Kiseki no sedai

Seusai upacara yang kami harapkan ada kejutan mengingat kemarin adalah Hari Guru sedunia, ternyata biasa-biasa saja. Tetapi kehampaan ini tidak sia-sia setelah saya masuk ke kelas X-9. Kelas ini terletak di pojok bawah dari gedung berbentuk ankare atau berbentuk huruf U, akibat perubahan bangunan lama ke bentuk baru. Wali kelasnya yang tangguh dan sedang kuliah pascasarjana, bu uchi.

Di awali dengan kunjungan sebagai guru piket, karena kebingungan antara pelajaran muatan lokal dengan pelajaran kewarganegaraan yang guru-gurunya sedang berhalangan karena uoacara. Mulanya saya mengenal riska, siswi berbadan subur yang dua minggu lalu sedang sakit sehingga tidak mengikuti upacara, tetapi hari ini ia dapat berdiri dengan tenang dan tampak sehat serta bahagia dari pertemuan sebelumnya. Lalu muncul jeremy, siswa gempal berkacamata yang lebih mirip pelawak standup dan berpenampilan ceria menyatakan dirinya lambat karena mengalami gangguan kulit akibat makanan kelebihan dosis.
Dalam kelas ramai dan seru ini, sampai menggoncangkan kelas-kelas tetangganya tanpa saya sadari, saya mengenal ilham sebagai salah satu kader band Noah, Rusmawati yang ceria dan bersahaja, meisya karina utami sang penyanyi kawinan, gery purnomo, ayundira calon polwan karena ketegasannya dan posturnya, ghia cewe berambut sebahu yang suka mendesain baju seragam, ida ayu tungga dewi bersaudaradengan ida ayu brahmi wulandari cewe berambut ikal dengan senyum selalu manis tanpa glukosa, akmal alias jamal, brian ronaldo yang sepertinya pandai karena berkacamata, alib si tenang, wanda cewe berkulit putih yang suka duduk di belakang, ari adi alias ira cowo macho yang mempunyai kans sebagai boyben, firsto cowo brambut jigrak ala harajuku yang kalem, meisha selin yang saya kira sebagai peranakan mongolia tapi berkulit pribumi, ibnu cowo keren berkumis dan bergaya birokrat, latifa cewe manis berjilbab duduk disebelah rudy hartono alias tono, cowo pembalap yang diam-diam menghanyutkan cucian, mirza putra yang lebih pendiam dan rajin, theresia yang selalu saya kira sebagai widya naptha, yang dipilih menjadi pemimpin lagu Mars sekolah kemarin. Ada lagi Widya naptha yang selalu eksis di twitter, nadya inara yang tidak pernah diam dan selalu mencelat dengan kata-kata sedap, olea kakak oreo, cewe berambut pendek mitra widya, maulidia dan hanny pasangan rekan yang duduk di tempat terdepan dan rajin menyimak tapi mereka bukan alay.
Veriko yang nyaris saya panggil vico atau minyak kelapa karena sangat tenangnya dan bening.
Ayu lestari yang sempat saya bayangkan sebagai bintang film tahun 90-an, ghalank sang pembalap dengan kemampuan menikung hingga sedekat 10 cm dari aspal, giezka yang juga pandai melukis, kevin jordan yang ganteng seperti bintang film dan mengingatkan saya pada kakak kelas mereka yaitu Herry Sagitta yang tidak kalah keren, wahyuni yang berkacamata dan berponi dengan gerak bola mata yang eksotis mirip seperti penari mata, dan terakhir winda wijaya, cewe simpatik berbodi menarik berbobot berisi sebagai penyemangat suasana kelas.
Kelas ini memang berisi orang-orang muda yang bersemangat tinggi, berkomitmen, dan saling mengingatkan satu sama lain, penuh perhatian, dan jika dimotivasi secara konsisten mereka dapat berubah menjadi generasi penuh keajaiban makanya tidak salah mereka memberikan nama kelas mereka Generasi Ajaib atau Kiseki No Sedai.
Selamat berjuang dan senang mengenal kalian semua.

Yang membalas dapat stiker glow in the dark, besok diklaim dengan saya … Via mention @fisikarudy

Posting melalui WordPress Android

#ajaib, #guru, #hari, #ilmu, #kalteng, #keajaiban, #kiseki-no-sedai, #mention, #senin, #stiker