Fiksi

Membangun cerita fiksi adalah komposisi idealisme yang mengalir bisa berdasarkan fakta atau berdasarkan imajinasi idealis. Kadang kala cerita fiksi bisa membawa khayalan mengembara ke sana kemari berbasiskan perasaan bisa juga logika penulis.  Fiksi juga dicampuradukkan dengan kenyataan untuk memeriahkan alunan cerita dengan harapan pembaca, penonton atau pemirsa tergugah dan hanyut dalam kisah fiksi.

Meramu cerita fiksi membutuhkan waktu berkhayal dan idealisme yang memadai serta memungkinkan berkembang seperti cerita silat Kho Ping Ho yang fenomenal. Fiksi silat Kho Ping Ho malah berkali-kali masuk layar kaca bahkan layar perak karena kehebohan imajinasi yang terbawa dalam teks tulisan cersil tersebut. Berpuluh-puluh jilid cersil ala Kho Ping Ho sanggup menghipnotis anak-anak di tahun akhir 70-an hingga 80-an untuk tertegun dan mempelototi buku cerita itu dengan beragam imaji.

Sama halnya dengan serial drama radio di era 80-an hingga 90-an sebelum tergusur oleh era telenovela dan sinetron hingga j-dorama maupun k-drama dengan maraknya stasiun televisi swasta juga mampu membangkitkan imajinasi pendengar tentang Brama Kumbara, Sembara, dan lain-lain. Strategi fiksi kali ini sudah berbasis multimedia, tidak lagi hanya mengandalkan unsur monograf seperti teks atau audio saja, melainkan juga dengan gambar dan efek-efeknya (perhatikan Pixar sebagai produsen film animasi 3D yang dashyat ciptaan Steve Jobs yang akhirnya dibeli oleh Disney).

Adapun blog atau diary digital dapat digunakan sebagai media penyebaran tulisan fiksi dengan berbagai perniknya hanya mengandalkan monograf seperti teks semata atau digabung dengan gambar dan bisa digandeng dengan video maupun audio. Blog bisa menjadi media sederhana untuk mentransmisikan ide-ide kreatif dan inspiratif. Hanya saja yang masih diragukan adalah etika copy paste yang kadang kala tidak diperhatikan oleh warga pengguna dunia maya sebagai netiket dalam berselancar sebagai netizen. 

Apalagi jika blog dikemas sebagai media pembelajaran yang menarik dan menggiring imajinasi pelajar untuk berkolaborasi hingga mengembangkan dirinya sebagai salah satu warga dunia. Dimulai dengan membuat cerita fiksi sederhana ngelantur dulu ke mana-mana, pertumbuhan dan perkembangan blogger juga terus meningkat seiring dengan pertambahan usia dan komposisi tulisan-tulisan dalam blog-blog ini (bukan hanya mengandalkan copy paste semata tanpa mencantumkan sumber asalnya sebagai referensi).