Plagiat Fisika Cinta

Tadi malam saat menghadiri kebaktian perkabungan salah satu kerabat kami, saudara sepupu saya  bercerita tentang perjalanan istrinya menempuh progam doktoral dan telah sampai ujian tahap tertutup sambil menunggu ujian promosi terbuka di salah satu universitas negeri ternama di Jakarta. Yang berkesan dari obrolan kami yaitu cara para promotor dan dosen pembimbing kandidat doktor menguji apakah proposal serta disertasi yang ditulis oleh mahasiswanya itu terindikasi plagiat atau menjiplak ataukah mengambil langsung kutipan dari sumber aslinya. Menurut sepupu saya ini, sekarang para editor jurnal ilmiah semakin canggih dengan menerapkan aplikasi anti-plagiat. Saya pun penasaran, karena menurutnya, lebih dari dua sampai lima kata yang sama dianggap plagiat dan untuk menghindari indikasi yang mencemarkan tata cara akademik tersebut sang penulis atau kandidat harus menyertakan bukti pustaka atau literatur yang dijadikan referensi dan harus dapat menunjukkan literatur asli tersebut sampai pada halaman dan paragraf yang mencantumkan kalimat teori yang dikutipnya sebagai landasan faktual kerangka berpikir dalam disertasi tersebut.

Konon, tidak sedikit yang terjebak dengan indikasi plagiat atau jiplak-menjiplak ini yang sebenarnya adalah karya orang lain kemudian diakui sebagai karyanya sendiri atau mencantumkan buah tulisan serta pikiran orang lain tanpa menyebutkan sumber referensi yang tepat atau sesuai.

Plagiat juga yang merusak kreativitas dan membuat kehormatan menuliskan pokok pikiran secara orisinal menjadi terganggu secara mental karena takut dicontek dan diakui sebagaimana dagelan aku-mengaku kesenian asli negeri kita sebagai kesenian asli negara jiran. (itu salah satu contoh plagiat mentah-mentah).

Terlebih-lebih dalam dunia akademisi, yang rentan dengan indikasi jiplakan ini sebagai langkah pintas menyelesaikan tugas akhir.

Plagiat menurut Kamus Bahasa (yang saya gunakan bahasa inggrisnya asli yaitu “plagiarism” dari Kamus Bahasa Inggris karangan Drs. Peter Salim, Penerbit Modern English Press, 1988) disebut sebagai penjiplakan (kata benda).  Di Wikipedia pun dijabarkan bahwa plagiarisme adalah pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri (http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme).

Apakah itu merugikan? Ya, benar sekali. Sama halnya dengan pembajakan, perampokan kekayaan intelektual seseorang atau kelompok, merugikan hak yang paling hakiki dari kreativitas seseorang atau kelompok untuk berekspresi yang sebenarnya. Kadang kala muncul kerancuan jika ide atau tulisan itu muncul bersamaan, pada saat yang simultan sehingga tergantung pada pihak yang berwenang memenangkan siapa yang menjiplak atau siapa sebagai pencetus ide aslinya (masih tergantung).

Namun sekali lagi dalam dunia akademik untuk mencapai gelar sarjana, magister, master, doktoral, doktorat hingga profesor sebagai guru besar, para pakar dan komite yang mengesahkan berhak atau tidaknya titel-titel tersebut diberikan kepada para calon (kandidat penerima gelar)  bersepakat memberantas plagiat-plagiat melalui tahapan sebelum para kandidat diuji hingga dianggap layak menyandang gelar dimaksud. Salah satunya melalui aplikasi anti-penjiplakan.

Ada berbagai aplikasi yang dijalankan secara online menggunakan kata kunci anti-plagiarism, plagiarism-checker (termasuk yang telah saya pasang dalam perangkat android saya), dan ada juga yang versi desktop (tampilan layar komputer) pada alamat yang sama termasuk untuk perangkat layar sentuh (tablet, sementara yang puyer dan pil belum saya temukan)

Anda juga bisa membantu saya dalam mengembangkan aplikasi online ini dengan klik pada alamat : http://plagiarisma.net/ref/ZGH1ZGNkpzIz yang juga berguna untuk mereferensi para pengguna anti-plagiatisme atau anti-plagiarisme yang dapat memberikan manfaat  finansial.

Dalam langkah akhir saya mencari aplikasi anti jiplak untuk membuktikan apakah ada yang menjiplak tulisan-tulisan saya di blog ini atau tidak berikut deskripsinya.
Saya menggunakan posting  tulisan yang saya sadur dari buku Bapak Muhamad Akrom mengenai teori cinta menurut Fisika yang saya tuliskan judulnya “Fisika Cinta”  yang juga dituliskan pada alamat web serta blog berikut :

Permisivitas yang saya dapatkan adalah para penulis blog tidak menduga apakah tulisan yang dibuatnya pernah dimuat atau belum, baik secara sadar atau tidak disengaja. Namun sebaiknya, jika sang penulis pernah membaca tulisan yang sama atau mengutip sebagian atau seluruhnya hendaklah secara SADAR mencantumkan sumber atau alamat tautannya karena juga akan mendapat sumbangan ping-back (kunjungan pembaca atau hits) dari blog asli atau menjadi pintu kesejahteraan terhadap blog asal pemuat tulisan tersebut.

adantoro.kandangbuaya.com
(hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada kemiripan dengan tulisan yang saya buat di posting ini, jadi kesimpulan sementara mesin pencari plagiat tidak berhasil membedakan karena hanya berdasarkan kesamaan dua kata saja, bukan mengadopsi isi tulisan ini secara keseluruhan) –> mesin Free Plagiarism Checker GAGAL membuktikan blog ini plagiat ! 

rizney-risniyati.blogspot.com
(hasilnya sama seperti blog pertama tidak ada kemiripan, tapi tulisan pada blog ini sama persis dengan tulisan yang dibuat di alamat adantoro.kandangbuaya.com dan juga tidak menyertakan sumber aslinya) –> Indikasi plagiat tapi terhadap blog adantoro.kandangbuaya.com
meriwardanaku.com
(tulisan Fisika Cinta merupakan bagian dari ads atau iklan saja, bukan sebagai tulisan inti atau pokok tulisan) –> Indikasi Plagiat tidak ada

puitisfilosofi.blogspot.com
(berisi tulisan Relativitas memang aneh. Mengapa terasa di hati Enstein mencinta lalu melupakan. Ternyata teori fisika juga ada di hati, dan pikiran hanyut entah kemana. Aku tak ingin menghilangkan mu, biarlah kau hilang. Semua teori mu sudah kurasakan. Kini aku dengannya dan kecepatan keinginannya akan melihat ku lambat. Semua ini butuh kesabaran, gerakan cepat ku tak akan kau rasa. Kau hanya merasa lama dan marah. Aku sudah cepat. Jangan kau tanya tentang rasa ku. Kau jauh, aku rasa dekat) –> saya tidak menuliskan kalimat ini dalam posting Fisika Cinta, jadi tidak terindikasi plagiat

ayahara1.multiply.com
(saya tidak menemukan tulisan yang berkaitan dengan Fisika Cinta itu pada blog ini) –> Free Plagiarism GAGAL !

hiddenmemory.wordpress.com
(hasilnya persis sama dengan yang saya tuliskan dalam posting  Fisika Cinta, jika tidak percaya silakan dibandingkan, JUGA TIDAK MENCANTUMKAN SUMBER ASAL) –> menurut saya, Free Plagirsm BERHASIL ! 
beritaunik.net (diperoleh kesamaan kata saja dan tidak mengarah pada pengutipan lebih dari lima kalimat  dan tulisan tentang Surat Cinta Seorang Ahli Fisika yang sama dengan postingan  Fisika Cinta) –> Plagiarism checker GAGAL ! 
hermawayne.blogspot.com
(tidak ditemukan kesamaan isi postingan Fisika Cinta  pada blog ini, dan tidak terindikasi plagiat) -> Plagiarism Checker GAGAL !

Kesimpulan sementara dari 8 blog yang ditemukan hanya 1 yang terindikasi plagiat, maka tingkat keberhasilan aplikasi baru 12,5%. Tapi perlu diingat pencarian ini hanya menggunakan dua kata yaitu Fisika Cinta.

#ada, #bahasa, #jakarta, #karangan, #kesenian, #kreativitas, #programming