Modus Ulangan Umum

Bahasa Indonesia: SMA Trinitas, Ulangan Umum

Bahasa Indonesia: SMA Trinitas, Ulangan Umum (Photo credit: Wikipedia)

Ulangan umum atau ujian akhir semester merupakan masa yang kadang disegani, ditakuti, disetresi, dijauhi, dan penuh kata-kata idaman yang tidak ingin dihadapi tapi harus dilalui. Sama halnya jika yang dipertaruhkan adalah ulangan fisika mulai dari kelas X hingga kelas XII, juga untuk sekolah menengah pertama.
Macam-macam yang dipersiapkan menghadapi ini yaitu bocoran (soal-soal ulangan terdahulu, musim sebelumnya yang diharapkan ada kemiripannya, apalagi jika diajar oleh guru yang sama pada kelas berbeda). Asumsinya guru fisika itu (mungkin juga guru yang lain) termasuk “malas” mengganti soal evaluasi sehingga menggunakan file-file soal terdahulu untuk digandakan sebagai soal ulangan umum.
Berhari-hari saya mempertimbangkan akan memberi hal yang berbeda untuk ulangan umum kali ini, jika tahun lalu ada ujian perbaikan melalui mengirimkan jawaban melalui twitter tapi tahun ini saya hendak memperbaiki dengan hal yang lebih humanis.
Soal ulangannya berupa cerita atau wacana dengan mengurangi sedikit angka-angka, agar filosofi dari fisika yang sederhana itu dapat menjadi pemikiran yang lebih khusyuk sebagaimana pesan bapak Menteri Pendidikan yang kemudian ditekankan pada bentuk variasi Soal Ujian Nasional dan perubahan Kurikulum menjadi Kurikulum 2013.
Kekhusyukan dalam mengerjakan soal dengan alternatif memberikan soal tidak semata-mata berhitung matematis, tetapi juga menarik kesimpulan dan observasi bernalar.
Semisal : Setelah pesawat menjatuhkan benda dari ketinggian tertentu sambil terbang mendatar, di manakah posisi pesawat terbang saat benda tepat jatuh di tanah?

Modus sebagaimana yang lazim digunakan sebagai istilah pada kicauan burung biru adalah tindakan yang mengarah pada suatu harapan atau keinginan, maka tidak salah jika saya menuliskan bahwa modus ulangan umum adalah mencari tahu “bocoran” bahan yang diujikan.
Jika semua siswa umumnya ingin tahu (kepo) terhadap apa yang akan mereka hadapi dengan meminta atau lebih tepat membujuk saya memberikan soal, saya malah menawarkan daripada memberi soal atau membocorkan soal yang akhirnya sama seperti jeruk makan jeruk, mengapa kalian tidak minta nilai saja? itu lebih gampang dan lebih simpel, daripada minta soal toh akan banyak juga yang tidak bisa dijawab?

#ada, #akhir, #berhari, #ingin-tahu, #kata, #kepo, #macam-macam, #modus, #php, #programming, #semester, #super-junior, #twitter, #ulangan, #umum