Kemerdekaan Republik Indonesia

Tema ini berulang kali selalu saya ceritakan di kelas fisika, mengingatkan mereka semangat dan daya juang pendahulu dan perintis kemerdekaan bangsa menghadapi masalah besar saat itu. Jika mereka berjiwa kerdil dan lebih suka ongkang-ongkang kaki seperti orang-orang di warung-warung atau kios tanpa melakukan pekerjaan besar lainnya, tentu Indonesia ini masih terjajah. Dan di benak beberapa orang yang pemalas mengatakan LEBIH BAIK KITA DIJAJAH DARIPADA MERDEKA, karena merdeka itu berarti mengurus diri sendiri dan mengurus diri sendiri itu repot.
Seandainya dulu para pejuang perintis kemerdekaan, bermalas-malasan, datang terlambat untuk berperang melawan penjajah, datang terlambat untuk berunding, malas berargumentasi dan semua serba kemalasan itu menumpuk, ya pastilah kita tidak akan mengenal 17 Agustus 1945 sebagai deklarasi perjuangan Bangsa Indonesia agar terbebas dari penjajahan Belanda.
Jangan lupa perintis kemerdekaan RI juga berasal dari tentara pelajar yang sumber resmi menyatakan keberadaan mereka dalam revolusi fisik juga masih terbatas karena kekurangan data dan publikasi, para tentara pelajar ini ada juga yang meneruskan karirnya di bidang militer sampai berpangkat jenderal dan memegang jabatan strategis. Bisa anda bayangkan, di usia masih muda belia mulai dari 14 tahun – 16 tahun, mereka sudah mengangkat senjata, membuat granat sampai bahan peledak. Sementara generasi “tentara” pelajar saat ini sudah terbuai dengan kemajuan teknologi informasi HaPe dan berkutat seharian dengan alat tersebut sampai lupa makan, lupa tidur, lupa janji, lupa sekolah, dan lupa diri sampai lupa daratan karena kecebur di sungai lautan😛
Selain itu “tentara” pelajar masa kini gencarnya main petasan, membunyikan di saat-saat ibadah khusyuk dengan alasan demi kesenangan dan meriahnya suasana. Meriah suasana apa, jika bunyi tersebut mengganggu masyarakat sekitar dan bahkan menggangu ketertiban umum. Pedagang-pedagang bahan-bahan berbahaya seperti inipun menutup mata akan resiko tersebut di samping demi mengejar keuntungan semu dengan alasan untuk pulang kampung.
Di manakah kemerdekaan itu kita pertahankan saat ini? apa dengan janji dan hanya janji?

Dirgahayu Republik Indonesia ke-67 !