1,064,374

Saat ini tepat angka sesuai judul itulah jumlah kunjungan pada blog ini serta posting ini merupakan tulisan ke 814 dari target urutan ke-815 posting yang diberikan oleh WP.com dalam pengembangan web blog ini.

Menulis dan mengisi blog secara tidak sadar menjadikan pengisinya rutin terus mencari inspirasi terlepas dari fenomena copy dan paste terhadap blog lain. Inspirasi kadang kala sepet kadang kala macet sampai mampet. Terutama jika kebelet dan kepepet, walau kadang dilemanya internet ceket-ceket tidak berarti tulisan ini bernilai satu seket. Pengisian blog di SMAN-2 Palangka Raya merupakan tugas wajib guru-guru di sekolah itu, tetapi tidak semua menerima tuntutan ini sekalipun yang memiliki blog serta rutin ditulisi mendapat insentif tambahan kejutan di akhir pekan senilai 150 ribu rupiah, masih belum mampu menggoyahkan keyakinan kolega lain untuk berganti kuadran apalagi berpindah kuadran menjadi penulis blog di samping mengajar di kelas.

Berganti kuadran sama artinya kehilangan zona nyaman atau comfort zone, kehilangan privasi dan menimbulkan masalah baru, biaya baru, hobi baru, bete baru serta perkara baru. Berganti kuadran sebagaimana anjuran Robert Kiyosaki tidak membawa perubahan dampak yang signifikan dengan kekayaan bahkan cenderung menambah banyak ongkos dan biaya. Contohnya semakin lama berkutat di layar monitor membuat mata semakin lama semakin kawus (buram) dan akhirnya harus membeli gadget tambahan yakni Kacamata. Kacamata tidak hanya untuk bergaya di malam buta berwarna gelap kadap anti sinar silau mentari, tetapi juga untuk memperjelas objek huruf yang semakin lama semakin mengecil sekalipun panning dan zooming di jendela browser bisa dinaikkan sampai 1000 x perbesaran. Karena jarak objek terhadap jatuhannya di bintik kuning retina semakin melebar disebabkan ketidakelastisan kornea mata dan cairan mata yang tidak lagi likat sebagaimana mata pada usia-usia madya.

1,064,374 bukan jumlah yang dicapai dalam waktu yang singkat dan berleha-leha tetapi juga dengan banyak dilema serta filosofi yang kadang menjadi tidak populis untuk dibaca sebab diperlukan penalaran yang tidak saja njelimet melainkan bikin puyeng-puyeng pembaca yang bukan penikmat Kho Ping Ho dan Enyd B. penulis mashyur tentang Lima Sekawan. Sekalipun saat ini ada JK Rowlings dan sebelumnya tergugah dengan Lord of The Ring. Blogging oleh Guru Fisika ini semakin jauh dari kata mudah dinikmati karena semakin rumit dan pekat dengan kata-kata terkait dan bertabur ambiguisme tingkat membingungkan cenderung disipatif.

Saya semakin menikmati mengisi tulisan dengan kalimat yang dibongkar hingga dibangkir karena dengan eksperimen semacam ini semakin memperkaya kenikmatan mengirimkan tulisan tanpa jeda dan tanpa makna yang berakhir di mata pembaca seperti saat ini:mrgreen: walau kadang kala banyak juga yang tersesat karena Angka Penting dan Vektor serta tersesat karena kewajibannya membaca terutama kepada para pelajar muda karana di kelas fisika saya saat ini.  Selain itu banyak pula yang tertular file-file yang tersedia di dalam repo blog ini yang dapat diunduh gratis dan dimanfaatkan optimal sebagaimana pembelajaran fisika di kelasnya.

Kerinduan saya adalah terus memosting dan mengirimkan tulisan tanpa makna terus-menerus hingga mencapai jumlah sayuta daksa kedipan mata merambah hamparan huruf-huruf dalam media ini sekaligus saya bisa berbangga bahwa SAYA SUDAH MEMBUAT SEJARAH HARI INI.

Inilah yang saya yakini bahwa Tuhan selalu punya cara untuk saya dan anda sampai kita bersua di kemudian hari.

Lagu ini dinyanyikan oleh Anastassya Sari Purba dan diciptakan oleh Jason Prawira yang syairnya sebagai berikut :

Kau s’lalu punya cara
Untuk menjagaku s’nantiasa
Ada di dalam, rencanaMu Tuhan

Kau s’lalu punya cara
Untuk mengubah keburukan
Agar menjadi hal baik bagiku…

Reff:
Bila gunung di hadapanku tak jua berpindah
Kau berikanku kekuatan untuk mendakinya
Kulakukan yang terbaikku
Kau yang selebihnya
Tuhan selalu punya cara
Membuatku menang pada akhirnya

Kulakukan yang terbaikku, Tuhan yang selebihnya
Tuhan selalu punya cara membuatku menang pada akhirnya (adalah kalimat yang saya ucapkan saat mengakhiri pelajaran di kelas XI IA-2 pada hari Rabu, 8-2-2012)

#insentif, #kacamata, #kornea, #robert-kiyosaki