(Berangan-angan) Mengukur beban tanpa timbangan

Saat saya memasuki kelas XI IA-1 saya terkesan dengan kehadiran seorang siswa yang bernama Jujui yang memiliki bobot ekstra hot dibandingkan yang lain. Kebetulan pokok pembahasan diskusi hari ini adalah tekanan. Dan saya berasumsi dengan terendam dalam tanah liat (selain air menurut teori Archimedes) kedalaman kaki yang terendam sebagai pokok masif kumpulan massa tubuh manusia dapat ditentukan tekanan yang dihasilkan. Luasan yang diukur tentu saja luasan telapak kaki obyek yang diukur tersebut. Dengan membuat konversi hubungan tekanan hidrostatis (asumsi massa jenis tanah liat adalah 2000 kg/m3) terhadap luasan kaki Jujui maka dapat ditentukan bobot badan Jujui tersebut.

Hitunglah sebagai percobaan yang meriah dan membangkitkan senam otak belahan kanan untuk menyemangatkan pelajar dalam mempelajari fisika di kelas XI ini tanpa menggunakan alat ukur timbangan badan untuk daerah yang banyak mengandung tanah alluvial atau tanah liat. Menurut pendapat pribadi saya, alat ukur timbangan sebagai tolok ukur atau acuan untuk melihat kesetaraan atau kesesuaian antara teori tekanan sebagai salah satu alternatif mengukur bobot badan dengan hasil pengukuran yang “sesungguhnya”.

#asumsi, #hidrostatis, #jujui, #tanah-lempung, #tanah-liat, #tekanan