Remedial ? Ngga Mau

Jika siswa mendengar atau mengetahui namanya disebutkan bahkan tertulis mengikuti remedial. Serta merta dengan sendirinya harga diri mereka akan jatuh dan tidak berdaya. Bahkan ada yang mengatakan dengan melaksanakan program remedial, berarti guru sejak awal ‘telah’ merencanakan kegagalan siswanya. Ah yang benar saja !
Kemudian saat saya tanggapi bahwa itu sesuai peraturan Mendikbud, jawaban yang tidak kalah bikin pening adalah “untuk apa mengikuti peraturan yang banyak salahnya dan membawa kita dalam jurang berperkara, toh UN saja masih belum tuntas dan jadi polemik sampai sekarang!”
Lho, yang dimaksudkan tentu saja remedial sebagai implikasi atau sebab akibat program mastery learning atau program Belajar Tuntas-nya.
Semua siswa tidak pernah diasumsikan gagal, hanya mereka diharapkan menyelesaikan pelajaran atau pemahaman terhadap suatu materi pelajaran dalam kecepatan dan saat yang sama. Mengapa yang sama?
karena di dalam kelas kita mengajar secara bersamaan sehingga kelas itu disebut pengajaran Klasikal. Yang bisa bermakna lain yaitu belajar secara bersama-sama.
Konsekuensi dari belajar bersama-sama, apalagi di dalam kelas jumlah siswanya semakin banyak (lebih dari 30 orang) tentu saja akan ada disparitas pemahaman dan akan ada yang memang aslinya lamban menyerap. Kenapa ada yang lamban? Karena semua peserta didik itu heterogen (beragam) tidak setara atau tidak seragam (memiliki kemampuan yang sama).
Remedial suatu tuntutan untuk memperbaiki kesulitan belajar siswa, terlepas karena mereka lamban, memiliki banyak kekurangan terlebih-lebih siswa tentunya memiliki kelemahan dalam memahami bahan ajar atau menyerap bahan pelajaran.
Remedial seyogyanya merupakan program pembelajaran yang integral dalam kelas. Pertanyaan berikutnya : seperti apa sih program remedial yang ampuh dan efektif dijalankan dalam kelas ?
Tapi sebelum itu dilanjutkan, praktiknya yang terjadi Remedial sering dipahami sebagai tes ulang atau ujian ulang. Lha, kalo seperti ini bukan remedial namanya, sebut sajalah kegiatan itu Ujian Ulang selesai kan? Lalu ayamku ? Nah, ayam yang namanya remedi itu adalah program perbaikan yang dilakukan selama kegiatan intrakurikuler dan pembelajaran masih berlangsung dan bukan dilaksanakan selesai Ulangan Umum !


rekan-rekan pada diskusi #gurarutalk yang diselenggarakan @guraruID melalui wadah guraru.org bersepakat bahwa program remedial yang diperhatikan terlebih dahulu adalah masalah kesulitan belajar terbanyak hasil dari diagnosa kelemahan belajar siswa, selanjutnya melakukan review tentang kesulitan bahan ajar tersebut atau disandingkan dengan tutor sebaya alias teman dari siswa yang sudah mencapai ketuntasan sebagai mentor setara mereka, tentu saja karena bahasa yang digunakan sesama siswa jauh lebih mengena dan lebih “nyambung” dibandingkan dengan bahasa yang digunakan gurunya kepada siswanya.
Karena ini bagian yang terintegrasi maka tidak boleh molor dalam manajemen atau pengelolaan waktu, karena salah manajemen maka habislah waktu hanya untuk remedial saja dan tidak sempat menyelesaikan materi ajar lainnya dalam rentang semesteran yang telah direncanakan dalam Skenario pembelajaran bahkan silabus.

#ktsp, #pembelajaran, #remedi, #remedial