu bangga dan tergerak hatinya untuk ingin berpartisipasi dan mendukung tujuan pidato atau ajakan yang bersemangat tadi, kadang kala dalam batin kita juga bertanya atau malah menjadi mitos bahwa momentum ini malah merupakan istilah untuk saat ini atau saat sekarang, atau istilah momentum lebih mendekat ke definisi waktu, kala, masa, periode, ketika.

Saya menduga unsur-unsur kata tersebut merupakan serapan dari kata dalam Bahasa Inggris, yakni Moment. Menurut  kamus Bahasa Inggris yang saya (paksa) punyai, Moment berarti  waktu atau saat. Adapun momentum  yang saya temukan dalam kamus tersebut ternyata berasal dari bahasa latin yang artinya Daya Gerak atau sebagai arti kiasan yakni dorongan yang terus berkembang. 

Ternyata kalimat-kalimat ajakan tadi memang sudah cocok dan sesuai dengan peruntukan arti kata tersebut, baik secara leksikon atau kiasan (konotasi).
Momentum (menurut fisika) menggambarkan sebuah dorongan akibat pergerakan atau gerak benda (partikel). Dorongan atau akibat ini terjadi karena tumbukan, tabrakan, bersentuhan. Tumbukan atau sentuhan yang berdampak pada benda yang terlibat momentum.

  • Bola kasti atau bola bisbol dilempar lalu bersentuhan (bertumbukan) dengan tongkat pemukul akan terpental akibat tumbukan dalam waktu persentuhan yang kecil menghasilkan akibat dorongan yang jauh lebih cepat sebelum dipukul.
  • Bola tenis yang melesat dengan kecepatan 216 mil/jam dapat dipukul balik dari baseline dengan kecepatan yang dua kali lipat kecepatan servis semula.
  • Apalagi sebuah pohon sengon yang ditabrak truk bermassa berpuluh ton dengan kecepatan 72 km/jam membawa dampak dua kali lipat lebih besar kepada truk yang menabrak tersebut.
  • Pembalap F1 atau pembalap indycar yang sedang bergerak dengan kecepatan 316 km/jam tiba-tiba menabrak pagar pembatas juga menghasilkan dampak yang fatal dan berbuah pada maut.
  • Pesawat yang jatuh menghujam ke bumi dalam waktu yang singkat menghasilkan bola api akibat tumbukan mekanis yang menimbulkan gesekan dan percikan api avtur dalam ruang pembakaran mesin (avtur lebih mudah menyala dan menyambar percikan api dibandingkan bensin).
  • Lemparan benda keras atau benda tumpul pun, jika mengenai bagian tertentu pada tubuh manusia akan menimbulkan efek yang berbahaya dan mengerikan akibat daya dorong geraknya dan bersentuhan dalam waktu yang singkat (antara 0,2 sekon hingga 0,4 sekon). Waktu persentuhan yang singkat itu jauh lebih pendek dibandingkan waktu respon tubuh manusia.

Contoh : pada saat kita sedang mengendarai kendaraan bermotor, tiba-tiba ada anak kecil menyeberang. Reflek yang kita lakukan sampai menginjak rem dalam waktu yang paling singkat adalah 0,4 s hingga 0,8 s. Dibandingkan waktu persentuhan benda saat tumbukan dengan waktu respon menginjak rem, jauh lebih pendek waktu persentuhan itu.

Karena waktu persentuhan yang kecil itu diharapkan agar menghasilkan efek momentum (impuls, impuls= denyut, kejut) yang kecil waktu diperlebar atau diperlama waktu sentuhnya dengan memberikan luasan bidang serap tumbukan yang lebih besar. Seperti olah raga tinju menggunakan sarung tinju agar waktu persentuhan dengan bidang sasaran jauh lebih lama dan tidak cepat membawa efek destruksi (walaupun sesungguhnya jika kita mau benar-benar logis dan berpikir jernih, bertinju merupakan olah raga yang sangat berbahaya dan banyak mengundang maut).

Misalnya lagi pada olah raga Judo (bantingan), untuk menambah durasi waktu sentuh agar pejudo tidak sakit saat mengalami bantingan maka lantainya bukan dari kayu melainkan dari matras atau tatami yang memberikan luasan bidang serapan lebih besar dalam memperlambat efek momentum dan memperkecil impuls (kejutan gerak) yang dialami pejudo. Walaupun juga waktu gerak simultan tersebut dalam waktu yang sekejab mata atau dalam waktu yang sangat cepat.

Dapat disimpulkan, bahwa Momentum adalah daya gerak  yang terjadi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (dan terus-menerus secara simultan selama benda masih memiliki kecepatan dan terus bergerak hingga akhirnya berhenti), akibat dari daya dorong itu dapat menimbulkan hal-hal yang fatal (kecelakaann bahkan maut).  Sehingga  perlu  dimaknai  bahwa kata Momentum (baik secara kebahasaan atau komunikasi)  dan juga dalam pengertian fisikanya agar tidak salah kaprah dan menimbulkan perbedaan persepsi antara komunikator (penyampai informasi atau orator, penyiar, juru kampanye, figur politik, tokoh) dengan komunikan (pendengar atau pembaca, audiens, pemirsa).

Momentum membawa dampak yang diharapkan komunikator agar pendengar dan pengikut mengeluarkan segala daya upayanya untuk terus bergerak atau momentum berakibat daya gerak yang suatu saat akan bertumbukan dengan benda lain atau kepentingan lain yang menghasilkan dampak (impact).  Momentum juga berkaitan dengan waktu yang terus-menerus atau waktu yang singkat atau limit waktu pendek (dalam impuls).

#gerak, #gerak-benda, #impuls, #kecepatan, #kejutan, #limit-waktu, #momentum, #tabrakan, #time-limit, #tumbukan