Kapal Kelotok

http://www.flickr.com/photos/22216875@N05/2870061225#/

http://www.flickr.com/photos/22216875@N05/

Kapal yang disebut bermesin kelotok sangat akrab ditelinga masyarakat bantaran sungai di Kalimantan Tengah terutama orang-orang Dayak hingga pendatang yang bermukin sepanjang aliran sungai. Disebut kapal kelotok, karena suara yang dihasilkan dari mesin berbunyi tok tok tok tok dalam frekuensi yang rapat dan suara khas bariton mesin buatan tiongkok.
Kadang kala mesin tiongkok ini yang akrab dipanggil Dong Feng alias Kerja keras atau Hebat selain dipakai sebagai penggerak roda kapal kelotok juga berfungsi sebagai pompa atau penggerak mesin semprot air yang dipakai dalam pertambangan rakyat.
Kapal kelotok merupakan alat transportasi sungai yang lebih cepat dari jukung (perahu dayung). Kadang kala kapal kelotok juga tersaingi dengan kapal ces atau kapal jukung yang diberi motor tempel berbahan bakar bensin atau petrol.
Mesin kelotok yang dirakit dari mesin Dongfeng atau zaman dulu saat saya masih kecil ada juga merek mesin kapal sungai Yanmar atau Kubota yang mengonsumsi bahan bakar minyak diesel. Yang mana kita ketahui bersama diesel ini termasuk langka dan untuk mendapatkannya harus berjuang antri dalam deretan yang panjang karena berebut dengan mobil-mobil diesel perkebunan, industri, truk transportasi pengangkut barang hingga mesin pembangkit listrik swasta.
Kapal kelotok umumnya dibangun memiliki rumah-rumahan, namun ada juga yang dibangun rumahan kecil untuk pengemudi atau motoris dan sisanya terbuka untuk mengangkut barang selain penumpang. Karena sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah berada di tepi sungai sehingga kapal merupakan sarana penting sebagai pengangkut bahan-bahan sandang dan pangan selain sembako, hasil pertanian, hasil perkebunan yang nanti dijual kembali ke masyarakat di daratan atau di kota. Namun untuk kendaraan sungai penyeberangan ada juga tanpa rumah-rumahan melainkan dari kapal jukung ukuran sedang yang diberi mesin penggerak dengan kemudi mirip seperti setir mobil. Untuk keteraturan dan ketertiban hal ini juga diatur dengan perundang-undangan pelayaran pedalaman.

Jika transportasi antar kota di Kalimantan Tengah bisa dilewati jalan darat, maka kendaraan bermotor darat tidak sulit menjangkaunya. Tapi jika wilayah yang hendak dikunjungi sebagai bagian dari tugas sebagaimana tugas dokter dan paramedis di daerah-daerah yang hanya bisa dijangkau lewat jalur sungai atau para guru dan pengawas sekolah serta tamu-tamu maupun pejabat hendak berkunjung ke daerah tepian sungai, mau tidak mau kapal sungai yang lebih berperan dan itu didominasi oleh kelotok.
Mengapa tidak speedboat atau kapal cepat ? Speedboat atau kapal cepat menggunakan mesin yang berkekuatan besar dan akibatnya gelombang yang ditimbulkan di sungai juga besar hal ini sangat tidak disukai oleh masyarakat sepanjang bantaran sungai kecil karena dapat menenggelamkan lanting mereka (lanting adalah kayu-kayu yang diberkas menjadi satu sebagai tempat sandar atau perhentian yang diletakkan di sungai) atau bahkan menenggelamkan jukung yang umumnya hanya bertenaga dayung manusia, apa daya melawan mesin tenaga besar yang memampukan kapal bergerak sangat cepat di sungai.
Walaupun kelotok menghasilkan gelombang yang besar, tetapi karena kecepatannya kecil dan tidak terlalu besar maka gelombang yang dihasilkan alur kapal kelotok tidak membahayakan keberadaan pengguna jalur sungai dan keberadaan lanting-lanting ini.
Karena harga solar yang semakin melambung disamping untuk mendapatkan solar juga semakin sulit, maka semakin sedikit kapal kelotok yang beroperasi. Selain itu badan kapal umumnya terbuat dari kayu benuas atau kayu ulin yang sudah sangat benar-benar langka dan dilarang untuk diperjualbelikan semakin membuat industri kapal sungai terpuruk ke bawah titik nol.
Padahal membangun jalan-jalan darat ke desa atau wilayah di Kalimantan Tengah sangat sulit dan investasi biaya mahal serta waktu yang lama (sekitar lebih dari sepuluh tahun untuk membangun jalan darat yang rapi dan mulus) serta sebagian besar masyarakat Kalimantan Tengah lebih banyak berada di tepian sungai besar. Sudah sepantasnya kebutuhan bahan bakar untuk transportasi sungai ini mendapat pertimbangan atau kemudahan dan peraturan-peraturan tentu saja memerlukan pengawasan yang tegas tanpa alasan-alasan yang sebenarnya mengikat dengan peraturan tersebut. Jika pemerintah memampukan masyarakat tepian sungai mendapatkan subsidi bensin sebagai bahan bakar kapal sungai, paling tidak diupayakan kredit lunak untuk menkonversikan mesin kapal ke penggerak berbahan bakar bensin.
Sebagai contoh dari Tangkiling (tepatnya dari Jembatan Takaras) untuk menuju Kecamatan Rakumpit atau ke daerah Gaung Baru, Bukit Sua, Kanarakan, Mungku Baru, Tumbang Rungan membutuhkan biaya dari 300 ribu perak hingga 600 ribu perak untuk sekali berangkat (apalagi dari daerah tertentu tidak ada kendaraan yang balik kembali terpaksa kita harus menyewa transportasi kapal sungai ini untuk pulang pergi).😦
Inilah kendala guru yang menggunakan transportasi sungai untuk menjangkau daerah-daerah pinggir yang hanya dapat ditempuh melalui jalur sungai karena biayanya demikian tinggi disebabkan kendala ketersediaan transportasi.

Semoga kendala ini tidak berlarut-larut melainkan kembali dipikirkan dan diadakan oleh para pemangku kepentingan yang bertujuan menyejahterakan masyarakat tepian kota demi melancarkan usaha pemerataan pembangunan, pemerataan informasi bagi masyarakat tepian sungai dan untuk menjangkau daerah-daerah yang hanya dapat diraih melalui jalur sungai dengan ketersediaan kapal kelotok atau kapal ces yang memadai dan pengadaan bahan bakarnya juga dipertimbangkan dengan baik.

Tidak semua daerah di Kalimantan Tengah dapat dihubungkan melalui jalur darat karena kultur dan kondisi geografis maupun konturnya terestrialnya, jikalau dapat terhubungkan pun memerlukan waktu yang lama dan tentu saja cost tinggi. Apalagi umumnya jalan yang dilalui adalah jalan rintisan yang dibuat perusahaan-perusahaan perkebunan, pertambangan, perusahaan perkayuan (saat ramainya HPH dan pengusahaan hutan zaman dulu) yang kemudian dihibah untuk ditingkatkan menjadi jalan negara hingga jalan raya mulus. Belum lagi pemeliharaan jalan maupun jembatan penghubung juga perlu dipertimbangkan dengan matang dan tidak mendefisitkan anggaran pembangunan.  Yang penting pemerataan pembangunan itu agar dirasakan masyarakat marjinal di pinggir sungai terlaksana dalam waktu yang cepat (selain adanya percepatan pembangunan)  juga dilaksanakan dalam waktu yang cukup (bukan waktu yang lama selama-lamanya).

Berapa biaya membangun kapal kelotok ? Menurut kerabat saya yang terbiasa dengan kehidupan menyeberang sungai, biaya membuat sebuah perahu kelotok antara 20-30 juta rupiah dengan penumpang yang dapat diangkut hingga 8-10 orang. Biaya ini belum termasuk harga mesin penggerak yang mencapai dua kali lipat angka tersebut (baru yang berbahan bakar diesel, belum yang berbahan bakar bensin).  Untuk lebih jelas sebagai pengetahuan dasar-dasar membuat kapal klik ini.

Adapun daerah di pulau kalimantan yang masih sebagai sentra pembuatan kapal kelotok adalah di daerah Alalak Kalimantan Selatan di sebelah utara Banjarmasin, Marabahan Kalimantan Selatan, Sungai Arut Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun,  Kuala Kapuas seberang daerah Hampatung.

https://www.absolutemarine.co.nz/images/products/Torqeedo/

https://www.absolutemarine.co.nz/images/products/Torqeedo/

Nah, untuk yang ingin bersenang-senang dengan kayak tanpa kayuhan dayung sebagaimana gambar berikut berdasarkan situs tersebut dijual dengan harga $4450 atau hampir mencapai 38 juta rupiah namun untuk satu orang awak.  Buatan Selandia Baru.

Ada situs menarik untuk mempelajari menggunakan kapal motor hingga kapal layar dengan animasi yang menarik silakan klik situs ini

Berbagai ukuran kapal berdasarkan peraturan di Amerika Serikat tersedia dari ukuran dengan sebutan kelas, yaitu: Kelas A panjang 16 kaki (4,89 meter),  Kelas 1 dengan panjang 16-26 kaki (hingga panjang 7,94 meter),  kelas 2 panjang 26-40 kaki (12,26 meter), dan kelas 3 panjangnya hingga 19,85 meter.

Menurut peraturan di AS tadi, bagi pengemudi kapal berusia di bawah 15 tahun hanya boleh diperkenankan membawa kapal dengan kekuatan mesin 15 daya kuda saja.

 

#bakar-bakar-minyak, #bbm, #dayak, #diesel, #dinamo, #dongfeng, #kahayan, #kalimantan-tengah, #kalteng, #kapal, #kelotok, #kendala, #klotok, #perahu, #river, #sungai, #transportasi, #turbo