UKG 30-31 Juli 2012 untuk SMA/SMK

Banyak kendala di hari pertama pelaksanaan UKG 30 Juli 2012 kemarin, walau demikian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional terus maju dan diharapkan memperbaiki tampilan penilaian kompetensi guru yang konon tidak mempengaruhi tunjangan profesi ini, walaupun hasilnya masih banyak guru yang kesulitan menjawab menggunakan perangkat online ini dibandingkan konten dan tentu saja akibat pengawasan ujian yang tidak merata hasilnya pun tidak begitu menggembirakan.  Komputer yang tidak konek, server yang tidak membalas, lambatnya informasi yang dikirimkan dari server sehingga soal tidak jelas alternatif jawabannya serta gambarnya tidak muncul, nomor peserta tidak dikenal server, data peserta tidak ada adalah sebagian kecil dari “gangguan-gangguan pelaksanaan UKG”.

Bisa dibayangkan jika UKG adalah ujian tertulis yang repot adalah pemeriksaan dan penjagaan soal, makanya penilaian kompetensi guru yang disebut pemetaan kompetensi menggunakan teknologi informasi patut diacungi jempol. Biar berbagai kontroversi dan silang pendapat, kita patut bangga dengan upaya Kemdikbud untuk mengukur kompetensi pedagogik dan profesi guru yang sudah bersertifikat ini. Kelak harapannya semua tenaga pendidik dan kependidikan juga harus mengikuti uji semacam ini agar diperoleh data yang lebih lengkap dan menyeluruh dan pengambilan keputusan juga tidak keliru serta parsial diferensial.

Suasana panas dan ribut sangat mengganggu keikutsertaan saya saat mengikuti UKG di salah satu titik pelaksana atau TUK di jalan Pangeran Diponegoro Palangka Raya, mana panas dan suasana yang tidak terkendali karena para guru ini sibuk mencari jawaban agar dapat mencapai norma LULUS dan saya pun harus mengorbankan delapan soal yang tidak saya jawab karena alternatif jawabannya tampil dalam tanda seru dan ada pula soal Uji Guru Fisika-nya ada alternatif jawaban namun gambar dan tabelnya tidak tersedia. Ditambah gangguan dan dorongan dari rekan-rekan yang juga kacau balau turut menggiring hasil uji saya tidak mencapai norma yang ada (batas lulus= 70).

Saya pribadi menyukai tes yang tempatnya tenang, diawasi dengan benar dan tentu saja ruang yang sejuk serta tidak ribut karena itu sangat mempengaruhi konsentrasi dan ketenangan peserta ujian. Sepertinya inilah kelemahan UKG yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia secara serentak. Walaupun masih banyak kekurangan tapi dengan perbaikan dan peningkatan infrastruktur secara terus-menerus pasti akan ada maslahat dan hasil dari niat baik Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.

Setelah melihat-lihat kisi-kisi UKG berikut beberapa simpulan dan refleksi  hasil bacaan presentasi rekan-rekan di seberang pulau yang telah lama mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Guru (UKG 2012).

Soal tentang Uji Kompetensi Pedagogik (proporsi 30% dari keseluruhan soal) berisi :

  • Penguasaan pedagogi atau ilmu mengajar masyarakat yang berusia muda (teenager) berupa kesesuaian (konsistensi) antara teori belajar, ilmu mengajar, ilmu mendidik dengan kinerja mengajar dan kinerja belajar dari peserta didik itu sendiri.
  • Pedagogi berdasarkan pada syarat pertama yaitu karakteristik peserta didik (mulai dari PAUD hingga SMK) yang berada pada usia 5 tahun – 21 tahun.
  • Menyusun model-model belajar yang sesuai dengan teori-teori belajar
  • Merencanakan dan menyusun administrasi pembelajaran yang menjadi software pengajaran yaitu Kurikulum (KTSP), Silabus, RPP, proses pembelajaran yang efektif sebagaimana teori belajar dan psikologi karakteristik peserta didik hingga membuat dan menyusun penilaian dan evaluasi hasil belajar yang cocok menurut pedagogi
  • Memilih dan menggunakan alat tes serta instrumen analisis yang sesuai dengan bahan ajar yang diberikan (kesulitan, kompleksitas, daya dukung sekolah sampai pengetahuan prasyarat peserta didik/intake
  • Kesulitan akhir adalah integrasi dari pengenalan karakteristik peserta didik, teori belajar yang sesuai, model-model pembelajaran mutakhir yang cocok, menyusun dan membuat administrasi pembelajaran sampai pada evaluasi dan analisis hasil belajar dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
  • Dalam Kompetensi Pedagogik kelima hal tadi disebutkan sebagai standar kompetensi pedagogis guru

Soal tentang Uji Kompetensi Profesional Guru :

  • Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan mata pelajaran yang diampu guru tersebut (bisa juga disebut konten materi untuk mengajar dan diajarkan kepada peserta didik)
  • Mengembangkan profesi melalui tindakan reflektif (dalam hal ini melakukan penelitian formal dan penelitian tindakan kelas yang dituangkan menjadi karya tulis ilmiah sebagai bagian dari kinerja guru)
  • Mengembangkan kesesuaian konsep keilmuan dan penguasaan mata pelajaran yang diampu dengan kenyataan kontekstual sebagai pengembangan profesi keguruan yang konsisten dalam bentuk teks, keterpaduan (konteks) dan kenyataan hidup (realitas), mendasari pengembangan profesi ini dengan fakta, prinsip, konsep dan prosedur keilmuan mata pelajaran yang diampu, mencapai ketuntasan atas penguasan filosofi keilmuan, asal-usul dan sejarah mata pelajaran yang diampu hingga pada aplikasi keilmuan (penerapan mata pelajaran yang diampu dalam kehidupan nyata para peserta didik)

Semoga bermanfaat sebagai garis besar dan haluan berpandu demi keberhasilan para guru Indonesia yang akan menghadapi UKG secara serentak mulai 30 juli – 3 Agustus 2012 ini.

#kalteng, #kemdikbud, #kemdiknas, #kompetensi-guru, #kurikulum-ktsp, #lpmp, #model-pembelajaran, #models, #palangka-raya, #palangkaraya, #pendidik, #pola-pikir, #refleksi-ukg, #renungan-ukg, #sertifikasi, #slb, #sma, #smalb, #smk, #smp, #standar-kompetensi, #tenaga-kependidikan, #tengah, #uji-kompetensi-guru, #uka, #ukg, #ukg-2012, #ukg-2013