Catatan Persewaan Tenda

Manusia adalah mahluk sosial sehingga manusia tidak mampu hidup sendiri, dalam kebersamaannya manusia berbagi suka, duka, sedih, bahagia, sukacita hingga dukacita. Jika dulu berbagi berkat atau berkumpul bersama orang lain membutuhkan tempat yang ruangnya besar atau tanah lapang, seiring dengan perkembangan zaman kini dikenal dengan peminjaman alat pesta hingga tenda sebagai tempat pernaungan.
Tidak hanya di kota besar, usaha persewaan tenda pun merambah sampai  kota berkembang hingga pelosok kampung dan desa. Berbagai macam cara dan taktik untuk mengusahakan peluang ini sebagai usaha yang memiliki prospek bagus, terutama di tempat-tempat sosial dan kepadatan penduduk tinggi. Bahkan di Palangka Raya, sebuah badan usaha perseorangan tumbuh menjadi badan korporasi yang kuat dengan berbagai bidang usaha garapan mulai dari perlengkapan acara kedukaan kematian hingga pada usaha pekuburan swasta yang hasilnya sebagai usaha milik kelompok, semua itu dimulai dari persewaan tenda saja!
Di kota kecil seperti Kuala Kapuas, yang didominasi jalan kecil atau tepatnya gang, agar memudahkan pemasangan tenda dan pengiriman peminjaman alat pesta dalam skala cukup, jika dulu para pengusaha ini menggunakan mobil, saat ini mereka menggunakan sepeda motor yang memiliki bak di belakangnya. Kita mengenal tossa atau viar yang dikenal sebagai angkutan desa (angdes). Selain itu dengan panjang kendaraan yang tidak berbeda jauh dengan moge atau motor gede, angdes ini dapat membawa banyak barang dan dapat dimodifikasi sedemikian rupa sebagaimana keinginan pengguna. Di samping itu badan kendaraan lebih dari 85% merupakan buatan dan berbahan lokal dalam negeri. Seperti kendaraan viar 150 karoseri karya indah dengan harga 18 juta dapat dipergunakan untuk mengangkut tenda beserta perlengkapannya langsung sampai ke tempat peminjam tanpa kendala.
Keuntungan lain adalah irit bahan bakar dengan BBM jenis premium, konon dari Kuala Kapuas sampai dengan desa Tumbang Nusa Pulang Pisau yang jaraknya lebih dari 60 km sanggup dengan 3 – 4 liter saja, yang mana hal ini sudah dapat menekan biaya operasional pengusaha, itupun dengan membawa beban berupa tenda dan alat-alatnya. (padahal jika dipikir, jauh lebih dekat ke Pulang Pisau menuju Tumbang Nusa).
Sungguh pemanfaatzn peluang dan menyesuaikan kondisi geografis yang brilian dan cerdik dari pengusaha tenda tempat saudara saya meminjam tenda ini. Belum lagi ukuran tenda yang dibawa termasuk besar dengan ukuran 3 x 5 meter yang kerangkanya dapat dilepas dan diuraikan. Beliau mengaku memiliki 10 unit tenda yang disewakan setiap minggu.
Bisa anda perkirakan biaya operasional tempat persewaan ini yang memenuhi kebutuhan se-Kuala Kapuas hingga Basarang sampai Palingkau bemodal kendaraan irit bertenaga maksi rakitan anak negeri.
Sebagai asumsi sewa tenda ukuran 3 x 5 mencapai 175.000 dan kursi per buah x Rp 1500, rata-rata peminjam membutuhkan satu tenda dan 40 kursi, pendapatan kotor dari satu unit 235.000, dengan frekuensi peminjaman minimal satu hari untuk dua atau tiga tempat yang sama dikurangi biaya operasional yang hanya perlu lebih kurang 4 liter @ Rp 5500 plus teh es dan snack dapat diduga pendapatan sehari saja sudah lebih dari 500 ribu, jika dalam sebulan ada 20 kali peminjaman saja penghasilan bersih persewaan ini mencapai pendapatan bruto sampai 5-6 juta. Itu termasuk durasi lama tenda dipasang, jika selama satu hari 175 ribu, ditambah jika ada acara perkawinan yang mencapai 2 hari atau perkabungan yang bisa mencapai seminggu, tergantung ketokohan yang meminjam tenda, bukankah ini sebuah peluang kreatif yang menjanjikan?
Di Palangka Raya pun sudah berkembang imovasi pertendaan ini dari yang berbentuk monoton kotak tanpa hiasan atau plafon, sekarang sudah muncul dengan asesoris tenda yang menawan seperti ada kanopi, jumbai, sampai lampu kristal !
Salah satunya pengusaha tenda yang juga mengembangkan usaha menjadi jasa pembuatan tenda yaitu Pinus Putra di kawasan Penarung, sebagai pelopor tenda hias yang laris manis disewa penyelenggara hajatan, pesta, milad hingga acara-acara resmi di ibukota Kalimantan Tengah.

Bisa dibayangkan betapa kehidupan sosial manusia pun sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan muncul peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja mengurangi pengangguran serta sejalan dengan semangat kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Kita tidak perlu muluk-muluk dengan teori, yang penting bagaimana melihat kebutuhan sebagai peluang usaha, melihat kesulitan sebagai celah jalan keluar dari kekurangan finansial.

Salam dari Kuala Kapuas.

Posting melalui WordPress Android

#kuala-kapuas, #peluang, #pesta, #tenda, #usaha