Event Nasional

Jika berani disebutkan sebagai event nasional sudah pasti panitia yang terlibat bukan hanya berskala lokal, tetapi juga dari berbagai daerah dan kawasan. Yang namanya event nasional tentu saja sudah direncanakan sematang mungkin dan dipersiapkan sedini mungkin setiap detailnya. Biar bagaimana pun sempurnanya sebuah rencana, tetap saja ada kekurangan dan harus dibenahi. Salah satunya pada event nasional Camporee yang baru saja dibuka di Buper Nyaru Menteng. Konon katanya skala nasional, tapi panitia yang bekerja baru sebatas lokalan saja. Di mana lokalan saja, ceritanya saya mengantarkan istri saya yang juga guru di sebuah SMA Negeri dan kebetulan salah satu regu drumband-nya diundang untuk mengisi acara. Latihan demi latihan mereka lalui sebagaimana arahan panitia lokal sampai benar-benar matang dalam waktu yang singkat, hanya seminggu termasuk latihan unjuk gelar.
Nah, pada saat gladi hari Minggu kemarin, muncul lagi request untuk melakukan defile (unjuk barisan) padahal dalam konsep yang diterima tidak ada defile untuk barisan drumband. Yang lebih mengerikan lagi muncul lagi permintaan untuk tampil unjuk gelar dan mereka hanya punya waktu 1 x 24jam untuk berlatih (wah benar-benar memukau perjuangan para pelatihnya yang harus mempersiapkan tim seumur jagung ini latihan koreografi dan komposisi barisan).
Kemudian saat hadir pada pembukaan kemarin sore, siangnya diberi tahukan bahwa drum band juga mengiringi lagu kebangsaan yah lengkap sudah kejutan-kejutan tersebut. Kejutan lain antara MC, protokol acara dan tukang foto-foto semuanya mau berperan semua. Hampir-hampir pengibaran bendera camporee digagalkan tanpa pemberitahuan tertentu yang ternyata memang salah si tukang foto ! Apaan acara nasional (katanya) tapi dilaksanakan seperti acara lokal.  Jika ada pemberitahuan perubahan beritahukanlah sebelum acara dimulai terutama saat gladi resik.

Apakah sekolah lain yang mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam event nasional juga pernah mengalami hal ini sebelumnya?

Baik, jika hal-hal di atas dianggap kritik maka solusinya :

  1. Tidak hanya segi dana dan pihak2 yang terlibat dalam acara ini seperti protokol, keamanan, dinas sosial, penyedia lapangan (tempat), juga pengisi acara.
  2. Run Down acara benar-benar diberikan kepada semua yang terlibat dalam acara pembukaan tidak hanya dadakan
  3. Susunan acara disusun sebulan sebelumnya bersamaan dengan wakil dari pengisi acara pembukaan atau penutupan sehingga tidak ada yang rame-rame di tengah acara berlangsung.
  4. Sepertinya penyusunan acara dan keterlibatan pengisi acara sering tidak sinkron karena dalam rapat mereka tidak terlibat (contohlah seperti Unjuk Gelas pada Festival Isen Mulang 2012 kemarin, semua acara tersusun rapi karena juga melibatkan anggota drum band)
  5. Pertimbangkan semua aspek dengan rapi dan jangan terburu-buru serta jika ada perubahan harus dikonfirmasikan juga mengenai alokasi waktu agar tamu-tamu tidak sampai kesorean

#drumband, #kegiatan, #nasional, #perkemahan, #sma