XI IA-5 dan Xi IA-4

Pekan ini adalah pekan terakhir mengajar di semester pertama tahun 2012, saya telah cukup mengenal para siswa kedua rombel ini yang ditugaskan kepada saya untuk mendampingi mereka sampai kelas 12 kelak (semoga!).
Pada pertemuan yang akan menjadi pertemuan pamungkas, selain berbagai kegiatan tambahan lain, saya memperhatikan dua macam simulasi tentang cara mereka menyelesaikan sistem kekekalan energi menggunakan pengamatan gerak benda menggelinding dengan talang air.
Talang air adalah barang bekas yang dapat dipergunakan sebagai lintasan gerak benda sehingga dapat diamati konversi energi potensial menjadi energi kinetik dan energi kinetik berubah menjadi energi potensial ketinggian karena dua perbedaan tinggi talang jatuh sisi kanan dan sisi kiri, sementara sepanjang arah horisontal terdapat talang lain yang jaraknya lebih panjang sedikit dari kedua talang kiri dan talang kanan.

Kelas XI IPA-5 umumnya adalah orang-orang yang senang dan suka berbicara blak-blakan, setelah melihat contoh yang saya unjukkan di depan mereka, kelas ini langsung dapat meniru dan melakukan dengan hal yang lebih ekstrim dan menantang yaitu sampai dengan memasang talang air hingga plafon kelasnya!
Dan bila ada sesuatu yang menarik, yang membuat mereka terhenyak sedikit kagum, semuanya mengekspresikan keterkejutannya dengan berteriak-teriak, tepuk tangan atau yel-yel bahkan sedikit berdansa la tanza untuk menyatakan eksistensi kehebohannya, barangkali hal ini terjadi karena mereka menyebutkan dirinya kelompok OPERA. Namun tidak semua orang menyukai sorak sorai gegap gempita kehebohan di kala belajar seperti ketika sebutir kelereng bisa menggelinding dengan sukses pada lintasan dan meloncat pada saat menghampiri talang lainnya. Akibatnya kemarin seraut wajah guru matematika tampak sinis mengancam karena mengganggu ketenangan kelas 12 ipa-1 yang sedang serius dan tegang menyelesaikan semaklumat soal-soal kalkulus geometri. Sementara mereka bersorak-sorai dan menghasilkan gelombang suara yang berpotensi menimbulkan gangguan, saya hanya mengamati dan memperhatikan serta menilai perilaku dalam tabulasi afektif yang saya buat sendiri.
Kelas itu juga berakhir damai walau sepertinya “terusir” dari ruang baru yang terbuka dan belum resmi dipergunakan sebagai ruang kelas tambahan antara balai basara OSIS SMada dengan Gereja Mini yang saat ini masih didiami komunitas 12 ipa-1 dan 12 ipa-2 yang sudah dijanjikan untuk direlokasi habitatnya menuju fasilitas gedung yang baru saja rampung. Tampaknya dengan hujan yang cetar membahana di awal pagi Selasa kemarin, dua siswi kelas 11 ipa-5 yang terbiasa enggan hadir ke sekolah karena takut tetesan hujan juga mempengaruhi penilaian keaktifan kelompok dalam model belajar kolaborasi yang saya lakukan.
Sama juga halnya dengan seorang siswa kelas 12 ipa-1 yang setiap kali hujan datang berkumandang, entah gerimis atau sekedar menyapa kehadiran tetesan rintiknya pun tidak hadir dengan sukses, yang mana kondisi ini kontradiktif dengan rekan siswa dari 12 ipa-1 pula yang senantiasa tidak pernah absen untuk datang terlambat (sama seperti lagu Adera anak Ebiet G Ade itu).

Kelas XI IPA-4 yang saya perlakukan sama untuk menguji pembuktian hukum kekekalan energi mekanik menggunakan talang air melakukan pendekatan kelompok yang berbeda. Kelas ini lebih mengedepankan dialog dan diskusi sehingga kegiatan yang dimulai dari pukul 6.35 hingga pukul 7.28 tidak banyak berarti kemajuan yaitu dengan suara gegap gempita gelindingan kelereng atau mobil tamiya yang meluncur ngesot turun dari pelimbahan menuju sasaran. Semua anggota kelompok lebih senang berdiskusi, menganalisa, mengukur pekerjaan dengan menimbang-nimbang harga, persis sama seperti kegiatan di pasar bursa saham atau pasar komoditi dunia Wall Street, gegap gempita mereka lebih diekspresikan sebagai perbincangan sosial yang hangat dan tawar-menawar serta membagi peranan. Walau tidak semua mau berturut serta karena masih saja ada yang berjalan-jalan berkeliling-keliling sama seperti melihat pameran lintasan mobil mainan.
Akibatnya dari data yang diharapkan karena selama eksperimen berlangsung, rombongan kelas yang menyebut diri mereka sebagai spider, lebih banyak bergelayut dengan pertanyaan-pertanyaan teknis dan saling beradu argumentasi saat kelereng menggelinding dan mencapai siklus perjalanannya. Tapi walau pun pelan, saya mendapatkan rekaman data waktu sebagaimana yang saya harapkan dalam acuan kerja kelompok.

Perpaduan dari kelompok XI IPA-4 dan XI IPA-5 terciri pada kelas XII IPA-2 yang sedang saya ajar juga dan mempersiapkan mereka menuju ujian nasional dengan pendekatan simulasi dan kolaborasi. Kelas XI IA-4 lebih kuat tercetak pada tipikal kelas XII IPA-1 yang berpegangan pada analogi dan prinsip serta lebih banyak dialogis daripada dialogue😛

Bravo kelas XI Spider dan Opera dan Bravo pula Unisence dan VolD, karena kalianlah saya memahami dinamika kelas yang interaktif dan menyenangkan. Teruskan belajar dengan kebahagiaan, walaupun wajah anda menampakkan kepenatan, serta terima kasih sudah tidak bosan mendengarkan dalangan saya setiap kali ada di depan kelas anda sekalian.
Selamat Membaca dan Selamat Belajar, Selamat Menempuh Ulangan Umum Semester Pertama. God Speed !

#barang-bekas, #konversi-energi, #rombel