Lomba Marketing

Siang ini saat rekan-rekan tengah menjalankan aktivitasnya dan sambil menunggu waktu untuk mengerjakan persiapan ujian sekolah, datang seorang pemuda berperawakan sedang dan tampak berwibawa sedang menunggu Pak Nyoman Suardana, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan yang memberinya kesempatan untuk melakukan sosialisasi.
Sebelumnya ada beberapa siswa datang mengembalikan proyektor, rupanya Degona, pemain bas muda, yang saya sambangi sambil bertanya tentang acara apa yang baru saja mereka laksanakan.
Degona menjawab sekenanya, yaitu berjualan susu. “Eh, berjualan susu?” masa siswa SMA diminta jualan susu? segera pikiran saya menerawang ada apa ini?:mrgreen:

Tak berapa lama kemudian, ya tampak pemuda yang saya tuliskan di awal paragraf ini, berkenalan dengan saya. Genggaman tanggannya tidak terlalu kuat, namun mencerminkan pribadi yang tegas, tangguh, dan cerdas. Dia sebut namanya singkat dan bermakna, “Aji”.

Aji, pemuda yang saya duga berusia sekitar 21 – 22 tahun baru saja menyelesaikan sosialiasi tentang kompetisi penjualan dan produk yang dijadikan andalan adalah makanan protein yang berharga premium dan banyak dijual di minimarket. Aji bercerita pengalamannya yang berawal dari salah satu kota besar di Jawa Tengah, kemudian merantau ke Sumatera dan belajar sebagai pemasar selama setahun dengan kolega orang tuanya, selanjutnya melanjutkan pekerjaan dan menjadi mahasiswa di daerah paling timur Indonesia dan kemudian ditugaskan kembali oleh perusahaannya ke Kalimantan Tengah sebagai field manager dengan area Palangka Raya, Sampit, dan Pangkalanbun.

Jadi ceritanya, Aji tengah mempersiapkan kompetisi menjual produk perusahaan tempatnya bernaung kepada para siswa SMA dan SMK di tiga daerah di atas dalam bentuk penjualan pribadi menggunakan sosial media dan konsep penjualannya akan diadu dan diserahkan kepada pribadi-pribadi siswa dengan batasan mulai dari 10 kotak hingga 20 kotak per orang, uniknya lagi, jika berhasil memenuhi target ini si penjual (siswa SMA dan SMK yang dihubungi oleh perusahaan ini) akan mendapatkan sertifikat dan kualifikasi selanjutnya ke tingkat semi-final, seterusnya adalah final menurut regional Kalimantan Tengah dan terakhir jika menjadi pemenang dalam kategori Platinum, maka siswa yang berhasil mendapat hadiah uang yang cukup untuk membeli Blackberry atau gadget terbaru saat ini sekaligus sekolahnya tempat siswa yang bersangkutan dijanjikan kecipratan hadiah berupa satu set komputer. Yang hebat lagi, siswa yang mengikuti ajang ini (diperkirakan berlangsung selama tiga minggu mulai dari minggu mendatang, tidak perlu merogoh kocek langsung untuk menjual produk tersebut karena akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang dipilih dan selanjutnya dengan cara masing-masing, konsep pemasaran masing-masing melalui sosial media agar dapat mencapai “target” seperti 10 – 20 kotak sebagaimana uraian di atas.

Wah, lumayan dan bahkan sebelum memasuki semi final, para semifinalis akan diberi ilmu-ilmu pemasaran terbaru sekaligus mengetahui kompetitor dan cara-cara berjualan disertai trik-triknya dari para pakar muda ini. Sayang sekali jika dilewatkan, karena itu saya berpesan kepada para siswa yang sempat membaca postingan ini terutama di daerah Palangka Raya, Sampit, dan Pangkalanbun Kalimantan Tengah agar dapat mengikuti pelajaran pemasaran sekaligus berkompetisi menambah prestasi melalui ajang penerapan kegiatan ekonomi mendasar yaitu berjualan.

Terutama kepada siswa-siswa SMA Negeri-2 Palangka Raya ayo ikutan dan raih hadiahnya, karena saya sempat berpesan dengan Aji agar memasang famlet atau brosur kompetisi ini agar seru. Anda sudah bisa mendaftarkan diri dengan Bu Surie, Pembina Koperasi Sekolah atau Pak Nyoman Suardana, selaku Wakasek Kurikulum SMAN-2 Palangka Raya, atau dengan saya juga bisa😀

Kita nantikan saja twit dari pelaksana kegiatan ini melalui @fisikarudy, jangan lupa ya. Anda juga bisa mengikutinya melalui postingan di blog saya ini. Syaloom.

#distribusi, #indonesia, #kompetisi, #marketing, #palangkaraya, #pasar, #pemasaran, #penjualan, #pertandingan, #rantai-ekonomi, #sampit