Dualisme Gelombang Partikel

Pusaran partikel menggeletar menghantar energi
Sarat nuansa mistikal mayapada
Alam yang kita kenal baru seujung kukuNYA
belum seberapa dibandingkan yang masih bertanda tanya
Materi hitam adalah sisa bahan kajian
yang masih belum terselami sampai dasarnya
Belum ketemu batas abisal kenisbian pengetahuan
menghantar sukma mencapai hikmat
mengetahui sumber alam dimulai dari patrikulat tak terlihat
tak tergenggam tak bersentuhan
Inti atom makin terbelah dan diketahuilah
quark dan boson higgs pengisinya
proton dan netron bukan sebagai dominasi populasi inti nukleon
melain materi dan anti-materi pengisi ruang kosong diantaranya
semula partikel bergerak bak gelombang
menari-nari mistis secara ritmis
menghela energi tak terperi ukurannya
mengubah dunia melalui tragedi perang dunia
mengenalkan kita pada kekuatan dashyat atom
diatomos tak bisa dibagi-bagi
semakin lama semakin kecil tak berdimensi
tak ada alat ukur lain selain sensor dan instrumen canggih untuk memaknai
Partikel penari mistis semakin melankolis
jika hanya dipandang sebagai geletar gelombang
pendekatan newton mulai digunakan kembali dalam pemahaman
Schrodinger terhadap kestabilan atomis
Menimbulkan kegalauan Heissenberg saat sinar X berkuasa
membelah dan menjadi pedoman pengukuran atom-atom
Tidak hanya pengaruh Bohr menerangkan magneton
juga Max Born dan Planck turut bergabung
menyerukan bahwa partikel tidak hanya dipandang sebagai gelombang
dapat pula sebagai otoritas mekanika modern

#born, #fisika, #heissenberg, #kata, #max, #particle-dance, #planck, #pusara, #schrodinger, #wave-dance