Mengapa dipadamkan?

Masih mengenai pemadaman listrik di Kota Palangka Raya atau Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan kemarin dan tadi malam.

Menurut pemberitaan Antara dan media massa lokal Harian Tabengan Palangka Raya,  pemadaman ini terjadi karena kerusakan pada unit 2 dan unit 1 PLTU Asam Asam yaitu pada bagian kipas pembakaran yang berhenti bergerak sehingga mengganggu operasional alat.  Sejak pukul 13.00 WIB telah terjadi gangguan (24-10-2012) yang mengakibatkan adanya pemadaman pada seluruh jaringan interkoneksi dengan PLTU Asam Asam dan dialami oleh sekitar 1,3 juta pelanggan dan pasokan daya yang bisa sampai ke Palangka Raya hanya sebesar 30% . Kebutuhan daya listrik di Kota Palangka Raya saja mencapai 45 MW (45 juta watt atau berarti 45 juta joule setiap detiknya energi yang diperlukan untuk menggerakkan alat-alat listrik), belum tercatat kebutuhan daya listrik pada kecamatan-kecamatan lain di Kalimantan Tengah ! Sementara pasokan daya yang ada dari pembangkit listrik Kota hanya mencapai 38 MW (itu pun dibagi lagi ke daerah lain di Kalimantan Tengah mulai ke Katingan, Pulang Pisau, Sampit, Pangkalan Bun, dan lainnya). Apalagi di Kalimantan Selatan, beban puncak yang harus dipenuhi atas kebutuhan pelanggan mencapai 333 MW sementara pasokan untuk memenuhi kebutuhan tersebut baru terpenuh 328 MW (masih tekor 5 MW) belum lagi kebutuhan ini pun dibagi kepada daerah-daerah lain, yang menumbuhkan ketekoran daya pada mesin-mesin pembangkit yang ada.

Perlu diketahui daya yang dihasilkan oleh PLTU Asam-Asam mencapai 200 MW sementara daya yang kemarin dapat didistribusi hanya separuhnya saja, itupun dibagi-bagi lagi ke daerah Kuala Kapuas, Pulang Pisau, belum lagi Kalimantan Selatan dan Kota Palangka Raya😦

Nah, jika gangguan sudah diketahui penyebab berhentinya generator di PLTU Asam-Asam diketahui dan diperbaiki (cukup memakan waktu lama) belum lagi penyalaan kembali pun memerlukan sequence atau aturan penyalaan yang membutuh waktu sekitar 8 jam (waktu startup) .. busyet ! Itulah yang telah terjadi di bulan oktober 2012 ini telah terjadi tiga kali pemadaman dengan gangguan teknis serupa.

Runutan gangguan PLTU Asam-asam antara lain : (13/10) gangguan akibat angin puting beliung yang menerbangkan bagian-bagian generator – pemadaman sehari semalam, pada (18/10) gangguan pada pompa pendingin mesin generator – pemdaman sehari semalam dan sekitar 2 hari dialami di Palangka Raya, (24/10) pemadaman akibat kopling fan dan gangguan pada dua unit pembangkit Barito dipadamkan selama 3 x 24 jam dengan penyalaan bergilir setiap 4-6 jam.

Jika pelanggan menyatakan ketidakpuasan cobalah memikirkan alternatif pembangkit listrik lain selama pemadaman, membeli genset Iklan (tentu saja yang bermerk dan aman) dan amankan pasokan daya rumah tangga dengan menambah pengalih tegangan dari PLN ke Tenaga lokal agar Meteran Listrik tidak terbakar dan menimbulkan masalah lagi dengan petugas PLN yang mengurus gangguan, jika ragu-ragu menghubungi instalatir bisa minta tolong petugas PLN untuk memasang Switch pengalih tegangan, adapun alat pengalih tegangan berupa tuas dengan kotak berwarna hijau atau abu-abu seperti gambar berikut  :
dalam Bahasa Inggris alat ini disebut Change Over Switch dan dijual bersamaan dengan genset yang akan dipasang di rumah pelanggan, tentu saja dengan daya yang besar. Tetapi jika kita memiliki genset yang berukuran 900 VA pun sebaiknya memasang change over switch (alias Engkol) ini agar mesin genset tidak cepat rusak dan meledak saat tiba-tiba pemadaman tidak terjadi lagi karena akan ada arus listrik PLN yang bisa memasuki mesin saat pemadaman PLN berakhir bahkan tidak jarang terjadi ledakan pada genset yang akhirnya kita harus membeli genset baru (inefisien)

Switch lain yang dapat dipertimbangkan dipasang di bawah NCB :
Juga berfungsi untuk memutuskan arus atau daya listrik.

#asia, #indonesia, #perusahaan-listrik-negara, #pltu-asam