Gangguan Listrik kembali terjadi

Sekitar tiga hari terakhir menjelang Idul Adha 1433 H di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan tengah terjadi krisis listrik yang mengejutkan. Beberapa waktu yang lalu terjadi pula pemadaman dengan alasan gangguan angin ribut di Barabai, Kalimantan Selatan sehingga pasokan listrik dari PLTU Asam Asam ke Kota Palangka Raya, Kuala Kapuas dan Pulang Pisau terhenti. Jika dibaca arsip-arsip berita di internet, pemadaman ini terus terjadi lebih dari setahun semenjak adanya reformasi di badan perusahaan listrik negara dan dialasankan pemadaman karena gangguan.
Kemarin pun kembali terjadi hal yang sama dengan frekuensi menyala bahkan antara 4-6 jam. Semula kami mengira pemadaman (blackout) ini terjadi total, ternyata karena kekurangan pasokan daya ke kota dan juga harus dibagi ke beberapa daerah lain di Kalimantan Tengah.
Investasi di bidang listrik dinilai beberapa pihak sangat lamban dan inefisien, entah apa karena hal ini tengah terjadi akibat “pemanasan global” perang argumen antara Meneg BUMN dengan anggota DPR atau apa? Tapi tetap saja antara dua gajah yang bertarung yang dirugikan adalah kancil atau masyarakat kecil dan masyarakat umum.

Pasokan daya di Kota Palangka Raya tidak hanya mengandalkan interkoneksi antara PLTU Asam Asam tetapi juga dari PLTD Kahayan yang terletak di Km 7 dan PLTD Sampit, sementara investasi yang diberitakan adanya pembangunan pembangkit listrik di Pulang Pisau (Desa Buntoi) yang konon masih mengalami kemacetan dan rencana pembangunan pembangkit listrik di kecamatan Rakumpit, Palangka Raya pun masih simpang siur atau memang sengaja tidak diekspos. Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, pertambahan penduduk, pembangunan dan layanan jasa yang semakin hari tidak hanya mengandalkan mesin ketik atau tulis tangan semata, sudah menggunakan peralatan-peralatan bertenaga listrik. Kegiatan di sekolah pun sebagian besar sudah menggunakan sumber listrik untuk dinyalakan, bahkan di Palangka Raya tidak ada sekolah yang menyediakan genset permanen sebagai backup sumber listrik jika terjadi pemadaman.
Sepertinya dengan menggandeng diri pada cloud energy atau awan energi listrik merupakan hal yang paling efisien, tetapi jika sudah ada pemadaman listrik, semua pengguna jejaring sosial, twitter, BBM, facebook berama-ramai menghujat PLN yang tidak memberitahu jadwal pemadaman atau memadamkan secara mendadak. Sampai-sampai ada juga pihak-pihak yang orang tua atau keluarganya bekerja di PLN Ranting Palangka Raya harus melakukan klarifikasi sampai testimoni betapa repotnya petugas PLN dari siang sampai subuh menjaga dan mengatur pasokan listrik agar tidak terjadi pemadaman ? Ironis dan sentimentil saat membaca kicauan-kicauan demikian di jejaring sosial.
Sementara nmasyarakat umum tidak mau mengerti dan sebenarnya SUDAH BOSAN untuk mau mengerti penyedia jasa layanan yang satu ini karena rentan dengan byar pet padahal pembayaran rekening terus naik, biaya beban listrik pun tidak pernah berkurang, tagihan listrik terus merangkak meningkat, apakah itu berkorelasi dengan signifikan terhadap pelayanan prima, tentu saja tidak! Bahkan beberapa sobat muda saya yang tengah berjuang lewat jalur politik menganjurkan perubahan dalam hal ini. Hmmm, itu memerlukan pendidikan pada masyarakat mengenai pasokan dan jalur listrik yang khususnya diberikan pada pelanggan di kota Palangka Raya.

Ada kalanya, saya sendiri pun miris jika hanya menulis tanpa memberi solusi, melulu berargumen menyatakan kelemahan pihak provider listrik nah sekarang saya memberikan solusi bagi masyarakat saja lah😛

  • Pelanggan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan seluruh kebutuhan pasokan listrik pada provider sehingga sudah saatnya untuk memilih pembangkit listrik alternatif yang tentu saja dengan beberapa biaya tambahan (cost) tersendiri.
  • Seandainya pelanggan menggunakan generator sendiri yang berdaya 900 VA, umumnya tersedia buatan negeri Tiongkok dan dayanya bisa ditambah melalui penambahan lilitan kumparan dalam oleh instalatir atau reparator genset yang ada di Kota Palangka Raya (gampangnya bisa menghubungi SMK Negeri-1 Palangka Raya), maka daya yang dikeluarkan dapat bertambah dari promosi brosur genset tersebut.
  • Selain penambahan daya genset mandiri, biaya pengeluaran pembelian BBM pun patut diperhitungkan. Untuk menggerakkan genset 900 VA selama 6 jam diperlukan Bensin dicampur oli sebanyak 5 liter. Biaya BBM macam ini di eceran atau grosir mencapai Rp 7000 – 10 000 per liter. Jika ingin menyala selama 6 jam berarti sebesar itulah biaya yang dikeluarkan. Daya yang dihasilkan tentu saja sangat terbatas tidak dapat menghidupkan televisi dan kulkas dalam waktu yang bersamaan😛 –> tentu ini mengecewakan penggemar sinetron dan acara musik-musik di tipi (yang diklaim inilah salah satu keperluan masyarakat yang sangat penting!:mrgreen: )
  • Jika genset yang dibeli berdaya lebih besar lagi agar dapat menghidupkan AC (penyejuk ruangan) tentu daya berkisar antara 1500 – 3000 VA dengan harga mencapai 4-5 juta dan kebutuhan BBM bensin premium 10 liter ( x Rp 5500 jika dibeli di pedagang eceran selain menyedot dari tangki sepeda motor tetangga) dan mampu menyala sekitar 8 – 9 jam. Belum ditambah oli pelumas mesin sebesar 1 liter untuk sebulan operasi. Untuk genset dengan kekuatan ini dijamin apa saja menyala tapi dengan resiko mudah terbakar sebab akan ada surplus daya pada sistem koneksi listrik dalam rumah karena itu harus dipasang saklar pengalih daya dari PLN ke pengguna daya listrik lokal (genset). –> bertambah pula resiko kerusakan alat listrik pengguna
  • Tentu saja yang paling aman adalah mengandalkan sambungan listrik dari PLN to, bukan mengandalkan sambungan sendiri.
  • Ada juga menggiatkan pembangkit listrik tenaga surya, panel surya. Yang salah satu penjual jasa layanan ini mematok harga Rp 2,5 juta per unit yang kemampuan mengiversi sinar matahari menjadi baterai mulai dari daya 500 VA – 1000 VA. Silakan klik disini –> Cukup mahal tetapi menurut saya lebih aman, walaupun cuma lampu dan mengecas hape agar kegiatan di jejaring sosial tidak terhenti alias terganggu.

#barabai, #blackout, #elit, #kalimantan, #listrik, #opini, #pemadaman