Try Out

Uji coba atau try out merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan peserta didik kelas XII atau peserta didik kelas akhir di tingkatan tertinggi mengenai kesiapannya menghadapi ujian nasional. Mengapa ujian nasional ? Mengapa ada uji kesiapan? Mengapa dan mengapa? Karena melalui sayembara tersebut merupakan prosesi citra sebuah lembaga pendidikan yang  diukur dan dikaji secara nasional. Kemampuan lembaga sekolah mempersiapkan intake-nya menjadi outcome yang ter-benchmark melalui standar nasional merupakan prosesi ritualitas edukasional dan terus akan bergulir seperti itu.

Berkali-kali saya mengikuti tim yang bertugas merepro dan menyalin naskah soal maupun lembar jawaban evaluasi sekolah, berkali-kali pula hati dan batin saya trenyuh memperhatikan kertas-kertas bekas yang teronggok tidak terpakai dengan alasan kelebihan penggandaan dan lain sebagainya, yang toh nantinya akan dimusnahkan. Batin menjerit di tengah kerontangnya bantuan operasional sekolah. Sebagaimana sekolah-sekolah lain yang saya tanyakan mengenai kemampuan sekolah itu untuk mengadakan uji coba kesiapan UNAS pun harus megap-megap memenuhi perongkosan untuk mengadakan kertas buram sebagai template penyalinan bahkan memberikan tambahan insentif kepada pengawas ujian try out ini. Apalagi jika dibandingkan dengan sekolah yang full gratis berharap dari dana BOP dibandingkan dengan kertas yang dihambur-hambur di ruang penyalinan yang saya pandang-pandang di pojokan gudang terdiam berdebu dan semakin menumpuk? Sementara kertas yang dihasilkan terbuang begitu saja😦  dan berakhir sebagai abu arang. Apakah ini karena ketidakcermatan perencana pengguna kertas ataukah karena hal-hal non teknis (istilah untuk perihal yang tidak bisa dijelaskan lagi secara verbal).

Mirisnya, try out kali ini pun masih berujung sebatas “tau saja” bukan sebagai tolok ukur atau acuan tentang kesiapan yang sudah diberikan di kelas-kelas tinggi atau kelas akhir tersebut. Faktanya kelas tinggi ini berubah menjadi kelas drill atau kelas latihan soal. Tidak segegap-gempita kelas-kelas rendah yang dipenuhi berbagai aneka kegiatan eksperimen dan pengamatan serta kegiatan outdoor lainnya. Siswa kelas akhir sudah disibukkan dengan ritual latihan-ulangan-try out-ujian sebelum mereka berpindah kuadran menjadi siswa sekolah selanjutnya bahkan bermigrasi sebagai calon mahasiswa.

Orang tua tentu saja bertanya-tanya, sejauh mana efektivitas try out dan relevansinya terhadap keberhasilan ujian nasional. Dan secara statistik sudah membuktikan bahwa semakin lama tingkat kelulusan sekolah menengah terus meningkat dan tidak berfluktuasi. Jika berfluktuasi pun hal itu masih bisa ditolerir dan bukan berarti “hukuman” atau “hal yang mengecewakan” serta tentu saja kita mengatakan “memang sudah nasibnya begitu“.  Dengan kata lain, terdapat korelasi positif yang signifikan melalui prosesi try out dengan peningkatan nilai-nilai UN ini.

Semoga  try out kali ini bukan berhasil karena nasib, tetapi karena kesungguhan dan elaborasi semua pihak terutama para pemangku kepentingan yang benar-benar berkepentingan dengan citra Ujian Nasional.  

#sayembara