HUT Fisikawan – Hertz

Tepat pada hari ini 22 februari 155 tahun yang lalu seorang ilmuwan Jerman yang memperbaharui teori cahaya Maxwell dan membuktikan postulat Maxwell tersebut tentang adanya Gelombang Elektromagnetik. Yang selanjutnya fenomena tersebut dibuktikan dengan adanya penghantaran gelombang tanpa perantara atau cikal bakal fenomena nirkabel termasuk munculnya bluetooth dan gelombang radio saat ini.

Fisikawan sepertinya rajin memelihara cambang dengan alasan untuk menambah kesangaran dan keseriusan dalam mengamati fenomena alam yang tampak baru dan nyata bagi orang awam.  Menurut wikipedia, ilmuwan ini lahir di Hamburg, daerah konfederasi Jerman Raya.  Ayahnya seorang penulis dan juga senator. Heinrich Rudolf Hertz merupakan keturunan Yahudi yang lahir dan hidup di Jerman.  Kakek serta nenek ilmuwan ini juga tidak dapat dipandang sebelah mata karena berasal dari keluarga yang terhormat dan terkenal.

Selain belajar sains, Hertz muda juga menyenangi pelajaran sastra, seni, termasuk bahasa asing seperti Bahasa Arab dan Sansekerta. Saat ia berkelana di Dresden, Munich, dan Berlin untuk mempelajari mendalam sains ia berguru kepada Kirchoff dan Hemholtz. Kirchoff adalah peneliti dan pencetus hukum aliran listrik dalam rangkaian tertutup sementara Hemholtz adalah peneliti fisika modern mengenai gelombang cahaya dan radiasi benda hitam.

Pada tahun 1880, Hertz mendapat gelar doktor di bawah bimbingan Hermann von Hemholtz. Pada tahun 1883 Hertz menjadi dosen di Universitas Kiel dalam pokok bahasan Fisika Teoritis.

Pada tahun 1865, secara dramatis Maxwell (ilmuwan Skotlandia) melemparkan teori mengenai adanya gelombang elektromagnetik yang merambat tanpa media dan bergerak sebagaimana laju cahaya. Berbagai ilmuwan berusaha membuktikan postulat Maxwell tersebut.  Tantangan tersebut berkembang dengan hasrat menggebu-gebu dari para saintis Eropa untuk membuktikan eksistensi gelombang tersebut. Pada tahun 1886, Hertz berhasil membuktikan adanya eksistensi gelombang elektromagnetik menggunakan perangkat koil tegangan tinggi, pemancar radio, kondensator atau kapasitor (saat itu dikenal dengan sebutan Tabung Leyden), dan logam lucutan api (spark gap) yang satu sama lain berjarak antara 2 centimeter.  Awalan dari percobaan tersebut, eksperimen Hertz ini menginovasi perkembangan telegrafi tanpa kabel, radio, dan akhirnya perkembangan awal televisi. Untuk menghormati jasa beliau, maka satuan dari frekuensi atau getaran yang terjadi setiap satuan waktu dinyatakan dalam satuan namanya, Hertz.

Sumber rujukan : http://en.wikipedia.org/wiki/Heinrich_Hertz

Lihat pula pada tautan ini ilmuwan yang mendapatkan nobel beserta hari kelahiran dan tanggal kematiannya. Klik di sini

Posting ini diinspirasi dari blogger http://andiweb3.wordpress.com/ melalui tulisannya klik di sini

#berlin, #dan-rank, #dresden, #hamburg, #heinrich-hertz, #hertz, #maxwell, #munich