Perkenalan awal dengan kelas baru saya

Lebih kurang hampir sebulan saya mengajar di kelas baru, yakni kelas XI IA-4 dan kelas XI IA-5. Biasanya setiap kelas baru mendapatkan nama atau julukan, seperti XI IA-4 yang disebut sebagai Spider (saya pun lupa apa kepanjangannya) dan XI IA-5 yang mendapatkan nama julukan belum resmi Vicendy (saya juga lupa apa maksudnya). Kelas-kelas tersebut berisikan penghuni-penghuni yang memiliki kecakapan tertentu dan sepertinya cocok bo dengan sepak terjang yang pernah saya lakukan dan akan dikembangkan di dua kelas terbaru ini.
Dari segi karakter dan kesantunan, kedua kelas ini membawa karakter serasa mengembalikan masa-masa Lamdha dan Axiaga dulu kala dicampur dengan rasa seperti Fosfater dan Gammabunta juga seperti radiasi, pizza, galaxiiga. Selain mengingatkan saya akan kelas-kelas fisika di tahun 2002-2004 yang bergelora dan penuh semangat mengembang raga (lebih kurang seperti roti yang terus membengkak saat dipanggang). Nama-nama kelas itu juga sebutan yang dikenal di antara tahun 2007 – 2009. Perbedaan yang mendasar dengan kelas terakhir karena saya tidak terlalu mengikutinya sebab berada dalam puncak kesempitan berpikir sebab tengah menyibukkan diri berkuliah lagi pulang pergi dan hampir-hampir tak tau arah jalan pulang seperti butiran debu.
Di kelas baru ini dengan jumlah personil rata-rata kurang dari 40 orang, cukup untuk memadatkan dan menggunakan berbagai strategi dan pendekatan mengajar yang baru. Antara lain menggunakan cara bermain kartu retensi untuk mengasah para peserta didik menyelesaikan soal-soal pendek tentang persamaan gerak bidang datar dan setelah lebaran nanti ditambah dengan materi gerak peluru atau gerak parabola.

Siswa-siswa yang saya ajar kali ini bersatupadu memanfaatkan media sosial untuk mengikuti dan memberi respon setiap tweet yang saya terbangkan. Seperti kemarin siang saat kami bertiga menyiapkan ruang multimedia yang sudah lama ditinggalkan dan mirip seperti sarang batman, mereka dengan jumlah mencapai lebih dari 10 orang hadir berangsur-angsur untuk membantu mempersiapkan ruang tersebut tanpa merasa lelah terutama Ika Nathalia dan Yantia yang dengan susah payah bermasker ria menyapu dan menyedot debu dibantu oleh Mellisa Grey, Ditha Yakuwi, dan Agatha Friska sambil membawa sapu lidi dan plastik kresek. Sambil berjibaku dengan karpet dan tumpukan partikel halus lainnya berangsur-angsur datang juga Gita Febriany, Swansea Cuaan,  Nopriliani, Praditha, Ranbebasa, Ryan Okta, Victor Axelius, Agra Nugraha, Adithya Nugraha, juga tampak Ronala dan beberapa temannya tapi mereka sepertinya masih malu-malu kelinci untuk bergabung bersama kami.
Selain responsif seperti itu, tokoh-tokoh seperti Claudi “Spider” dan Ranbebasa “leader” juga tanggap memasang LCD proyektor dan colokan listrik di kala kami mulai belajar fisika sambil mengamati tayangan-tayangan presentasi. Juga kecepatan menyelesaikan tugas kartu didahului oleh Kak Ross Shield dan Wulandari dari Vicendy.
Itulah beberapa perkenalan saya dengan beberapa anggota-anggota kelas baru tahun ini, semoga adik-adik kelas bisa mengikuti jejaknya dan rekan-rekan Spider serta Vicendy lainnya bisa meningkatkan responsivitas dan ketanggapannya setiap kali kita mulai berkegiatan baik akademik maupun non-akademik di smada jaya.