Keberhasilan itu hasil Keteguhan

Setiap kali Dora, cewe petualangan berponi ungu ditemani temannya yaitu monyet Buzz yang kecerdikannya mirip seperti monyetnya si buta dari gua hantu mencapai tujuan ia selalu berteriak sebanyak tiga kali kata “berhasil, berhasil, berhasil hore”.
Jika kita amati lebih jeli lagi kata berhasil, pencapaian suatu tujuan yang dikatakan berhasil merupakan akibat dari suatu usaha yang tidak mengenal lelah, penuh perjuangan, penuh usaha sebagai hasil kali gaya dengan perpindahan yang seterusnya dinamakan keteguhan.
Seseorang yang bernama teguh bisa berarti ia adalah seseorang yang memenuhi indikator yang saya maksudkan di atas. Apalagi teman saya Ronny Teguh Pupu saat ini tengah menyelesaikan S3-nya di negeri AKB48 yang mana sering disebut Negeri Matahari Terbit (padahal bumi kan bulat belum tentu harus terbit dari Jepang)😆
Nah dari nama teguh itu, teman saya ini pun berkali-kali jatuh bangun baik dalam dunia percintaan maupun dalam karir hingga akhirnya setelah berkali-kali berjatuh-jatuhan ia dapat menjadi akademisi di Universitas Palangka Raya hingga menikahi dokter yang dulunya pernah saya ajari les di suatu ruang sempit dekat Puskesmas Bukit Tunggal namun hanya bertahan beberapa bentar saja. Tapi itulah keteguhan seorang Ronny yang bisa melampaui segala akal kegagalan dan merangkumnya dalam sebuah hasil perjuangan yang saya bisa katakan keberhasilan.
Keberhasilan Musashi Miyamoto alias Takezo Shinmen tidak terlepas dari keteguhannya untuk memantapkan tujuan menjadi ahli pedang dan “mengebiri” keinginannya berkeluarga walaupun tidak sedikit wanita cantik dan baik yang menaruh harapan pada Musashi agar menjadi suami dan pelindung mereka, tetapi semua itu kandas sebagaimana cerita Eiji Yoshikawa.
Takeshi Shinmen atau Musashi membuktikan bahwa keteguhan atau kemantapan hati tanpa memikirkan hal-hal lain dengan mengesampingkan kebutuhan batiniahnya akan kehadiran pasangan atau lawan jenis menjadikan ia pendekar samurai yang handal dan tak terkalahkan walau akhirnya ia harus mengakui kemenangan usia dan penyakit atas dirinya yang meninggal pada usia 64 tahun tanpa sanak saudara kecuali anak-anak angkatnya yang menjadi murid-murid kependekaran samurai dan zen.
Untuk mencapai keberhasilan harus melalui keteguhan.

#musashi, #samurai, #takezo