Mengapa HP Android?

English: Android Robot. Français : le logo d'a...

Image via Wikipedia

Semula saya menggunakan ponsel Blackberry untuk mempermudah komunikasi dan menerima email bahkan membaca blog maupun mencari bahan dari internet. Tetapi rupanya blackberry yang saya gunakan juga termasuk tipe tidak terlalu bandel (8520) terutama yang saya baru ketahui keypad dan sirkuitnya rentan sekali macet maka akhirnya akhir tahun ini saya memutuskan mempelajari hape ber-OS android keluaran samsung.

Yang saya gunakan adalah Galaxy Fit karena semula dengan kamera 5 MP dan prosesor 600 MHz sudah lumayan dibandingkan 8520 Gemini yang prosesornya juga dengan frekuensi 512 MHz. Awal-awal selama belajar dengan hape baru sistem Android versi 2.2 yang ditanam di dalam Galaxy Fit lumayan kencang dan intuitif serta memudahkan pengenalan fasilitas-fasilitas yang tersedia.

Tetapi sayangnya setelah anak saya membeli Galaxy Gio yang prosesornya lebih kencang 800 MHz dibandingkan sistem hape saya, baru saya tercengang. Apalagi dengan layar monitor yang masih mengandalkan 65 ribu pixel dibandingkan Gio yang sudah 16 juta pixel terasa berbeda kejernihannya. Namun karena saya sudah berkomitmen dengan uang seadanya memakai sistem operasi ini dalam ponsel mini yah harus menerima komitmen tersebut.

Alasan saya mengganti blackberry dengan HP Android:

  1. Untuk daerah Palangka Raya ini harga BB lumayan mahal jika dibandingkan dengan harga di pulau seberang, misalnya Gemini 9300 disini dijual dengan harga 2,3 juta sementara tipe yang sama buatan Mexico dapat dibeli di tanah sebesar seharga 1,4 juta :lol:  Apalagi jika yang hendak dibeli adalah Torch (di PLK dijual dengan harga 3,4  juta entah tipe yang mana), Onyx 2 saja masih mendekati 3 juta (dibandingkan harga bandrol di petak sila hanya 2,4 juta). Belum lagi berbagai anomali penjualan dan penyediaan BB dengan segala macamnya (yah, tergantung pengguna atau keinginan pemakainya sebenarnya) … tapi alasan sederhana saya adalah saya nggak memerlukan gengsi gadget kanada ini lagi sebab  tipe 9900-nya saja semakin menurun (terakhir terdengar dengan harga 5 jutaan) dan nanti akan digantikan dengan 9790 (terakhirnya berharga 8,8 juta) entah apalagi happening berikut dari RIM😀
  2. Kenapa tidak membeli di tanah seberang saja lewat cara online ? Karena saya belum percaya sepenuhnya dengan penjualan online apalagi kalo bisa kena abal-abal seperti jaket siswa saya yang sampai hari ini sudah disetor 300 ribu rupiah tidak datang-datang ujudnya padahal sudah ditunggu sejak dua bulan yang lalu😦😡 … saya segera berasumsi seperti itu saja sebagai jaminan keamanan.
  3. Mengapa hp android ? karena sistem operasinya sederhana, touchscreen, sedang happening atau naik daun bak ulat, semakin lama sistem operasi ini semakin stabil (versi tablet) dan aplikasi yang tersedia lebih banyak dibandingkan aplikasi gratisan dalam blackberry app store. Market Android semakin hari semakin kembung dan dipenuhi hingga 500-an aplikasi gratis maupun berbayar yang dirilis oleh setiap pengembang konten.
  4. Karena di Android ada Maps yang sudah ditanam oleh Google bisa berinteraksi dengan google maps yang terbaru dan nama jalan di kota Palangka Raya sebagian besar terupdate walaupun belum semuanya benar dan tepat sebagaimana pelafalan nama jalan, tetapi sangat membantu mencari alamat biar tidak kesasar.
  5. Masih dengan Maps Android, ada fasilitas aplikasi yang bernama Google latitude yang membuat anda bisa berbagi dengan teman sesama pengguna android biar tidak tersesat. Namun dampak lain adalah posisi terakhir anda bisa diketahui oleh orang lain yang tidak anda inginkan😆 terutama jika ingin bolos atau berbohong tidak masuk kantor bahkan tidak datang ke sekolah😦 kecuali untuk beberapa hal-hal penting😀
  6. Menerima maupun membalas e-mail (bahkan saya dapat memasukkan banyak akun yang saya ketahui passwordnya untuk menerima email pada perangkat ponsel ini) terasa cepat dan nyaman, demikian pula halnya dengan posting twitter semakin gampang dan cepat apalagi jika terkoneksi dengan wifi.
  7. Sistem pencarian wifi semakin mudah dan tinggal drag and on dengan layar touchscreen, tetapi kemudahan sms atau mengetik sepertinya harus diperbaiki karena huruf yang berdempetan dan kecepatan muncul huruf yang tepat sesuai dengan yang diketik masih kalah jauh dibandingkan keyboard ponsel biasa dan qwerty ponsel Blackberry (salah satu kekurangan yang sangat terasa dalam hape android).
  8. Perubahan nada suara dalam telepon android (terutama samsung) tidak memfasilitasi perubahan nada dering dengan nada mp3 atau lagu yang kita sukai (kustomisasi pengaturan profil nada masih belum memadai).
  9. Yah tentu saja, semakin bagus harganya kemungkinan perangkat yang ditanamkan ke dalam ponsel berbasis android google ini juga semakin baik dan tentu saja tergantung dengan faktor kepentingan pengguna yang memanfaatkan. Misalnya Galaxy fit seharga 1,7 juta yang saya gunakan baru saya ketahui dengan layar masih 65 ribu berbeda 200 rb dibanding Galaxy Gio yang layarnya sudah ditanam 16 juta pixel😆

Kemungkinan terus berkembangnya hp android ini seiring dengan peningkatan pemakaian tablet yang tidak hanya menggunakan windows CE atau tablet buatan RIM playbook juga membangun sarana kompetisi gadget. Untuk iOS pada iphone dan iPad memang tidak bisa dibandingkan dengan android karena itu disegmentasikan kepada pengguna kompetitif yang mengutamakan typografi dan elegansi. Walaupun dalam hati kecil saya, ingin sekali juga memiliki iPhone atau iPad supaya tahu rasanya tapi tetap ketersediaan keuangan yang masih terbatas untuk menjangkau itu sambil menunggu kemajuan prosesor untuk menelurkan perangkat telematika yang benar-benar sesuai dan cocok untuk personalisasi  saya😀

#android, #blackberry, #gadget, #google, #hape, #hp, #oppa, #palangkaraya, #ponsel