Partikel Bozon

Sore hari barusan, datanglah sekelompok gadis-gadis belia mengikuti belajar bersama di garasi kediaman kami, semuanya berwajah ceria dan riang, tak terlihat wajah lelah dan pusing walaupun mereka baru saja mengikuti bimbingan belajar di sekolah yang diadakan setiap bulan di sekolah saya sekarang.
Sementara menyalin bahan dari papan putih, mereka berceloteh tentang masa-masa awal masuk smada, lengkap dengan komentar tentang foto-foto kenangan dari masa itu. Sampai pada seorang dara bernama Olive yang mirip seperti kekasih popeye, rambut ikal, badan slim, dahi agak terbuka dan hidung mancung setengah (setengah ke luar), yang dalam waktu 3 hari mampu mengganti-ganti profesi idamannya dari dokter menjadi dancer. Olive sejak datang sampai pulang tak henti-hentinya bergumam dan berceloteh dalam bahasa asing mirip seperti membaca kata-kata ajaib, terlebih setelah gadis lain join hadir dan menambah ramainya celoteh olive ini dalam bahasa yang semakin tidak gaje karuan.
Ditambah lagi pengalaman olive ditaruh di luar kelas dalam beberapa saat karena lupa mengikat rambut dan karena terlambat menyapu kelas! Luarbiasasekali gurunya yang berani menindak hanya karena persoalan sepele dengan balutan tidak menghormat beliau karena aktivitas rumahan tersebut.
Sayasemakin menyadari mengapa olive mendapat perlakuan demikian, analisa saya karena sebenarnya olive ini bercita-cita menjadi penyiar sehinggaia memerlukan pelepasan atas keinginannya tersebut dari kungkungan imaji yang menekan dan membelenggunya dalam-dalam. Lagi pula kadang-kadang olive bisa terlepas kendalinya sama seperti seseorang yang memerlukan perhatian khusus atau layanan khusus, semoga olive dapat memahami mengapa dia terus yang selalu ketiban perlakuan yang kurang menyenangkan, mirip seperti Balotelli pemain bola plontos bergigi jarang yang tiap kali menggetarkan gawang lawan hanya memamerkan kaosnya yang bercetak “why me?”
Semoga olive tidak berkategori singkatan ini t.e.l.m.i.w.a.i

Posting melalui WordPress Android

#bozon, #dayak