Calon guru

Setiap awal tahun sekolah-sekolah di Palangka Raya mendapat giliran sebagai tempat persemaian para guru yang mengikuti PPL. Berseragam almamater universitasnya masing-masing, kuning, hijau, biru, ungu. Mereka adalah calon pengganti kami di masa depan. Saya mendapat kepercayaan untuk membimbing seorang di antara mereka, setelah sekian lama tidak didapuk sebagai pamong.
Guru PPL adalah pengalaman yang sebenarnya menyenangkan, saya menjadi guru PPL tahun 1997 di SMA Negeri-1 Palangka Raya dengan sebagai pamong Kodim, S.Pd dan dosen pembimbing PPL saya saat itu Dr. Pendi Sinulingga, MPd. Berat dan rame, namun sesuai masanya ketika itu PPL-nya masih sederhana. Saya menggunakan karton sebagai alat peraga dan masih belum leluasa seperti sekarang. Bolak-balik antara kampus dan sekolah, kadang2 seragam saya aneh-aneh dan akhirnya lulus juga dari PPL. Dikritik dan dimarahi pembimbing merupakan sarapan yang mengenyangkan saat itu dan hal tersebut membuat bertumbuh menjadi lebih hati-hati dan pandai-pandai bersikap serta belajar menyenangi profesi keguruan. Saya teakhir ujian pada bulan juni 1997 dan tidak lama setelah itu saat kepala SMAN-1 Palangka Raya, Drs Sutopo dan ibu Dra. Hj. Ainun Djariah sebagai wakasek kurikulum memberikan saya kesempatan sebagai guru tidak tetap di Smansa. Tidak lama setelah itupun saya berkeluarga.
Jika beruntung anda yang sedang PPL bisa dapat kesempatan untuk memiliki pekerjaan sampingan sebagai guru tidak tetap, jika cara anda mengajar dan memperhatikan keadaan sekitar dapat meningkatkan kepercayaan sekolah.

Posting melalui WordPress Android

#guru, #ppl, #praktik-guru, #praktik-lapangan