Berlari Liar

Saat menjemput anak di sekolah menengah pertama di kawasan dekat Pura Pitamaha dengan kondisi yang lumayan lapang karena jam masih menunjukkan pukul 11.50 yang berarti jalur tersebut tidak dipenuhi para orang tua lain yang juga membawa kereta besi untuk menjemput anak-anaknya. Setelah menemukan right spot untuk parkir dan sambil membaca novel melalui sabak menunggu putra saya keluar dari dalam kerangkeng pagar sekolahanya, sekonyong-konyong avanza biru berplat dinas telah berhadap-hadapan dengan kereta yang sejenis yang saya tunggangi, tanpa rasa bersalah telah mengejutkan orang, saya perhatikan dengan seksama pengendali kotak aluminium beroda itu keluar, tampak seorang bapak yang cukup berumur, kepala pelontos nyaris kelimis berkumis melintang pejal di atas bibir tertekuk, berseragam gelap dengan tanda kartu nama sebagai pejabat masih tersemat di dada, tanpa malu dan ragu-ragu berjalan melewati kami menyeberang di jalan dengan arogan yang saya perhatikan plat tersebut KH xx97 AU sama seperti awal tahun terjadinya prahara di negeri ini.

Sungguh memprihatinkan sebagai penggawa negeri yang dipercaya oleh kepala daerah perdikan ini malah tidak memberikan contoh baik dalam berlalu lintas, apalagi kendaraan beroda empat yang dibawa membaca citra satuan kerja yang dikelolanya. Posisi mobil yang menyongsong tersebut membuat saya harus mengundurkan diri untuk bertahan agar tidak berbenturan dan menanti dengan sabar apalagi diberi kesempatan menunggu sambil menyimak tulisan-tulisan apik penulis handal dalam sabak digital yang saya punyai. Akhirnya kegugupan dan deburan hati yang emosi, terlena terburai karena kata-kata inspiratif dari novel Edensor ini.
Sepulang dari kediaman kami dan dalam arah perjalanan balik ke sekolah untuk menyukseskan program pemimpin sekolah kami, ada pula tampak pengendara motor sepasang pemuda berbaju merah sambil mengepit tas ransel backpacker tiba-tiba menikung tajam pada daerah yang dilarang berbalik arah dengan tenang tanpa malu-malu melanggar tata tertib lalu lintas dengan beringas memacu kendaraan dan tampak bahwa jalan itu adalah hak miliknya seorang.
Rupanya sekarang aturan dan norma berlalu lintas hanya berlaku saat diawasi aparat penegak disiplin saja dan berjalan dengan baik karena ketakutan bukan karena ketaatan.

#asal, #norma, #opini, #pengalaman