Makanya Belajar

Sudah seminggu sejak pertama masuk sekolah, suasana baru dan suasana malas masih menyelimuti persekolahan. Pindah kelas, pindah sekolah, pindah kantor, dan pindah unit mewarnai awal tahun ini mulai dari kemeriahan sampai menimbulkan kegerahan. Mumpung masih baru dan sekolah mendapatkan pasokan energi yang cukup dari komite dengan energi dan sumbangan dana yang lumayan sehingga memiliki penyejuk ruangan. Keluar dan masuk ruang terasa dinginnya sama seperti masuk mesin pendingin, tapi jangan diharap saat listrik padam atau mendapat giliran penyalaan yang membuat keringat bertetesan saat penyejuk ruang tidak dapat bekerja karena ketiadaan daya tenaga.
Saya pribadi bersyukur dengan kontribusi komite sekolah, termasuk pula sampai pada insentif-insentif yang diberikan untuk meningkatkan kinerja alasannya.
Namun masih disayangkan, sangat sedikit rekan yang telah mendapat sumbangan seperti itu masih enggan untuk berjerih payah menunjukkan kesungguhan dan selalu disuguhi dengan sanggahan atau bahkan lontaran pernyataan yang memerahkan telinga.
Antara sekolah dan mitra tampak kurang harmonis, tapi jika salah satu timpang atau tidak mau bekerja sama tetap pula peserta didik yang menjadi korbannya.
Mestinya pihak sekolah dan komite duduk bersama sekali lagi dan meluruskan pernyataan-pernyataan miring, demikian pula para rekan jangan hanya mengasumsi dan mengernyitkan dahi jika ada program baru sebab belum merasa ada kepastian dan jaminan.
Untuk itu marilah belajar dari segala kekurangan di masa lalu dan memperbaikinya di masa sekaran g.

#belajar, #pengalaman