VolD si jaket biru

Kelas ini saya ajar sejak tahun 2011 beranjak ke 2012 dan di tahun ini rupanya mereka masih bersama-sama dengan saya, karena mereka masih kelas 12. Kelas VolD yang sempat saya juluki dengan SEPEDA – sebelah Ipa Dua merupakan kelas hibrid antara kandang ayam dengan pasar malam, di mana-mana ada yang berpuisi dan berpujangga serta deklamasi, di sisi lain ada penggemar Stand Up Comedy alias Komedi Berdiri, di sisi depan semua biang arisan dan biang pergosipan berkumpul menjadi satu komunitas dunia wicara tanpa jangka yang tidak pernah menyelesaikan satu topik sampai kesimpulan, sisi kanan tengah adalah dunia misteri alam gaib dan senang membicarakan dunia sebelah yang tak tentu arah, bagian paling belakang penghobi da penggila gem bola yang main bola saja sungkan dan malas hanya bisanya teriak-teriak setengah waras saat kesebelasannya terpojok dalam tayangan kompetisi Gilalagi di telepisi republik ini, sementara di sisi yang tidak dapat disebut lainnya berkumpullah para penggila komik, penggila hewan peliharaan mulai kucing sampai kutu air, penggemar cosplay yang suka mengoleksi komik gundala, godam dan kapten nusantara, serta penggemar sinetron korea yang tidak pernah berhenti mempercakapkan artis-artis negeri ginsen yang ganteng-ganteng dan bertenaga banteng.

Semester ini sempat berjalan pelan dan sangat mengerikan karena mereka saat itu masih berada dalam ruang yang kanan kirinya dilapis kaca tanpa ventilasi, apalagi saat padam listrik dan nyalanya bergiliran akan terasa seperti dalam ruang spa hanya bedanya spa di sini pake baju seragam pramuka bukan handukan dan kaleran seperti biasa.

Beruntunglah dengan bantuan pemerintah yang rela membangunkan ruang bagi sekolah kami, sekarang kami tidak kepanasan lagi. Apalagi komite sekolah kami sangat baik hati memberikan beragam penyejuk ruang untuk gedung ini dan setiap kelas mendapat sambungan dua titik penyejuk ruang yang amboi nian dinginnya saat hujan dan memprihatinkan saat siang-siang di kala kantuk melanda, para penyejuk ruang ini berhenti bekerja sesaat bukan karena kepayahan karena mereka masih jenuin namun karena kurangnya pasokan daya listrik sebab masih mendapatkan giliran penyalaan bergantian.

Dunia baru, suka baru dan duka baru pun melanda kami, tapi kelas VolD bukannya berhenti berputar dan berotasi serta bertranslasi, mereka terus bervibrasi sesuai irama resonansi alam ini dan tiada akan berhenti sampai waktunya menggila berakhir pasti tentu bukan secara tragedi dong, karena unsur kegilaan dalam dunia VolD adalah kegilaan abadi yang menjadi senyawa dari segala unsur dan elemen imajinasi inspirasi sebagai lambang kejeniusan dan kecerdasan yang teruji namun belum terbukti.

Suasana VolD terus semarak dan mengalami transformasi saat paket-paket energi muda datang bersemi membawa berkah berbentuk jaket biru denga huruf besar dengan bagian tengah belakang bertuliskan judul posting ini, mengesankan dan elegan itulah tampilan dari seragam kebanggaan kelas ini. Dibalut warna biru laut yang menandakan keteduhan sekaligus kesejukan dan pada bagian lengan berwarna putih yang berarti kesucian dan kerendahan hati (saya mengharapkan bukan berarti merendahkan diri), jaket sederhana yang mengagumkan, siapakah pengidenya tentu saja Made Katon dipura kebaktiannya yang membuat itu semua terjadi berkat dorongan dan bantuan kakaknya yang juga alumni smada dan sekarang tengah mengambil S2 di kota gudeg Yogya.

Kelas VolD berubah semakin ceria dan menantang, saat semua orang di dalamnya mulai berpasang-pasang dan dijodoh-jodohkan satu sama lain, seolah mereka saling memerlukan dan membutuhkan pendamping yang lebih mulia dari sekedar hubungan muda-mudi berlainan gender yang mengharapkan cinta eros sebagai pengikat pertalian asmara merentang antar keduanya ketiganya keempatnya bahkan keberapa saja. Namanya juga anak muda !😛:mrgreen:

Seandainya mereka bising dan merundingkan segala sesuatunya, kali ini berbeda dibandingkan di ruang spa sebelumnya. Semisalnya mereka tetap ribut-ribut saya dan berbicara keras saat saya telah berada di depan kelas untuk mengajar, saya membiarkan mereka larut dulu dalam urusannya karena seperti prolog di bagian atas, bahwa kelas ini merupakan perpaduan antara kandang unggas serta pasar malam, wajar saja jika ada transaksi yang pending dan terus berlanjut sekalipun pembina kelasnya telah berada di tengah mereka. Itu juga wajar, karena mereka masih muda namanya saja Anak Muda.

Saya menghentikan semua ceramah yang cenderung memarjinalisasi dan membuat mereka terpana karena mendengar nada suara saya yang menggelegar dan cenderung meninggi mendekati sopran dibandingkan tenor saat murka melanda bak air bah saat Nabi Nuh masih berada di dunia ini, saya mengganti energi amarah tadi dengan pendekatan yang humanis dan lebih manusiawi untuk menyikapi segala urusan mereka saat mereka belum siap menerima pelajaran fisika yang menurut VolD sudah mirip seperti kuliah saja dibandingkan kelas SMA.

Analogi pelajaran fisika tentang relativitas, fisika kuantum, dualisme gelombang partikel, teori atom, spektrum atom hidrogen, bilangan kuantum, radioaktivitas, inti atom hingga teknologi nuklir paling mengena jika disimetrikan secara analogi filosofi dalam kehidupan dunia yang namanya Anak Muda. Apalagi jika bukan cinta-cintaan dan taksir-takiran, pandang-pandangan mulai dari pandangan pertama hingga pandangan kilat sekejab,  atau juga curi-curi pandang yang membuat hati berbunga-bunga sampai tumbuh bunga kemboja.

Bukan 12 ipa2 namanya jika mereka tidak sanggup tertawa terbahak-bahak sampai merana berlinang air mata jika saya bercerita tentang fisika dan kehidupan mereka saat hari kamis dan sabtu tiba. Mereka adalah penggemar terbaik, pendengar teraktif, dan perespon sempurna atas semua cerita dan video yang saya tayangkan di hadapan mereka walau tidak lucu atau tidak bernas. Mereka adalah kebanggaan kami, sederhana tapi tetap mumpuni, dalam kebersamaan dalam percandaan, dalam sikap dan perilaku, demikian pula dalam keteladanan siap membantu, rela menolong dan tabah, baik hati, berbudi pekerti luhur, berkarakter jawara yang cinta damai dan anti korupsi. Mahluk-mahluk yang antisipatif, dan kooperatif , insan-insan moderat yang tidak pernah berhenti berpijak pada kebenaran dan manusia-manusia cerdik cendekia walau masih belia yang saya kenalkan mereka Anak Muda IPA Dua SMADA. Kelas kebanggaan dan idola saya.

#canda, #candaan, #comedy, #dua, #indonesia, #inspirasi, #kami, #kelas, #kepepet, #keriangan, #languages, #marjinal, #novel-2, #novelis-kebelet, #programming, #suasana, #tawa, #terpepet