Ritual Peserta Didik Baru

Beberapa saat lagi penerimaan peserta didik baru akan dimulai di sekolah-sekolah menengah, yang sudah melakukan terlebih dahulu adalah SMAN-5 Palangka Raya dan SMAN-2 Palangka Raya. Semua orang tua dan wali berbondong-bondong mendaftarkan anak-anaknya serta keponakan bahkan cucunya yang sudah mencapai usia tataran sekolah menengah atas karena sudah lulus dari seragam putih biru (bukan satpam atau sekuriti) menuju sekolah yang setiap hari senin dan hari besar nasional diwajibkan berseragam Putih dan Abu-abu seperti sinetron Beling di televisi swasta berlambang gambar seekor unggas.
Semua calon datang dengan harap-harap (cemas) untuk dapat diterima di sekolah yang diincarnya semenjak menerima kertas putih bertuliskan lulus dari sekolah beratap biru.
Belum lagi orang-orang tua diajak berhadap-hadapan dengan wakil-wakil dari sekolah selaku anggota panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang seolah-olah “bertingkah” menentukan berhak diterima atau sudah terima saja nasib anda tidak (mempan) sekolah di tempat ini (karena akan dijanjikan banyak bonus tugas, pekerjaan, administrasi dan segala macamnya). Juga dihadapkan dengan berapa ongkos untuk menmyiapkan putra-putrinya bersekolah di tempat yang baru.
Biaya sudah jelas akan membengkak dan menyebabkan grafik tingkat inflasi yang tercatat pada Bank Indonesia akan melonjak drastis pada bulan-bulan ini. Apalagi siswa-siswa berkostum putih merah akan diumumkan kelulusannya pada tanggal 14 Juni 2012 ini maka kloplah sudah puyeng-puyeng dan pening-pening dahi berkerut dari para orang tua.
Itu belum lagi ditambah dengan anak balita yang sudah bisa menyebutkan huruf R turut ambil bagian masuk PAUD atau taman kanak-kanak.
Lengkaplah bulan Juni sebagai bulan berarti dan bagi pegawai negeri berharap-harap (dengan cemas pula) menerima Gaji ke-13 sebagai angpao bantuan untuk meringankan beban menyekolahkan putra-putri mereka. Bagaimana dengan yang tidak PNS ? Yah, saya hanya turut mengucapkan selamat menonton.

#ppdb, #siswa-baru